Belasan Anggota DPR Aktif Segera Merapat ke Partai PSI, Bukan Hanya dari Nasdem
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menjadi magnet bagi sejumlah anggota DPR aktif yang dikabarkan akan segera bergabung. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebut ada sekitar 15 sampai 20 anggota DPR yang berencana pindah ke partai berlambang gajah tersebut. Menariknya, mereka tidak hanya berasal dari Partai Nasdem, melainkan dari berbagai partai lain.
Puluhan Anggota DPR Aktif Siap Merapat ke PSI
Bestari Barus mengungkapkan, perpindahan kader ini sudah terjadi dan baru-baru ini disusul oleh tokoh penting seperti Rusdi Masse, yang merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia bahkan rela meninggalkan jabatannya demi bergabung dengan PSI.
"(Kader Nasdem pindah ke PSI?) Banyak sekali yang berpindah. Contohnya salah satunya kan saya. Terus ada lagi yang masih aktif, Rusdi Masse. Ya, yang Wakil Ketua Komisi III pindah sekarang ke PSI dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ah itu biasa saja, masih ada 15 sampai 20 (orang) lagi yang mau pindah," kata Bestari, Senin (13/4/2026).
Meskipun demikian, Bestari enggan merinci identitas lengkap para anggota DPR tersebut maupun partai asal mereka. Ia tetap menegaskan bahwa perpindahan ini melibatkan belasan politisi aktif yang siap memperkuat barisan PSI.
Presiden Jokowi Jadi Magnet Utama Pendorong Perpindahan
Saat ditanya mengenai alasan di balik migrasi politik ini, Bestari menegaskan bahwa peran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebagai patron PSI menjadi faktor utama yang menarik minat para politisi. Keberadaan Jokowi dianggap sebagai game-changer yang menggugah banyak politisi untuk bergabung dan membangun kekuatan baru di panggung politik nasional.
"Semenjak diketahuinya bahwa Pak Jokowi ini menjadi patron daripada PSI, maka itu sangat menggugah perasaan banyak politisi untuk bisa bergabung bersama PSI ke depan karena adanya Pak Jokowi juga gitu," jelasnya.
PSI Bantah Isu Jokowi Ingin Ambil Alih Nasdem
Seiring dengan kabar perpindahan anggota DPR, muncul pula isu miring yang menyebut bahwa Presiden Jokowi berencana mengambil alih Partai Nasdem. Bestari Barus dengan tegas membantah hal tersebut dan menganggapnya sebagai upaya sebagian pihak untuk membentuk opini negatif terhadap Presiden dan putra sulungnya, Mas Gibran.
"Nggak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil itu (Nasdem). Itu hanya isu yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berkepentingan untuk membentuk opini publik yang negatif terhadap Pak Jokowi dan Mas Gibran," tegas Bestari.
Seorang mantan kader Nasdem, Bestari juga berharap agar partai yang pernah membesarkannya tersebut bisa segera melakukan konsolidasi internal agar menghadapi dinamika politik ke depan dengan lebih solid.
Implikasi Perpindahan Anggota DPR ke PSI
Perpindahan belasan anggota DPR ini tentu akan membawa dampak signifikan bagi peta politik nasional. Berikut beberapa implikasi yang mungkin muncul:
- Penguatan posisi PSI di parlemen menjelang Pemilu 2029 dengan bertambahnya kader berkualitas.
- Perubahan aliansi politik yang dapat mempengaruhi dinamika koalisi dan strategi partai besar di DPR.
- Pengaruh Jokowi sebagai patron yang semakin menguat dan memperlihatkan arah politik yang diusung oleh tokoh sentral negeri ini.
- Dinamika internal partai asal yang harus beradaptasi menghadapi kehilangan kader penting.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fenomena belasan anggota DPR aktif yang berbondong-bondong merapat ke PSI menandakan adanya pergeseran signifikan dalam lanskap politik Indonesia. Partai gajah ini, dengan dukungan simbolik dari Presiden Jokowi, tampaknya sedang membangun basis kekuatan baru yang potensial untuk menjadi kekuatan utama di parlemen dalam beberapa tahun ke depan.
Ini bukan sekadar soal pergeseran partai biasa, melainkan cerminan bagaimana figur sentral seperti Jokowi mampu mempengaruhi arah politik dengan menjadi patron partai yang menggaet tokoh-tokoh strategis. Perpindahan massal ini juga bisa menjadi sinyal bagi partai-partai lain untuk melakukan konsolidasi internal dan strategi baru agar tetap kompetitif.
Masyarakat dan pengamat politik harus terus memantau perkembangan ini karena bisa berdampak pada kebijakan legislatif dan koalisi pemerintahan. Selain itu, isu-isu seperti rumor pengambilalihan Nasdem oleh Jokowi harus disikapi dengan kritis agar tidak menjadi distraksi dari agenda politik yang lebih substansial.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, ikuti terus perkembangan berita politik di Republika dan sumber berita terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0