Peramal India Ramalkan Nasib Indonesia, Ramalannya Jadi Kenyataan Mengejutkan

Apr 11, 2026 - 18:50
 0  4
Peramal India Ramalkan Nasib Indonesia, Ramalannya Jadi Kenyataan Mengejutkan

Ramalan peramal India terkait nasib Indonesia ternyata bukan sekadar cerita mistis belaka. Sejarah mencatat, seorang peramal asal India pernah membuat prediksi mengejutkan tentang sosok pemimpin masa depan Indonesia yang ternyata benar-benar terjadi. Kisah ini bermula pada tahun 1965, ketika Siti Hartinah, istri Mayor Jenderal Soeharto, menerima kunjungan seorang pria yang mengaku sebagai penjual batu akik sekaligus peramal.

Ad
Ad

Awal Pertemuan Peramal India dengan Siti Hartinah

Peristiwa unik ini terjadi di rumah Siti Hartinah di Jalan Agus Salim, Jakarta. Pria berpenampilan khas keturunan India itu datang dengan membawa kotak berisi batu-batu permata berwarna-warni. Awalnya, Hartinah tidak tertarik dan ingin pria tersebut pergi. Namun, setelah pria itu mengungkapkan dirinya juga seorang peramal, rasa penasaran Hartinah muncul sehingga ia bersedia mendengarkan ramalan tersebut meskipun hanya sebagai iseng belaka.

"Sekadar mengisi keisengan saya setuju saja," ungkap Siti Hartinah dalam buku Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia (1992).

Ramalan Mengejutkan Tentang Masa Depan Soeharto

Setelah melakukan ritual tertentu, peramal tersebut mulai meramalkan masa lalu dan masa depan keluarga Hartinah. Ia berhasil menebak masa lalu keluarga dengan tepat, sehingga membuat Hartinah terkejut dan semakin mendengarkan dengan serius. Berikut ramalan yang diungkapkan:

"Madam, suami madam akan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan Presiden yang sekarang," kata peramal tersebut, merujuk pada Presiden Soekarno.

Pada waktu itu, Soeharto masih berstatus sebagai prajurit TNI AD, dan kemungkinan menjadi presiden terkesan sangat kecil. Mendengar ramalan ini, Hartinah tidak langsung percaya dan menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.

Harga Ramalan dan Kenyataan yang Terjadi

Setelah ramalan selesai, peramal meminta bayaran sebesar Rp40 ribu, jumlah yang cukup besar pada masa itu. Meskipun terkejut, Hartinah tetap memberikan uang tersebut untuk menghindari perdebatan. Ramalan ini kemudian menjadi kenyataan ketika situasi politik Indonesia berubah drastis pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Soeharto naik ke puncak kepemimpinan Indonesia dan secara resmi menjadi Presiden Indonesia ke-2 pada tahun 1968. Ramalan peramal India itu terbukti akurat dan menjadi salah satu kisah menarik dalam sejarah Indonesia.

Jejak Peramal Setelah Ramalan Terbukti

Setelah Siti Hartinah menjadi ibu negara, ia mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan pria peramal tersebut. Bahkan, selama masa kepemimpinan Soeharto, sosok peramal itu tidak pernah muncul kembali, membuat kisah tersebut semakin misterius namun penuh makna.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ramalan ini bukan sekadar kebetulan atau takhayul semata, melainkan mencerminkan bagaimana faktor budaya dan kepercayaan dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap sejarah dan politik. Ramalan tersebut menjadi simbol harapan dan tanda akan perubahan besar di Indonesia yang saat itu tengah dilanda ketidakpastian politik.

Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa di tengah situasi genting, kepercayaan dan harapan bisa menjadi kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertahan dan melangkah maju. Selain itu, ramalan seperti ini kerap menjadi bahan refleksi bagi masyarakat untuk melihat masa lalu dari sudut yang berbeda.

Ke depan, penting untuk terus mempelajari dan mengkaji bagaimana kepercayaan tradisional dan sejarah politik Indonesia saling terkait, terutama dalam konteks membangun narasi bangsa yang utuh dan beragam. Untuk informasi lengkap tentang kisah ini, Anda bisa membaca berita aslinya di CNBC Indonesia.

Fakta Menarik Seputar Ramalan dan Sejarah Indonesia

  • Ramalan ini disampaikan langsung kepada Siti Hartinah pada tahun 1965.
  • Siti Hartinah adalah istri Mayor Jenderal Soeharto, yang saat itu masih prajurit TNI AD.
  • Peramal menawarkan batu akik dan permata sebelum melakukan ramalan.
  • Ramalan menyebut Soeharto akan sejajar dengan Presiden Soekarno, yang kemudian terbukti pada 1968.
  • Setelah ramalan, peramal tidak pernah lagi terlihat atau menghubungi keluarga Soeharto.

Kisah ramalan ini bukan hanya menjadi cerita menarik, tetapi juga menambah warna pada sejarah politik Indonesia yang penuh liku dan kejutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad