4 Syarat Kapal Melintasi Selat Hormuz Menurut Iran Selama Gencatan Senjata

Apr 19, 2026 - 07:40
 0  5
4 Syarat Kapal Melintasi Selat Hormuz Menurut Iran Selama Gencatan Senjata

Selat Hormuz kembali menjadi fokus perhatian internasional setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan empat syarat yang harus dipenuhi kapal-kapal yang ingin melintasi jalur pelayaran strategis tersebut selama periode gencatan senjata. Kebijakan ini muncul menyusul pernyataan pemerintah Iran yang membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, dengan catatan syarat-syarat tertentu dipenuhi.

Ad
Ad

Syarat Kapal Melintasi Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata

Menurut laporan dari Tasnim, Angkatan Laut IRGC menetapkan aturan sebagai berikut untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz:

  • Kapal sipil wajib melewati jalur yang sudah ditentukan oleh Iran.
  • Kapal militer dilarang melewati Selat Hormuz selama masa gencatan senjata.
  • Pergerakan kapal hanya diperbolehkan dengan izin resmi dari Angkatan Laut IRGC.
  • Semua aktivitas di Selat Hormuz harus sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata di medan perang dan setelah implementasi gencatan senjata Lebanon.

Aturan ini sekaligus menjadi respons Iran atas kesepakatan sementara gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlaku selama 10 hari, usai pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (16/4).

Dimensi Baru Kesepakatan Iran-AS di Selat Hormuz

Sebuah sumber dekat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengungkapkan bahwa kesepakatan Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz memiliki dimensi baru selama gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan sejak Sabtu (11/4). Dalam kesepakatan tersebut, Iran seharusnya mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat setiap hari.

"Namun, setelah gencatan senjata di Lebanon tidak berhasil diterapkan dan perjanjian gencatan senjata gagal mencakup Hizbullah dan Israel, Iran menangguhkan perjanjian tentang lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz," ujar sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan bahwa implementasi prasyarat seperti gencatan senjata di Lebanon menjadi kunci bagi Iran dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Penutupan Kembali Selat Hormuz dan Tuduhan Blokade AS

Meski sudah dibuka kembali pada Jumat (17/4), Pusat Komando Militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hanya beberapa jam setelahnya. Penutupan ini dilakukan menyusul tuduhan Iran atas tindakan blokade yang masih dilakukan Amerika Serikat terhadap jalur pelayaran tersebut.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa jika blokade AS terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka.

"Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf di platform X, seperti dilaporkan AFP pada Sabtu (18/4).

Ghalibaf menegaskan bahwa akses melalui Selat Hormuz akan bergantung sepenuhnya pada izin dari Iran, memperlihatkan sikap tegas Tehran terhadap pengendalian jalur strategis tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kebijakan Iran yang menetapkan empat syarat bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz merupakan strategi geopolitik yang kompleks untuk mengontrol jalur pelayaran penting dan menegaskan kedaulatan atas wilayahnya di tengah ketegangan regional yang terus bergejolak. Selat Hormuz adalah jalur vital bagi perdagangan minyak global, sehingga setiap perubahan kebijakan di kawasan ini berpotensi mengguncang pasar energi internasional.

Penutupan kembali Selat Hormuz setelah beberapa jam dibuka menunjukkan bahwa negosiasi dan perjanjian gencatan senjata antara pihak-pihak terkait belum stabil dan dapat dengan cepat berubah sesuai dinamika politik di lapangan. Blokade yang dituduhkan kepada Amerika Serikat menandakan persaingan kekuatan yang intens di kawasan Timur Tengah, di mana Iran berusaha menegaskan pengaruhnya sekaligus menekan musuh strategisnya.

Ke depan, publik internasional harus mengawasi dengan cermat perkembangan situasi di Selat Hormuz, karena keputusan Iran terkait akses jalur ini akan berdampak luas bagi keamanan maritim, stabilitas harga minyak dunia, dan hubungan diplomatik di kawasan. Keterlibatan negara-negara mediator seperti Pakistan juga menjadi faktor penting untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Untuk informasi lengkap dan update terkini, kunjungi sumber asli berita di CNN Indonesia dan ikuti perkembangan terbaru di media internasional seperti Reuters.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad