Jenazah Muttaqien Mantan Ketua Partai Gelora Dimakamkan di Maros Hari Ini
EZ Muttaqien Yunus, mantan Ketua Partai Gelora Sulawesi Selatan periode 2021-2024, telah meninggal dunia dan jenazahnya akan dimakamkan di Kabupaten Maros pada hari ini, Jumat, 10 April 2026. Kepergian sosok yang dikenal dengan sapaan akrab Aking ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kader partai, dan masyarakat Sulsel.
Prosesi Pemakaman di Maros
Pihak keluarga saat ini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman setelah almarhum menjalani perawatan medis di RS Akademis Jaury, Kota Makassar. Informasi ini disampaikan oleh Kabid Humas Pemprov Sulsel, Darmawangsah, yang mengungkapkan bahwa jenazah akan dimakamkan di Pattene, Maros.
Rumah duka berada di Jalan Bontobila, Batua, Manggala, Makassar, menjadi pusat berkumpulnya keluarga dan kerabat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Profil dan Kontribusi EZ Muttaqien
Selain menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gelora Makassar, EZ Muttaqien juga merupakan Tim Ahli Khusus Gubernur Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai politisi yang aktif dan pendakwah yang konsisten menyuarakan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Sulsel.
Selama beberapa tahun terakhir, almarhum rutin mengisi acara dakwah pada pagi hari di televisi, memperkuat perannya sebagai figur yang menggabungkan aktivitas politik dan keagamaan.
Reaksi Kader dan Tokoh Partai Gelora
Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, Muzakkir Ali Djamil, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya EZ Muttaqien. Dalam pernyataannya, ia menyebut almarhum sebagai sosok pejuang, pendakwah, dan sahabat yang sangat dicintai oleh semua kader partai.
"Ini kehilangan besar bagi kami. Almarhum adalah sosok pejuang, pendakwah, dan sahabat yang sangat kami cintai," ujar Muzakkir Ali Djamil.
Muzakkir juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendampingi EZ Muttaqien pada saat-saat terakhir dan menyaksikan momen sakaratul maut dari figur yang dikenal luas dengan nama Mohammad Aking tersebut.
Warisan dan Makna Kepergian EZ Muttaqien
EZ Muttaqien dikenal sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun Partai Gelora serta membina umat melalui dakwah. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi komunitas politik dan keagamaan di Sulawesi Selatan.
- Aktivitas politik sebagai Ketua DPD Partai Gelora Makassar dan staf khusus Gubernur Sulsel.
- Peran sebagai pendakwah yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam melalui media televisi.
- Pengaruh yang kuat terhadap kader dan simpatisan Partai Gelora di Sulsel.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, wafatnya EZ Muttaqien bukan hanya kehilangan bagi Partai Gelora, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang mengenal beliau sebagai sosok yang memadukan politik dan dakwah dengan harmonis. Kepergian Aking membuka ruang tugas berat bagi pengganti dan kader partai untuk melanjutkan perjuangan politik serta keberlanjutan dakwah yang selama ini konsisten ia jalankan.
Lebih jauh, kematian sosok yang aktif di kedua bidang tersebut menunjukkan pentingnya regenerasi kader yang mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dalam politik secara sehat dan konstruktif. Publik dan partai juga perlu memperhatikan bagaimana meneruskan warisan dakwah dan politik EZ Muttaqien agar tetap relevan dan berdampak positif di masa depan.
Ke depan, kita perlu mengamati bagaimana Partai Gelora merespons kehilangan ini dan strategi apa yang akan ditempuh untuk menjaga soliditas serta pengaruhnya di Sulsel, terutama dalam memanfaatkan pengaruh tokoh-tokoh dakwah dalam ranah politik.
Untuk informasi lengkap dan update terbaru, kunjungi Tribun Timur.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0