4 Gangster Yahudi Paling Terkenal di AS yang Mengukir Sejarah Dunia Bawah

May 2, 2026 - 17:31
 0  4
4 Gangster Yahudi Paling Terkenal di AS yang Mengukir Sejarah Dunia Bawah

Amerika Serikat dikenal sebagai negara dengan populasi Yahudi terbesar di dunia, dan dalam sejarahnya, sejumlah tokoh gangster Yahudi pernah menguasai dunia kriminal di sana. Berdasarkan informasi dari CNN Indonesia dan myjewishlearning.com, berikut adalah empat gangster Yahudi yang paling terkenal di AS dan pengaruh besar mereka dalam dunia bawah tanah.

Ad
Ad

1. Louis "Lepke" Buchalter (1897-1944)

Louis "Lepke" Buchalter dikenal sebagai "penjahat paling berbahaya di Amerika Serikat." Ia lahir dan besar di lingkungan padat penduduk di Lower East Side, New York, dan merupakan satu-satunya dari 11 bersaudara yang memilih jalan kriminal. Awal kariernya dipenuhi dengan kejahatan kecil seperti merampok orang mabuk dan mencopet. Namun, karier kriminal Buchalter berkembang pesat hingga ia menjadi penguasa dunia bawah New York.

Pada tahun 1934, Lepke berperan penting dalam pembentukan "Sindikat," kelompok kriminal besar yang mengorganisir berbagai kegiatan ilegal. Ia juga menginisiasi pembentukan korps pembunuh elit yang dikenal sebagai Murder Incorporated, yang sebagian besar anggotanya adalah orang Yahudi dari Brooklyn. Korps ini bertugas sebagai regu eksekusi resmi Sindikat.

"Pada tahun 1941, Lepke didakwa atas pembunuhan Joseph Rosen, seorang pengangkut pakaian yang bisnisnya telah ia gulung tikar," tulis sumber tersebut.

Louis Buchalter akhirnya meninggal di Penjara Sing Sing pada 4 Maret 1944.

2. Meyer Lansky (1902-1983)

Meyer Lansky adalah salah satu gembong kejahatan terorganisir paling terkenal di AS, yang kariernya mulai menanjak pada tahun 1920-an. Lansky dikenal bersekutu dengan tokoh kriminal besar seperti Bugsy Siegel dan Lucky Luciano. Ia membangun kerajaan perjudian yang luas, termasuk di Florida, Kepulauan Karibia, dan Las Vegas.

Meskipun sering didakwa, Lansky hanya pernah dihukum sekali, yaitu pada 1953 atas tuduhan perjudian dengan hukuman tiga bulan penjara. Pada 1971, ia mengajukan permohonan kewarganegaraan Israel, namun ditolak karena masa lalunya.

Meskipun begitu, Lansky tetap mendukung Israel dan aktif dalam kegiatan filantropi Yahudi hingga wafatnya pada 1983 akibat kanker paru-paru di Miami.

3. Arnold "Si Otak" Rothstein (1882-1928)

Arnold Rothstein dijuluki "Si Otak" karena kecerdasan dan kecakapannya dalam mengorganisir kejahatan terorganisir di AS. Lahir dari keluarga Yahudi kelas menengah, Rothstein menjadi pelopor dalam membangun kerajaan perjudian terbesar di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Ia juga diduga bertanggung jawab atas skandal Black Sox pada 1919, di mana hasil pertandingan World Series sengaja diatur.

Selain perjudian, Rothstein mengendalikan perdagangan minuman keras ilegal dan narkotika di New York. Ia berhasil menghindari penjara sepanjang hidupnya, bahkan mendapat pengakuan dari sastrawan F. Scott Fitzgerald melalui karakter Meyer Wolfsheim dalam novel The Great Gatsby.

Namun, Rothstein ditembak mati dan meninggal dunia pada 1928. Ia dimakamkan secara Yahudi Ortodoks.

4. Benjamin "Bugsy" Siegel (1905-1947)

Benjamin "Bugsy" Siegel adalah sosok gangster yang karismatik dan terkenal di dunia kriminal Amerika. Ia memiliki reputasi sebagai pencuri dan preman yang kejam dan ambisius. Pada usia 28 tahun, Siegel menjadi anggota dewan sindikat kejahatan Pantai Timur dan kemudian membangun basis kejahatan terorganisir di California.

Siegel dikenal sebagai pelopor pengembangan Las Vegas sebagai pusat perjudian dengan membangun Hotel Flamingo. Namun, karena berusaha menyimpan keuntungan secara pribadi dan membangkang terhadap Sindikat, ia dibunuh pada Juni 1947 dengan tembakan di apartemennya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah empat gangster Yahudi ini bukan hanya sekadar catatan kriminal semata, melainkan mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi imigran Yahudi di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Mereka menunjukkan bagaimana kelompok minoritas dapat menguasai dunia bawah tanah dengan kecerdasan, jaringan, dan strategi yang terorganisir, meskipun beroperasi di luar hukum.

Selain itu, keempat tokoh ini juga berkontribusi pada perkembangan kota-kota besar seperti New York dan Las Vegas, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama dalam industri perjudian dan hiburan. Namun, keberadaan mereka juga menimbulkan dampak sosial negatif yang panjang, termasuk kekerasan dan korupsi yang merajalela.

Kedepannya, penting bagi masyarakat dan penegak hukum untuk mempelajari sejarah ini agar dapat memahami akar kejahatan terorganisir dan mengambil langkah preventif yang lebih efektif. Kisah mereka juga menjadi peringatan bahwa kekuasaan dan pengaruh bisa tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang seringkali terpinggirkan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai sejarah gangster Yahudi di Amerika Serikat, Anda bisa mengunjungi sumber asli di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad