Shin Tae-yong Ungkap VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD Tahun 2020

Apr 12, 2026 - 07:40
 0  3
Shin Tae-yong Ungkap VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Anak SD Tahun 2020

Shin Tae-yong, pelatih kepala Timnas Indonesia, mengungkap kondisi fisik para pemain saat dia mulai melatih pada tahun 2020 sangat memprihatinkan. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari channel YouTube Vindes pada Minggu, 12 April 2026, Shin Tae-yong menyebut bahwa nilai VO2 max mayoritas pemain Timnas Indonesia pada saat itu hanya sekitar 30, angka yang menurutnya setara dengan anak-anak Sekolah Dasar (SD).

Ad
Ad

Apa Itu VO2 Max dan Mengapa Penting untuk Pemain Sepakbola?

VO2 max merupakan indikator yang menunjukkan volume maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh selama aktivitas fisik intens. Dalam dunia sepakbola, VO2 max menjadi tolok ukur penting untuk menilai daya tahan dan kemampuan fisik pemain dalam bertahan sepanjang pertandingan yang penuh tekanan dan kecepatan tinggi.

Semakin tinggi nilai VO2 max seorang pemain, semakin baik kemampuannya mengelola oksigen dan bertahan dalam pertandingan. Oleh karena itu, standar minimal VO2 max untuk pemain sepakbola profesional biasanya berada di angka 60 ke atas.

Pengalaman Shin Tae-yong Saat Memulai Latihan di 2020

Saat mulai memimpin Timnas Indonesia, Shin Tae-yong melakukan mid test untuk mengukur VO2 max para pemain. Ia mengaku terkejut karena rata-rata hanya di bawah 30, bahkan beberapa pemain hanya mencapai angka 35.

"Waktu awal training camp Timnas Indonesia, saya melakukan mid test. Sebagai seorang pemain, seharusnya rata-rata VO2 max di angka 60 lebih. Tetapi, saat itu ketika dites, mereka cuma berada di bawah 30 dan ada juga yang 35," ujar Shin Tae-yong.

Menurutnya, nilai VO2 max sebesar 30 biasanya dimiliki oleh pemain-pemain berusia SD hingga SMP, sementara pemain SMA biasanya memiliki angka antara 40-50. Kondisi ini mencerminkan tingkat kebugaran yang rendah dan menjadi salah satu alasan mengapa para pemain tersebut mudah lelah dan cepat menyerah dalam pertandingan.

"Pemain-pemain itu memang malas lari dan gampang menyerah. Pemain-pemain itu akhirnya pelan-pelan disingkirkan (dari Timnas Indonesia)," tambahnya.

Langkah Ekstrem Potong Generasi dan Pembinaan Pemain Muda

Melihat kondisi tersebut, Shin Tae-yong mengambil langkah drastis dengan melakukan pemotongan generasi pemain. Ia lebih memilih untuk membangun skuad yang mayoritas merupakan pemain muda kelahiran akhir 1990-an dan awal 2000-an. Langkah ini dianggap lebih efektif untuk menanamkan filosofi bermain sekaligus meningkatkan kondisi fisik Timnas Indonesia.

  • Beberapa nama pemain muda yang dipanggil antara lain Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rizki Ridho, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana Vikri.
  • Dengan skuad yang lebih muda, Shin Tae-yong lebih leluasa menerapkan metode latihan yang ketat dan fokus pada peningkatan kebugaran fisik.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Kondisi VO2 max yang rendah pada tahun 2020 menjelaskan tantangan besar yang dihadapi sepakbola Indonesia dari sisi kebugaran fisik pemain. Namun, langkah strategis Shin Tae-yong dalam membangun generasi muda menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kualitas Timnas Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya dari teknik tapi juga fisik.

Perubahan ini diharapkan akan berdampak positif pada performa Timnas di berbagai kompetisi internasional mendatang, meningkatkan daya saing dan daya tahan pemain selama pertandingan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan Shin Tae-yong mengenai kondisi VO2 max yang setara siswa SD pada pemain Timnas Indonesia tahun 2020 membuka mata publik tentang betapa krusialnya kebugaran fisik dalam sepakbola modern. Ini bukan sekadar masalah teknik atau strategi, tapi fondasi fisik yang harus dibangun sejak dini agar bisa bersaing di level internasional.

Langkah pemotongan generasi dan penyerapan talenta muda adalah game-changer yang patut diapresiasi. Namun, prosesnya bukan tanpa tantangan karena membutuhkan waktu dan konsistensi dalam pengembangan. Publik dan stakeholder sepakbola nasional perlu memberi dukungan penuh agar pembinaan berkelanjutan ini berhasil.

Ke depan, kita harus mengamati apakah peningkatan VO2 max dan kebugaran fisik ini terus meningkat dan berimbas pada prestasi Timnas Indonesia. Perhatian terhadap aspek kesehatan dan kebugaran pemain harus menjadi prioritas agar Indonesia tidak lagi tertinggal dalam kompetisi regional maupun global.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat melihat berita lengkapnya di sumber resmi Okezone Bola.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad