Paul Pierce Sebut Rekor Nikola Jokic Lebih Sulit Dari Cetak 100 Poin
Nikola Jokic kembali mencatatkan prestasi luar biasa di NBA musim 2025-2026. Menurut legenda NBA Paul Pierce, rekor yang dibuat Jokic saat ini jauh lebih sulit dipecahkan dibandingkan dengan rekor mencetak 100 poin dalam satu pertandingan yang dipegang oleh Wilt Chamberlain sejak tahun 1962.
Jokic Memimpin Liga dalam Rebound dan Asis
Dalam musim ini, Jokic berhasil memimpin liga dalam dua kategori statistik penting sekaligus, yaitu rebound dan asis. Rata-rata Jokic per gim mencapai 12,9 rebound dan 10,9 asis, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah NBA. Selain itu, Jokic juga mencatatkan rata-rata 27,8 poin per gim yang menempatkannya di posisi kedelapan dalam daftar pencetak poin tertinggi musim ini.
Prestasi ini menjadikan Jokic bukan hanya sebagai pemain serba bisa, tetapi juga sebagai figur dominan yang memengaruhi banyak aspek permainan, mulai dari penguasaan bola, distribusi, hingga mencetak poin.
Paul Pierce: Rekor Ini Lebih Sulit Dari Cetak 100 Poin
Dalam podcast No Fouls Given, Paul Pierce menyatakan kekagumannya terhadap pencapaian Jokic. Menurutnya, menjadi pemimpin liga dalam rebound dan asis sekaligus merupakan rekor yang jauh lebih sulit dicapai daripada mencetak 100 poin dalam satu pertandingan.
"Anda akan memiliki peluang lebih besar untuk mencetak 100 poin dalam satu pertandingan daripada memiliki pemain yang memimpin liga dalam asis dan rebound. Apakah itu tidak berpengaruh? Ini bukan kritik terhadap Shai Gilgeous-Alexander, hanya saja seharusnya tidak ada perbedaan sebesar ini. Harusnya jauh lebih dekat," ujar Pierce, yang merupakan MVP NBA 2008.
Paul Pierce juga membandingkan dengan pemain lain seperti Russell Westbrook, yang empat kali mencatat tripel-dobel dan tiga kali menjadi pemimpin asis, namun tidak pernah menjadi pemimpin rebound dalam musim yang sama.
Perbandingan dengan Rekor 100 Poin dan Situasi MVP NBA 2026
Rekor mencetak 100 poin dalam satu pertandingan masih dipegang oleh Wilt Chamberlain sejak 2 Maret 1962. Sementara itu, pencetak poin tertinggi kedua dalam satu pertandingan adalah Kobe Bryant dengan 81 poin pada 22 Januari 2006. Baru-baru ini, Bam Adebayo mencetak 83 poin dalam kemenangan Miami Heat 150-129 atas Washington Wizards pada 10 Maret 2026.
Meski begitu, Jokic justru berada di posisi ketiga dalam peringkat MVP NBA 2026 saat ini. Victor Wembanyama dari San Antonio Spurs memimpin peringkat, menggeser Shai Gilgeous-Alexander yang memiliki rata-rata poin tertinggi kedua dengan 33,2 poin per gim.
Jokic juga baru saja membawa Denver Nuggets meraih 10 kemenangan beruntun untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, yang mengangkat posisi Nuggets ke peringkat ketiga wilayah Barat dengan rekor 52-28, mengungguli Lakers dan tim lainnya yang memiliki rekor 51-29.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pencapaian Jokic yang memimpin liga dalam rebound dan asis secara bersamaan menunjukkan evolusi peran pemain big man di era modern NBA. Tidak hanya sebagai pengumpul poin dan rebound, Jokic memperlihatkan peran playmaker yang sangat penting bagi timnya, sebuah kombinasi yang sangat langka dan sulit ditiru.
Namun, fakta bahwa Jokic masih berada di posisi ketiga dalam peringkat MVP menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kriteria penilaian MVP saat ini. Mungkin ada kecenderungan pengaruh poin per gim saja yang diutamakan, sementara kontribusi total dalam aspek rebound dan asis belum mendapat apresiasi penuh. Hal ini bisa menjadi diskusi menarik bagi para pengamat dan penggemar NBA ke depan.
Ke depannya, patut diantisipasi bagaimana performa Jokic dan pesaingnya seperti Wembanyama dan Gilgeous-Alexander dalam perebutan MVP. Apakah Jokic akan mampu mempertahankan dominasi statistiknya dan mendapatkan pengakuan yang lebih besar? Dan apakah akan ada pemain lain yang mampu menyaingi rekor unik ini? Simak terus perkembangannya di situs resmi NBA dan berita olahraga terpercaya seperti Mainbasket.com dan ESPN NBA.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0