Airbus Inspeksi 16 Pesawat A380 Setelah Ditemukan Retakan di Sayap Emirates-Qantas

Jun 24, 2026 - 20:50
 0  3
Airbus Inspeksi 16 Pesawat A380 Setelah Ditemukan Retakan di Sayap Emirates-Qantas

Airbus mengumumkan akan melakukan inspeksi mendalam terhadap 16 pesawat superjumbo A380 setelah ditemukan retakan pada salah satu komponen utama sayap di lima pesawat yang dioperasikan oleh Emirates dan Qantas. Langkah ini diambil sebagai respons atas perintah dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) yang mewajibkan pemeriksaan mendesak pada struktur wing spar atau balok utama sayap pesawat tersebut.

Ad
Ad

Temuan Retakan dan Instruksi Inspeksi dari EASA

Retakan ditemukan saat pemeriksaan perawatan rutin, tepatnya pada balok struktural yang membentang sepanjang sayap pesawat. Balok ini memiliki fungsi vital sebagai penopang beban aerodinamis utama yang diterima pesawat raksasa bertingkat dua tersebut selama penerbangan. EASA mengeluarkan arahan keselamatan pada Desember 2025 yang memerintahkan inspeksi menyeluruh terkait hal ini.

Menurut pernyataan resmi Airbus pada Selasa (23/6), inspeksi ini harus dimulai dalam 48 jam ke depan dan seluruh perbaikan wajib diselesaikan sebelum pesawat kembali beroperasi. Dari 16 pesawat yang harus diperiksa, 15 di antaranya milik Emirates dan satu milik Qantas, dengan lima pesawat milik Emirates diwajibkan menjalani inspeksi segera.

Emirates dan Qantas, Operator Utama A380

Emirates adalah operator A380 terbesar di dunia, mengoperasikan lebih dari separuh armada A380 yang masih aktif. Sementara itu, Qantas menjadi salah satu maskapai penting yang juga mengoperasikan pesawat jenis ini. Airbus sendiri sudah menghentikan produksi A380 sejak 2021, menjadikan armada yang ada saat ini sangat berharga dan perlu perawatan ekstra agar tetap aman digunakan.

Emirates menegaskan akan berkoordinasi erat dengan Airbus dan otoritas terkait untuk meminimalkan gangguan terhadap jadwal penerbangan. Dalam sebuah pernyataan, Emirates menyatakan,

"Inspeksi akan dimulai dalam 48 jam ke depan dan seluruh pekerjaan yang diperlukan akan diselesaikan sebelum pesawat kembali beroperasi."

Proses Inspeksi dan Dampak pada Operasional

Selain lima pesawat yang harus segera diperiksa, 11 pesawat lainnya wajib menjalani inspeksi sebelum menyelesaikan 13 penerbangan berikutnya atau sekitar 25 siklus operasi. Satu siklus operasi di industri penerbangan mencakup satu penerbangan penuh mulai lepas landas hingga pendaratan.

Airbus juga akan berdiskusi dengan EASA untuk menentukan apakah perbaikan tambahan diperlukan setelah inspeksi. Retakan yang ditemukan dianggap memiliki potensi untuk mengurangi integritas struktural sayap, sehingga penanganan cepat menjadi prioritas untuk menghindari risiko keselamatan penerbangan.

Riwayat Masalah pada Sayap A380

Masalah terkait sayap bukan hal baru bagi Airbus A380. Pada 2012, EASA juga memerintahkan inspeksi seluruh armada A380 setelah ditemukan retakan pada bracket yang menghubungkan lapisan luar sayap dengan rangka internalnya. Inspeksi tersebut menyebabkan program perbaikan besar-besaran yang memakan biaya tinggi bagi Airbus.

Airbus kemudian melakukan perubahan desain pada pesawat yang diproduksi setelah masalah tersebut, dan saat ini semua pesawat dengan riwayat produksi serupa telah diidentifikasi untuk inspeksi lebih lanjut.

Maskapai Pengguna Airbus A380 di Dunia

  • Emirates
  • Singapore Airlines
  • British Airways
  • Qantas
  • Lufthansa
  • Qatar Airways
  • Korean Air
  • Etihad Airways
  • ANA
  • Asiana Airlines

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden retakan pada sayap A380 yang dioperasikan oleh Emirates dan Qantas ini mengingatkan kita akan kompleksitas dan tantangan pemeliharaan armada pesawat superjumbo dalam jangka panjang. Meskipun Airbus sudah menghentikan produksi A380 sejak 2021, armada yang ada masih menjadi tulang punggung operasional bagi beberapa maskapai besar terutama Emirates.

Langkah inspeksi ini menunjukkan betapa pentingnya regulasi ketat dan kontrol kualitas di industri penerbangan, terutama untuk pesawat dengan teknologi dan ukuran sebesar A380. Ini juga menjadi peringatan bahwa pesawat superjumbo memerlukan perhatian khusus dalam hal perawatan struktural agar tetap aman dan andal.

Ke depan, publik dan industri harus terus memantau hasil inspeksi dan perbaikan yang dilakukan. Hal ini akan menjadi indikator penting apakah pesawat A380 dapat terus beroperasi dengan aman atau akan ada dampak jangka panjang terhadap armada superjumbo di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terkini, Anda bisa merujuk pada sumber resmi Airbus dan otoritas keselamatan penerbangan seperti EASA melalui laporan CNN Indonesia serta media internasional lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad