Kenapa Warga Iran yang Mendukung AS-Israel Kini Kutuk Serangan ke Negaranya?

Apr 12, 2026 - 10:40
 0  5
Kenapa Warga Iran yang Mendukung AS-Israel Kini Kutuk Serangan ke Negaranya?

Warga Iran yang semula mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam usaha menumbangkan rezim kini berbalik mengecam aksi militer yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan parah di negaranya. Perubahan sikap ini mencerminkan kompleksitas konflik di Timur Tengah dan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat sipil Iran.

Ad
Ad

Awal Dukungan Warga Iran terhadap AS dan Israel

Banyak warga Iran, terutama generasi muda, awalnya memandang intervensi Amerika Serikat dan Israel sebagai sebuah peluang untuk mengakhiri kekuasaan rezim yang sudah lama berkuasa, yang dianggap represif dan korup. Leila (nama samaran), seorang perempuan berusia 25 tahun, mengungkapkan harapannya bahwa masa depan Iran akan berubah drastis setelah runtuhnya rezim.

"Saya pikir ini sudah berakhir. Saya pikir Republik Islam akhirnya akan berakhir," ucap Leila. Dia bahkan yakin bahwa AS dan Israel telah bersepakat dengan tokoh oposisi Reza Pahlavi untuk masa depan Iran.

Harapan serupa juga muncul dari kalangan mahasiswa yang percaya pada zaman baru setelah serangan AS dan Israel yang menargetkan pusat kekuasaan Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut pada awalnya dianggap sebagai langkah cepat untuk menggulingkan rezim.

Serangan yang Menghancurkan dan Mengubah Sikap

Namun, serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel ternyata jauh lebih destruktif daripada yang dibayangkan. Selain menewaskan tokoh-tokoh penting, serangan tersebut menghantam fasilitas umum seperti jembatan, jalur kereta api, depot minyak, blok perumahan, toko, bahkan sekolah. Hal ini menyebabkan kematian ratusan warga sipil dan kerusakan infrastruktur vital yang luas.

Leila mempertanyakan efektivitas serangan tersebut. "Mengapa mereka menyerang jembatan? Mengapa menghancurkan jalur kereta api? Mengapa menargetkan depot minyak? Bagaimana itu bisa membantu mengubah pemerintahan?" katanya dengan nada kecewa.

Amir, seorang mahasiswa Universitas Teheran, juga menyuarakan kekecewaannya.

"Mereka juga berbohong! Sama seperti rezim yang telah berbohong kepada kita,"
katanya. "Kalian semua lebih buruk satu sama lain," tambahnya, menunjuk pada ketidakpercayaan terhadap semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Dampak Korban Jiwa dan Kerusakan yang Meluas

Menurut laporan resmi pemerintah Iran, sebanyak 3.117 orang tewas akibat konflik, termasuk demonstran, aparat keamanan, dan warga sipil. Namun, organisasi HAM yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency, memperkirakan korban jiwa bisa mencapai 7.015 orang. Angka ini menunjukkan betapa parahnya dampak serangan udara terhadap populasi sipil.

Ali, pria berusia 29 tahun, yang awalnya mendukung perubahan melalui kekerasan, kini merasakan dilema yang sama dengan Leila. Ketegangan dan ketidakpastian masa depan membuat warga Iran semakin tertekan.

"Aku merasa lebih buruk saat sendirian. Kematian Khamenei telah meninggalkan kami dengan perasaan hampa yang aneh, seolah-olah aku sekarang dipaksa untuk memikirkan masa depan yang tampak kacau,"
tutur Amir.

Protes dan Perlawanan Warga Iran terhadap Serangan Asing

Menghadapi serangan yang brutal dari luar negeri, masyarakat Iran yang awalnya menginginkan perubahan kini mulai memperlihatkan sikap kritis terhadap AS dan Israel. Beberapa warga bahkan berani melakukan aksi nyata, seperti memasang rantai manusia di depan pembangkit listrik yang menjadi target serangan untuk melindungi fasilitas publik tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap intervensi asing untuk menggulingkan rezim tidak selalu sejalan dengan kepentingan rakyat yang terkena dampak langsung. Warga Iran tampaknya menolak kekerasan dan kehancuran yang menyertai serangan tersebut, meskipun mereka menentang rezim yang berkuasa.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perubahan sikap warga Iran ini menggarisbawahi dilema utama dalam konflik yang melibatkan intervensi asing: ketidakpastian hasil yang diinginkan dan dampak buruk bagi masyarakat sipil. Warga yang berharap pada perubahan cepat justru mendapati realitas pahit berupa kematian massal dan kerusakan infrastruktur yang memperburuk kondisi kehidupan mereka.

Fenomena ini juga mengindikasikan bahwa dukungan terhadap kekuatan asing harus diimbangi dengan kepedulian terhadap dampak kemanusiaan. Selain itu, perlawanan warga terhadap serangan juga menegaskan pentingnya solusi politik yang melibatkan semua pihak secara inklusif, bukan sekadar penggulingan rezim dengan cara kekerasan dan destruktif.

Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana dinamika internal Iran berkembang setelah serangan dan bagaimana respons politik internasional terhadap situasi ini. Perubahan rezim tanpa stabilitas dan kesejahteraan rakyat berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan, yang justru merugikan seluruh lapisan masyarakat Iran.

Untuk informasi lebih lengkap dan terbaru, Anda dapat membaca artikel asli di CNN Indonesia dan mengikuti perkembangan dari sumber berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad