Suriah Resmi Kuasai Semua Pangkalan Setelah Tentara AS Terakhir Angkat Kaki

Apr 17, 2026 - 16:01
 0  12
Suriah Resmi Kuasai Semua Pangkalan Setelah Tentara AS Terakhir Angkat Kaki

Suriah resmi mengambil alih seluruh pangkalan militer yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Amerika Serikat selama 12 tahun terakhir. Langkah ini menandai berakhirnya kehadiran militer AS di wilayah tersebut setelah konvoi tentara terakhir meninggalkan pangkalan udara Qasrak di Provinsi Hasakah pada Kamis, 16 April 2026.

Ad
Ad

Keberadaan militer AS di Suriah dimulai sejak 2014 dengan tujuan utama melawan kelompok teroris ISIS, bekerja sama dengan milisi sekutu seperti Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Namun, setelah perubahan signifikan dalam peta politik dan militer Suriah, AS memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya.

Penyerahan Pangkalan Militer dan Integrasi SDF

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah yang dikutip dari CNN Indonesia, penyerahan lokasi militer yang sebelumnya ditempati pasukan AS ini juga mencerminkan keberhasilan integrasi SDF ke dalam struktur nasional Suriah. Pemerintah Suriah kini mengambil alih tanggung jawab penuh dalam menghadapi ancaman terorisme dan menjaga keamanan regional.

Keputusan penarikan pasukan AS terjadi setelah Presiden Ahmed Al Sharaa bersama milisinya mengalahkan rezim eks Presiden Bashar Al Assad pada Desember 2024, mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Kesepakatan Politik dan Militer Terbaru

Pada Kamis, Presiden Al Sharaa menerima dua tokoh senior SDF, yaitu komandan militer Mazloum Abdi dan kepala sayap politik Ilham Ahmad di Damaskus. Pertemuan ini turut dihadiri Menteri Luar Negeri Asaad Hassan Al Shaibani serta utusan presiden yang mengawasi proses integrasi.

Proses transfer ini dilakukan dengan koordinasi penuh bersama Amerika Serikat, yang sebelumnya menjalin hubungan konstruktif sejak pertemuan Al Sharaa dengan Presiden AS Donald Trump pada November 2025.

Kesepakatan Januari 2026 antara pemerintah Suriah dan SDF menjadi landasan penyerahan pangkalan, dimana SDF seluas wilayah utara dan timur Suriah yang sebelumnya didukung AS, mulai diintegrasikan secara resmi ke dalam tentara nasional Suriah.

  1. Pasukan Kurdi SDF diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Suriah.
  2. Penempatan pasukan keamanan Suriah di pusat kota Hasakah dan Qamishli.
  3. Pengelolaan perlintasan perbatasan dan institusi sipil dialihkan ke pemerintah pusat di Damaskus.

Peran Baru Suriah dalam Koalisi Internasional

Selain pengambilalihan pangkalan, Suriah juga resmi bergabung dengan koalisi internasional melawan ISIS pada November 2025. Langkah ini mengubah posisi Damaskus dari pihak yang sempat dianggap penghalang menjadi mitra keamanan yang diakui secara regional.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa penyerahan pangkalan ini adalah bagian dari transisi yang disengaja dan berdasarkan kondisi lapangan. Hal ini menandai akhir dari misi militer AS di Suriah setelah lebih dari satu dekade operasi di negara tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penarikan pasukan AS dan pengambilalihan pangkalan oleh Suriah merupakan titik balik signifikan dalam konflik yang telah lama berkecamuk di negara ini. Tidak hanya menandai kedaulatan Suriah yang mulai pulih, tetapi juga memperlihatkan dinamika baru dalam hubungan geopolitik Timur Tengah, khususnya antara AS, Suriah, dan kelompok Kurdi.

Integrasi SDF ke dalam struktur nasional adalah langkah strategis yang berpotensi memperkuat stabilitas internal Suriah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kekuatan asing. Namun, tantangan besar masih menanti, terutama dalam hal rekonsiliasi politik dan pemulihan pasca-perang yang panjang.

Selanjutnya, publik dan pengamat harus mengawasi bagaimana pemerintah Suriah mengelola keamanan perbatasan dan hubungan dengan negara-negara tetangga. Kerjasama baru ini juga bisa menjadi game-changer bagi koalisi internasional dalam melawan ISIS dan menjaga perdamaian regional.

Dengan berakhirnya operasi militer AS di Suriah, masa depan keamanan dan politik wilayah ini kini sepenuhnya berada di tangan pemerintah Suriah dan sekutunya. Perkembangan selanjutnya akan menentukan arah stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad