Tips Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk Penanganan Diabetes pada Lansia

Jun 24, 2026 - 16:10
 0  4
Tips Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk Penanganan Diabetes pada Lansia

Diabetes pada lansia adalah kondisi yang memerlukan perhatian khusus karena risiko komplikasi yang tinggi dan perubahan kondisi kesehatan seiring bertambahnya usia. Dalam sesi Healthy Talk "Panduan Cerdas Menghadapi Diabetes pada Lansia" yang disiarkan di YouTube pada 11 Mei 2026, dr. Agus Nurrohman, Sp.PD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bung Karno Surakarta, menjelaskan berbagai tips penting terkait penanganan diabetes pada orang usia 60 tahun ke atas.

Ad
Ad

Karakteristik Diabetes pada Lansia

Menurut dr. Agus, sekitar 30 persen lansia mengalami diabetes. Diabetes pada lansia berbeda dengan usia muda karena sering disertai dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Gejala diabetes pada lansia juga tidak selalu muncul jelas seperti sering haus atau sering kencing, karena neuropati dapat mengaburkan tanda-tanda tersebut.

"Hipoglikemia bisa terjadi tanpa tanda-tanda seperti pusing atau keringat dingin. Penderitanya mungkin hanya tampak diam dan lemas," jelas dr. Agus.

Strategi Penanganan dan Pencegahan Diabetes pada Lansia

Penanganan diabetes pada lansia harus berkelanjutan dan melibatkan beberapa aspek berikut:

  • Penerimaan Diri: Lansia harus menerima bahwa mereka memiliki "sahabat diabetes" sehingga perlu mengubah pola makan dan gaya hidup agar diabetes tidak menjadi musuh.
  • Pengaturan Diet: Mengatur pola makan secara teratur dan sehat sangat penting untuk menjaga gula darah tetap stabil.
  • Kontrol Rutin: Pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsumsi obat sesuai instruksi dokter wajib dilakukan agar pengelolaan diabetes optimal.
  • Peran Caregiver: Karena lansia sering mengalami gangguan kognitif, kehadiran dan perhatian dari caregiver sangat penting untuk memastikan pengobatan dan pola hidup dijalankan dengan benar.
  • Aktivitas Fisik Ringan: Olahraga ringan dianjurkan untuk mencegah kekakuan otot dan komplikasi lain seperti dekubitus.

Peran Penting Caregiver dalam Penanganan Diabetes Lansia

Dr. Agus menekankan bahwa peran caregiver sangat krusial karena lansia dengan diabetes sering lupa minum obat atau makan. Caregiver harus selalu memantau gejala, memastikan obat diminum tepat waktu, dan menyediakan alat cek gula darah di rumah.

"Kadang gejalanya tidak jelas, jadi perhatian dari pendamping adalah kunci supaya tidak terjadi komplikasi berbahaya," ujarnya.

Target Terapi dan Pengobatan yang Sesuai

Target pengobatan gula darah pada lansia berbeda dari orang muda:

  • Untuk lansia aktif, target HbA1c di bawah 7,5 persen.
  • Untuk lansia dengan banyak komplikasi, target HbA1c bisa lebih longgar yaitu di bawah 8,5 persen.

Pengobatan yang paling aman menurut dr. Agus adalah penggunaan insulin karena efek sampingnya hanya hipoglikemia. Obat oral juga dapat diberikan dengan penyesuaian kondisi ginjal dan hati.

Kesimpulan dan Pentingnya Edukasi

Kesadaran dan edukasi menjadi kunci utama keberhasilan penanganan diabetes pada lansia. Dengan pola makan yang teratur, kontrol rutin, pengobatan tepat, dan dukungan keluarga, lansia yang hidup dengan diabetes tetap bisa menikmati kualitas hidup yang baik.

"Orang lansia harus menerima bahwa diabetes adalah 'sahabat' mereka, bukan musuh, sehingga bisa hidup lebih sehat dan terkontrol,"

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penanganan diabetes pada lansia memerlukan pendekatan yang holistik dan humanis. Tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga psikologis dan sosial, terutama dengan peran caregiver yang harus diperkuat. Diabetes bukan sekadar penyakit gula, tetapi sebuah kondisi kronis yang butuh manajemen seumur hidup.

Seringkali, diabetes pada lansia diabaikan karena gejala yang tidak khas dan keterbatasan kemampuan fisik maupun kognitif penderita. Ini berpotensi menyebabkan komplikasi berat yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, edukasi kepada keluarga dan pendamping adalah investasi penting untuk mencegah beban kesehatan yang lebih berat di masa depan.

Ke depan, pemerintah dan fasilitas kesehatan harus memperkuat program edukasi dan dukungan bagi lansia dengan diabetes, termasuk menyediakan akses mudah ke pemeriksaan rutin dan terapi yang sesuai. Masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran bahwa diabetes lansia membutuhkan perhatian khusus yang berbeda dengan pasien muda.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber asli di TribunHealth.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad