Ongkos Perang Israel Melawan Iran Bisa Capai Rp3,38 Triliun Per Hari

Mar 5, 2026 - 19:00
 0  4
Ongkos Perang Israel Melawan Iran Bisa Capai Rp3,38 Triliun Per Hari

Israel menghadapi beban biaya yang sangat besar dalam upayanya menggempur Iran, dengan ongkos perang yang bisa menembus Rp3,38 triliun per hari. Konflik yang kembali memanas sejak akhir Februari 2026 ini melibatkan serangan yang didukung oleh Amerika Serikat, termasuk penargetan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ad
Ad

Biaya Fantastis Perang Israel vs Iran

Meski Israel mengklaim serangan-serangannya berhasil, terutama dalam mengeksekusi tokoh penting Iran, biaya yang harus dikeluarkan untuk perang ini sangat fantastis. Menurut laporan The Wall Street Journal, jika merujuk pada perang antara Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu, Tel Aviv menghabiskan sekitar US$200 juta (setara Rp3,38 triliun) per hari selama masa konflik yang berlangsung sekitar 12 hari.

Biaya tersebut terutama digunakan untuk pencegahan serangan rudal dari Iran, yang sangat mahal dan membutuhkan sistem pertahanan canggih.

Sistem Pertahanan Udara dan Operasi Offensif yang Mahal

Sistem pertahanan udara Israel seperti David's Sling dan Arrow 3 menjadi andalan dalam menghadang ratusan rudal Iran yang meluncur ke wilayahnya. Dilansir dari The Middle East Monitor, biaya operasional sistem ini mencapai US$7.000 (sekitar Rp118 juta) untuk David's Sling dan US$4 juta (sekitar Rp6,76 miliar) untuk Arrow 3 setiap harinya.

Kedua sistem tersebut telah berhasil menangkal sekitar 400 rudal dalam konflik terbaru ini, mengindikasikan intensitas serangan yang sangat tinggi.

Selain itu, operasi ofensif yang menggunakan pesawat tempur F-35 juga menimbulkan biaya besar. Setiap jam penerbangan F-35 untuk menyerang target di Iran diperkirakan menghabiskan sekitar US$10.000 (sekitar Rp169 juta) per jet, belum termasuk biaya bom presisi seperti JDAM dan MK84 yang digunakan dalam serangan.

Estimasi Total dan Dampak Ekonomi Perang

Berdasarkan perhitungan Aaron Institute for Economic Policy, jika konflik berlangsung selama sebulan penuh, total biaya perang yang harus ditanggung Israel dapat mencapai US$12 miliar atau sekitar Rp202,8 triliun. Ekonom Zvi Eckstein menilai bahwa perang ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan konflik sebelumnya di Gaza atau melawan Hizbullah.

Menurut Eckstein, pengeluaran terbesar berasal dari amunisi untuk pertahanan dan serangan. Meski pasar Israel masih stabil, kerusakan di lapangan terus meningkat dengan ratusan bangunan rusak dan lebih dari 5.000 warga sipil dievakuasi.

Biaya rekonstruksi akibat serangan rudal diperkirakan akan melebihi US$400 juta (sekitar Rp6,76 triliun), menambah beban ekonomi yang harus ditanggung oleh negara.

Situasi Perang yang Terus Memanas

Sejak serangan pada 28 Februari 2026, konflik antara AS-Israel dan Iran terus berlanjut. Iran membalas dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 orang di Iran telah tewas akibat serangan dan balasan militer tersebut.

Meski tekanan ekonomi biasanya menjadi faktor pendorong untuk mengakhiri perang, baik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun Presiden AS Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi militer ini.

AS dan Israel menyatakan komitmen mereka untuk terus menyerang sampai berhasil melumpuhkan program nuklir dan rudal Iran serta mengganti rezim di Teheran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, biaya perang yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa Israel dan sekutunya siap mengorbankan sumber daya ekonomi besar demi tujuan strategis mereka. Namun, konsekuensi jangka panjangnya bisa sangat berat, terutama jika konflik ini berlanjut dan meluas, yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, ketergantungan pada teknologi pertahanan mahal seperti David's Sling dan Arrow 3 menunjukkan perlunya inovasi berkelanjutan dalam sistem pertahanan agar biaya tidak terus membengkak. Jika tidak, beban ekonomi ini bisa menggerus anggaran negara untuk kebutuhan lain yang juga penting.

Ke depan, publik dan pengamat harus memantau apakah tekanan ekonomi dan korban sipil akan memaksa perubahan kebijakan atau justru memperpanjang konflik. Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, perang ini merupakan game-changer yang bisa mempengaruhi aliansi dan keseimbangan kekuatan di kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad