Ro Khanna Sindir Trump Soal Postingan AI dan Absen di Pernikahan Anak

May 24, 2026 - 10:10
 0  7
Ro Khanna Sindir Trump Soal Postingan AI dan Absen di Pernikahan Anak

Presiden Donald Trump menjadi sasaran sindiran dari Wakil Demokrat Ro Khanna setelah mengunggah sebuah gambar hasil artificial intelligence (AI) yang menyerang Khanna pada pagi hari pernikahan anak sulungnya. Trump, yang berusia 79 tahun, memposting gambar Khanna mengenakan kostum domba dengan gigi vampir yang berlebihan, memegang seekor domba dengan spanduk bertuliskan "SLEAZEBAG Ro Khanna Bohong, Bohong, Bohong."

Ad
Ad

Dalam unggahannya, Trump menambahkan julukan "Dumokrat!" dan menegaskan, "Jangan biarkan sleazebag pembohong ini tampil di FoxNews!" namun julukan kontroversial ini tampaknya tidak mendapatkan respon luas.

Sindiran Ro Khanna atas Absen Trump di Pernikahan Anak

Khanna, yang dikenal vokal dalam mendorong pembukaan penuh berkas Epstein, menanggapi unggahan Trump tersebut dengan sindiran yang cukup tajam. Ia mengucapkan selamat kepada Donald Trump Jr atas pernikahannya dan dengan cerdik menyebut, "Maaf jika ini mengganggu ayahmu dengan pekerjaan penting ini." Unggahan ini mengingatkan publik bahwa Trump memilih untuk melewatkan acara pernikahan anaknya yang digelar di sebuah pulau pribadi di Bahamas.

Pernikahan putra Trump, berusia 48 tahun, dengan Bettina Anderson, 39 tahun, menjadi sorotan karena Trump mengumumkan secara mendadak bahwa ia tidak akan hadir. Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan, "Saya sangat ingin hadir bersama Don Jr. dan anggota baru keluarga Trump, calon istri Bettina, namun keadaan terkait pemerintahan dan cinta saya untuk Amerika Serikat membuat saya harus tetap berada di Gedung Putih selama masa yang penting ini."

Kontroversi Postingan AI dan Serangan Balik

Sebelumnya, pada hari Jumat, Trump juga membagikan video AI yang menampilkan pembawa acara malam Stephen Colbert, yang menyerang Colbert dan membuangnya ke dalam tempat sampah raksasa setelah acara Colbert berakhir di CBS. Ini menunjukkan pola Trump menggunakan teknologi AI untuk menyerang lawan politik dan media.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump telah berulang kali menargetkan Khanna dan pembawa acara Fox News Jacqui Heinrich dengan gambar bertema domba yang sama dan tuduhan bohong. Contohnya, Trump pernah menulis, "Anda bisa mendengarkan FoxNews sepanjang hari, tapi ketika Anda mendengar SLEAZEBAG seperti Kongresman Ro Khanna, 'serigala berbulu domba,' BOHONG, BOHONG, BOHONG, DAN BOHONG LAGI."

Khanna merespons dengan sindiran cerdas, "Orang yang membangun ballroom dengan baja impor seharusnya tidak mengklaim sebagai juara baja Amerika." Ia juga menunjukkan keterbukaannya untuk bekerja lintas partai dengan mengatakan, "Tapi seperti yang anda lihat dari berkas Epstein, saya terbuka untuk kerja sama lintas partai. Jadi bagaimana kalau anda menandatangani RUU baja saya untuk membangun kembali industri baja Amerika?"

Peran Khanna dalam Transparansi Berkas Epstein

Khanna adalah sponsor utama dari Epstein Files Transparency Act yang akhirnya membuka jutaan halaman dokumen dan terus menjadi masalah politik bagi Trump. Kolaborasi lintas partai dalam isu ini juga terlihat antara Khanna dan beberapa anggota Partai Republik seperti Thomas Massie, yang menunjukkan bahwa isu ini memiliki dampak luas dan tidak hanya menjadi perdebatan partisan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan Trump menggunakan teknologi AI pada momen pribadi seperti pernikahan anaknya mengindikasikan strategi yang semakin agresif dan kurang beretika dalam politik modern. Dengan mengorbankan kesempatan untuk hadir dalam peristiwa keluarga penting, Trump menegaskan bahwa fokusnya lebih pada pertarungan politik yang intens dan personal.

Selain itu, sikap Khanna yang tetap menanggapi dengan sindiran tajam sekaligus mengedepankan kolaborasi lintas partai menunjukkan pendekatan politik yang lebih dewasa dan produktif. Ini bisa menjadi contoh bagaimana politikus dapat menyeimbangkan kritik tajam dengan kerja sama konstruktif, terutama dalam isu-isu penting seperti transparansi dan keadilan.

Kedepannya, publik perlu mengawasi bagaimana penggunaan teknologi seperti AI dalam politik dapat mempengaruhi kualitas diskursus publik dan apakah strategi seperti ini akan menjadi norma baru atau justru menimbulkan konsekuensi negatif bagi citra politik para penggunanya.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru, Anda bisa membaca berita aslinya di The Daily Beast dan mengikuti perkembangan berita dari sumber terpercaya seperti CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad