Menhan Pakistan Sebut Israel Kanker Jelang Perundingan Damai Iran-AS, Kantor Netanyahu Geram
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif membuat pernyataan kontroversial yang menyebut Israel sebagai kanker, tepat menjelang perundingan damai penting antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang akan digelar di Islamabad.
Kontroversi Pernyataan Khawaja Asif
Pada awal April 2026, Khawaja Asif melalui akun media sosialnya di platform X (sebelumnya Twitter) menyampaikan kritik keras terhadap Israel, yang selama ini menjadi sekutu utama AS di Timur Tengah. Asif melabeli Israel sebagai "iblis dan kutukan bagi kemanusiaan", menyebut negara tersebut sebagai sumber konflik dan kekerasan di wilayah tersebut.
Ia menyatakan, "Warga tak bersalah telah dibunuh oleh Israel, pertama di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon. Pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," seperti dikutip dari Kompas TV.
Lebih jauh, Asif berharap agar negara Israel yang dibentuk di tanah Palestina itu lenyap, dengan ungkapan yang sangat keras, "Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina untuk menyingkirkan orang Yahudi Eropa, terbakar di neraka." Pernyataan tersebut langsung memicu polemik dan kritik tajam.
Reaksi Keras dari Pemerintah Israel
Kemarahan datang langsung dari kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menilai pernyataan Khawaja Asif tidak dapat ditoleransi, apalagi dari pejabat negara yang mengklaim sebagai mediator perdamaian.
"Seruan untuk pemusnahan Israel adalah hal yang keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," ujar juru bicara kantor PM Netanyahu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, mengecam pernyataan tersebut sebagai bentuk fitnah anti-Semit yang terang-terangan. Ia menegaskan bahwa menyebut Israel sebagai kanker sama dengan menyerukan pemusnahan negara tersebut.
"Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya," tegas Sa'ar.
Meski cuitan kontroversial itu sudah dihapus oleh Khawaja Asif, ia belum memberikan permintaan maaf resmi atas pernyataan tersebut.
Konteks Perundingan Damai Iran-AS di Islamabad
Perundingan damai yang akan berlangsung di Pakistan ini merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah bertahun-tahun konflik yang melibatkan berbagai kepentingan regional dan internasional.
Israel, yang selama ini menentang keras kebijakan Iran dan memiliki hubungan erat dengan AS, dianggap sebagai salah satu penghambat utama proses perdamaian di kawasan Timur Tengah. Oleh sebab itu, pernyataan Khawaja Asif yang sangat keras terhadap Israel menjadi sorotan tajam karena dinilai dapat memperumit diplomasi yang tengah berjalan.
Implikasi dan Dampak Pernyataan Khawaja Asif
Berikut ini beberapa dampak penting dari pernyataan kontroversial ini:
- Ketegangan Diplomatik: Pernyataan tersebut menambah ketegangan antara Pakistan dan Israel, serta berpotensi menimbulkan gesekan dengan AS sebagai sekutu Israel.
- Pengaruh Terhadap Perundingan Damai: Sikap keras dari pejabat Pakistan dapat mengurangi kepercayaan kedua belah pihak yang sedang berdialog, dan menghambat proses perdamaian.
- Reaksi Publik dan Internasional: Dunia internasional, khususnya negara-negara Barat dan sekutu Israel, kemungkinan besar akan mengkritik keras pernyataan tersebut, menimbulkan tekanan diplomatik terhadap Pakistan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bukan hanya sekadar ekspresi pribadi, tetapi juga mencerminkan sikap politik yang bisa memperumit jalannya diplomasi internasional, terutama dalam konteks sensitif seperti negosiasi damai Iran-AS.
Pakistan selama ini berupaya memainkan peran sebagai mediator di kawasan, namun pernyataan keras ini bisa mengikis posisi netralitas yang selama ini mereka klaim. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini berpotensi mengisolasi Pakistan dari proses perdamaian yang lebih luas dan merusak hubungan dengan negara-negara Barat.
Ke depan, penting untuk melihat bagaimana respons resmi pemerintah Pakistan, apakah akan ada klarifikasi atau permintaan maaf yang bisa meredam ketegangan. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi peringatan bahwa diplomasi publik melalui media sosial harus dikelola dengan sangat hati-hati, terutama oleh pejabat tinggi negara.
Untuk perkembangan terbaru mengenai perundingan damai Iran-AS dan reaksi dunia internasional terhadap pernyataan kontroversial ini, pembaca disarankan terus mengikuti berita terbaru dari sumber terpercaya seperti Kompas TV dan media internasional lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0