Misbakhun Kritik Kebijakan Konvensional Bank Indonesia Atasi Rupiah 17 Ribu

Apr 8, 2026 - 15:21
 0  11
Misbakhun Kritik Kebijakan Konvensional Bank Indonesia Atasi Rupiah 17 Ribu

Mukhammad Misbakhun, Ketua Komisi 11 DPR RI, mengkritik kebijakan Bank Indonesia (BI) yang dianggap terlalu konvensional dalam mengelola nilai tukar rupiah yang kini menyentuh angka 17 ribu rupiah per dolar Amerika. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah video yang diunggah CNN Indonesia TV pada Rabu, 8 April 2026.

Ad
Ad

Kritik terhadap Kebijakan BI yang Dinilai Terlalu Hati-hati

Menurut Misbakhun, BI terlalu berhati-hati dalam menangani fluktuasi rupiah sehingga langkah-langkah yang diambil masih sangat tradisional dan kurang adaptif terhadap dinamika pasar global yang cepat berubah. Hal ini dianggap kurang efektif untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.

"Bank Indonesia perlu lebih inovatif dan berani mengambil langkah strategis, jangan hanya menggunakan pendekatan konvensional yang selama ini dipakai," ujar Misbakhun.

Latar Belakang Fluktuasi Rupiah ke Rp17.000

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh Rp17.000 menandai titik kritis yang memicu perhatian banyak pihak, terutama pengambil kebijakan dan pelaku pasar. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, dan tekanan inflasi domestik.

Bank Indonesia selama ini mengandalkan intervensi pasar dan kebijakan moneter konservatif untuk menahan depresiasi rupiah. Namun, dengan kondisi pasar yang lebih volatil, pendekatan ini mulai dipertanyakan efektivitasnya.

Implikasi dari Kebijakan Konvensional BI

Kebijakan yang terlalu berhati-hati dan konservatif berpotensi menimbulkan beberapa risiko, antara lain:

  • Kehilangan momentum penguatan rupiah yang bisa terjadi jika BI tidak sigap dalam merespon gejolak pasar.
  • Ketergantungan pada intervensi pasar yang berulang tanpa solusi struktural jangka panjang.
  • Kurangnya inovasi kebijakan yang bisa membuat Indonesia tertinggal dibanding negara lain yang lebih agresif menghadapi volatilitas pasar.

Langkah yang Diharapkan dari Bank Indonesia

Misbakhun mengusulkan agar BI mempertimbangkan pendekatan yang lebih modern dan fleksibel, seperti:

  1. Mengintegrasikan teknologi keuangan terbaru untuk memantau dan mengantisipasi pergerakan pasar secara real-time.
  2. Mengadopsi kebijakan moneter yang lebih responsif dan terukur sesuai perkembangan ekonomi global dan domestik.
  3. Bekerja sama dengan kementerian terkait untuk memperkuat fundamental ekonomi yang bisa menopang nilai tukar rupiah.

"Kita perlu transformasi kebijakan yang berani dan terobosan agar rupiah tidak terus melemah dan memberikan dampak negatif bagi perekonomian nasional," tambah Misbakhun.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kritik Misbakhun ini mencerminkan sebuah kegelisahan yang valid terkait respons kebijakan moneter Indonesia di tengah pasar global yang semakin dinamis. Pendekatan konservatif Bank Indonesia memang selama ini menjadi andalan untuk menjaga stabilitas, namun di era ketidakpastian ekonomi tinggi, strategi tersebut perlu disesuaikan agar tidak terlambat merespons gejolak pasar.

Selain itu, pemerintah dan BI harus menyadari bahwa nilai tukar rupiah bukan sekadar angka di pasar, tapi berpengaruh langsung pada daya beli masyarakat, biaya produksi, dan investasi. Jika BI tetap bertahan dengan kebijakan lama tanpa inovasi, Indonesia bisa kehilangan daya saing dan menghadapi tekanan inflasi yang lebih berat.

Ke depan, publik perlu mengawasi langkah BI dengan seksama, terutama dalam hal transparansi kebijakan dan kecepatan adaptasi terhadap kondisi global. Transformasi kebijakan yang lebih modern akan menjadi kunci agar rupiah kembali stabil dan ekonomi nasional tumbuh lebih berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lengkap dan video wawancara Misbakhun, Anda bisa mengunjungi situs resmi CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad