Donald Trump Kesal Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

Apr 10, 2026 - 14:01
 0  13
Donald Trump Kesal Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan kekesalannya terhadap rencana Iran untuk memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak. Pernyataan ini muncul usai Iran setuju membuka jalur pelayaran strategis tersebut secara penuh.

Ad
Ad

Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

Menurut laporan dari CNN Indonesia, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran pada Selasa (7/4) malam waktu setempat dengan syarat Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera. Trump menegaskan, "PEMBUKAAN Selat Hormuz yang LENGKAP, SEGERA, dan AMAN."

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Iran membatasi lalu lintas kapal di jalur tersebut yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Meski kini sudah dibuka kembali, Iran tetap mengawasi ketat pergerakan kapal tanker di selat yang menjadi titik kunci perdagangan energi global itu.

Kontroversi Pemungutan Biaya dengan Mata Uang Kripto

Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa pembukaan Selat Hormuz oleh Iran akan diiringi dengan penerapan pungutan biaya kepada perusahaan pelayaran yang melintasi perairan tersebut. Uniknya, biaya ini akan dikenakan dengan menggunakan mata uang kripto, sebuah langkah yang menimbulkan kontroversi dan reaksi keras dari AS.

Trump secara terbuka mengkritik rencana ini. Dalam unggahan di media sosial pada Kamis (9/4), ia mengatakan:

"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukannya, dan jika memang melakukannya, mereka harus segera berhenti!"

Isu Senjata Nuklir dan Klaim Trump

Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung isu program senjata nuklir Iran. Ia mengklaim keberhasilannya dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir menjadi alasan utama mengapa minyak bisa segera mengalir tanpa terlalu bergantung pada Iran.

"Karena saya, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR dan, dengan sangat cepat, Anda akan melihat minyak mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran dan, bagi saya, itu tidak ada bedanya," tutur Trump dengan percaya diri.

Selain itu, Trump menanggapi kritik dari dewan redaksi The Wall Street Journal yang menyebutnya terlalu cepat menyatakan kemenangan atas Iran. Trump menegaskan, "Sebenarnya, ini adalah Kemenangan, dan tidak ada yang 'terlalu dini' tentang itu!"

Implikasi Global dan Ekonomi

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia, terutama untuk transportasi minyak mentah. Sekitar seperlima minyak dunia melewati selat ini, sehingga pengelolaan dan keamanan jalur ini menjadi perhatian global. Rencana Iran memungut biaya dengan mata uang kripto menandai langkah baru yang dapat mengubah dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

  • Dampak langsung bagi perusahaan pelayaran internasional yang harus menyesuaikan biaya operasional.
  • Potensi meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran terkait kontrol jalur pelayaran strategis.
  • Pengaruh terhadap harga minyak global akibat ketidakpastian pasokan.
  • Penggunaan mata uang kripto sebagai alat pungutan yang menambah kompleksitas regulasi dan keamanan transaksi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, reaksi keras Donald Trump terhadap rencana Iran memungut biaya di Selat Hormuz mencerminkan kepentingan strategis AS yang sangat besar terhadap jalur pelayaran ini. Langkah Iran menggunakan mata uang kripto bukan hanya soal pungutan biaya, tetapi juga upaya untuk menghindari sanksi ekonomi internasional yang selama ini membatasi aktivitas keuangan Teheran.

Kebijakan tersebut dapat memicu eskalasi baru dalam hubungan Iran-AS, terutama jika AS menanggapinya dengan sanksi tambahan atau tindakan militer. Selain itu, langkah ini bisa menjadi preseden bagi negara lain yang ingin mengatur jalur perdagangan internasional dengan cara serupa, yang berpotensi mengganggu arus perdagangan global.

Ke depan, penting untuk terus memantau perkembangan kebijakan Iran di Selat Hormuz dan respons dari komunitas internasional. Apakah Iran akan tetap pada rencananya atau memilih mengalah demi stabilitas kawasan? Bagaimana AS dan sekutunya akan menanggapi kebijakan pungutan biaya ini? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi kunci dalam menentukan arah geopolitik dan ekonomi regional di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad