3 Presiden AS Tolak Ajakan Netanyahu Serang Iran, Hanya Trump yang Setuju

Apr 11, 2026 - 19:10
 0  3
3 Presiden AS Tolak Ajakan Netanyahu Serang Iran, Hanya Trump yang Setuju

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Namun, menurut pengakuan mantan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, hanya satu presiden AS yang menyetujui seruan tersebut, yaitu Donald Trump. Sementara itu, tiga presiden AS sebelumnya menolak ajakan ini.

Ad
Ad

Netanyahu dan Tekanan Militer ke Iran

Dalam sebuah wawancara eksklusif di program The Briefing with Jen Psaki pada Jumat (10/4), John Kerry mengungkapkan bahwa Netanyahu secara langsung mengajukan proposal serangan militer ke sejumlah presiden AS terdahulu, termasuk George W. Bush, Barack Obama, dan Joe Biden. Meski demikian, semua menolak ajakan tersebut.

"Dia [Netanyahu] ingin kami menyerang [Iran]," kata Kerry seperti dikutip dari Anadolu.

Kerry menjelaskan bahwa Netanyahu menyampaikan apa yang disebutnya sebagai "presentasi empat poin". Dalam proposal tersebut, Netanyahu berargumen bahwa serangan militer akan dapat membunuh jajaran pimpinan tertinggi Iran, memicu perubahan rezim, serta menghancurkan kekuatan militer negara tersebut.

Keputusan Kontroversial Donald Trump

Berbeda dengan pendahulunya, Donald Trump menjadi satu-satunya presiden AS yang akhirnya setuju melaksanakan serangan militer ke Iran berdasarkan ajakan Netanyahu. Pada 28 Februari lalu, operasi militer bersama antara AS dan Israel diluncurkan dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah tokoh politik dan militer senior lainnya.

Tragedi ini tidak hanya menewaskan para pemimpin, tetapi juga berdampak tragis pada masyarakat sipil. Ratusan anak sekolah dasar di Iran menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.

Konsekuensi Konflik dan Krisis Regional

Serangan ini memicu eskalasi serius di kawasan Timur Tengah. Iran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan menggunakan drone dan rudal ke target-target di Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Selain itu, Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, sehingga memicu krisis energi global.

  • Serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk
  • Pembatasan navigasi di Selat Hormuz
  • Krisis energi dan kenaikan harga minyak dunia
  • Ketegangan militer meningkat di kawasan

Upaya Perdamaian dan Gencatan Senjata

Setelah 40 hari konflik yang berkecamuk, muncul harapan penyelesaian damai. Pada Rabu (8/4), Pakistan, bersama Turki, China, Arab Saudi, dan Mesir, berhasil memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara AS dan Iran.

Gencatan senjata ini membuka jalan bagi pertemuan penting yang dijadwalkan di Islamabad pada Sabtu (11/4). Pertemuan tersebut diharapkan dapat merundingkan perdamaian jangka panjang, yang sangat krusial untuk mencegah terjadinya konflik lebih luas dan destruktif di Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan John Kerry ini memberikan gambaran jelas tentang dinamika politik tingkat tinggi antara AS dan Israel terkait kebijakan terhadap Iran. Hanya Donald Trump yang memilih jalur militer, yang kemudian berujung pada eskalasi besar dan korban jiwa yang sangat tragis, termasuk anak-anak sipil.

Keputusan Trump ini menjadi titik balik yang menyebabkan ketegangan regional meningkat drastis dan memperburuk keamanan energi global. Hal ini juga menunjukkan bahwa keputusan strategis militer yang diambil berdasarkan tekanan dari negara sahabat dapat menimbulkan konsekuensi luas yang tidak dipertimbangkan secara matang.

Ke depan, pertemuan di Islamabad harus menjadi momentum penting untuk meredam konflik dan menghindari perang terbuka yang lebih besar. Publik dan pengambil kebijakan dunia perlu memantau hasil perundingan ini dengan seksama sebagai penentu arah stabilitas kawasan dan keamanan global.

Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terbaru terkait konflik ini, simak laporan langsung dari CNN Indonesia serta sumber berita internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad