Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Masih Sepi Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran

Apr 10, 2026 - 14:00
 0  5
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Masih Sepi Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran

Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran strategis masih menunjukkan aktivitas yang sangat terbatas meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa, 7 April 2026, dengan harapan dapat membuka kembali akses pelayaran di wilayah yang kerap menjadi titik panas konflik geopolitik tersebut.

Ad
Ad

Aktivitas Pelayaran Masih Terbatas

Berdasarkan data pelacakan kapal dari perusahaan intelijen pasar Kpler, hanya sedikit kapal yang melintasi Selat Hormuz sejak pengumuman gencatan senjata. Pada Rabu lalu, tercatat hanya lima kapal yang melintas, turun drastis dari 11 kapal sehari sebelumnya. Pada Kamis, jumlah kapal yang melintas naik sedikit menjadi tujuh kapal.

"Meskipun beberapa pergerakan kapal telah dilanjutkan, lalu lintas sangat terbatas, pemilik kapal akan tetap berhati-hati, dan kapasitas transit yang aman diperkirakan akan tetap terbatas maksimal 10 hingga 15 pelayaran per hari jika gencatan senjata bertahan, tanpa mempertimbangkan biaya tol," ujar Ana Subasic, analis risiko perdagangan dari Kpler, kepada Al Jazeera pada Kamis (9/4).

Data dari Lloyd's List Intelligence juga mengungkapkan bahwa masih terdapat lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, yang terjebak di Teluk akibat penyumbatan lalu lintas di Selat Hormuz.

Ketegangan Politik dan Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata

Di tengah situasi ini, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran tidak menepati komitmennya membuka jalur aman pelayaran selama masa gencatan senjata. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menyatakan:

"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan membiarkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah tudingan tersebut dan justru menuding AS yang tidak menghormati kesepakatan. Ia memperingatkan bahwa Washington harus memilih antara mempertahankan gencatan senjata atau membiarkan konflik berlanjut, dengan mengaitkan situasi di Lebanon akibat serangan Israel.

"Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola berada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan menindaklanjuti komitmennya," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Signifikansi dan Prospek Perdamaian Selanjutnya

Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran ini tercapai saat konflik telah memasuki hari ke-40. Gencatan senjata ini tidak hanya penting untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz, tetapi juga membuka peluang untuk perundingan perdamaian yang lebih luas. Perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Jumat, 10 April 2026, sebagai upaya untuk mengakhiri konflik yang berlarut-larut di kawasan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, meskipun gencatan senjata telah disepakati, kondisi lalu lintas kapal yang masih sepi di Selat Hormuz mencerminkan ketidakpastian dan kehati-hatian para pelaku industri pelayaran. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia, sehingga ketegangan di wilayah ini selalu berdampak luas terhadap pasar energi global dan perekonomian internasional.

Sikap saling tuduh antara AS dan Iran juga menunjukkan bahwa meski ada kesepakatan formal, kepercayaan antara kedua pihak masih sangat rapuh. Hal ini berpotensi memperlambat pemulihan aktivitas pelayaran dan perdagangan. Dalam konteks yang lebih luas, perundingan di Pakistan menjadi momentum penting yang harus dipantau, karena hasilnya akan menentukan apakah konflik ini bisa benar-benar mereda atau kembali memanas.

Publik dan pelaku industri harus terus memantau perkembangan ini, karena stabilitas di Selat Hormuz sangat krusial bagi keamanan energi global dan hubungan diplomatik antara negara-negara besar di Timur Tengah dan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad