Komandan CENTCOM AS Akui Jiplak Drone Iran, Pentagon Siapkan Serangan Dramatis

Mar 6, 2026 - 11:45
 0  4
Komandan CENTCOM AS Akui Jiplak Drone Iran, Pentagon Siapkan Serangan Dramatis

WASHINGTON – Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, baru-baru ini mengungkapkan bahwa AS telah memproduksi drone tempur dengan meniru teknologi drone asal Iran yang berhasil mereka tangkap dalam beberapa tahun terakhir. Pengakuan ini menandai langkah signifikan dalam strategi militer AS di kawasan Timur Tengah yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi Iran.

Ad
Ad

Dalam wawancara dengan Al Arabiya English yang dipublikasikan pada Jumat, 6 Maret 2026, Laksamana Cooper menjelaskan, "Kami sangat familiar dengan kemampuan Iran, dan seperti yang Anda bayangkan, kami merencanakannya sejak awal. Saya merasa yakin dengan rencana ini."

Strategi Adaptasi dan Modernisasi Drone AS

Cooper menambahkan bahwa pasukan AS terus melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi medan perang yang terus berubah. "Seperti organisasi yang baik, kami menyesuaikan diri seperlunya untuk memenuhi lingkungan, dan kami telah melakukan penyesuaian yang tepat," ujarnya.

Drone yang dimaksud, yang dikenal dengan nama LUCAS, merupakan hasil rekayasa ulang dari drone Shahed milik Iran yang selama ini digunakan secara luas oleh pasukan proksi Iran di wilayah konflik. AS tidak hanya membongkar dan meneliti drone tersebut, tetapi juga menambahkan teknologi dan fitur buatan Amerika sebelum mengerahkan kembali drone ini dalam operasi militer di Timur Tengah.

Permintaan Bantuan dan Sistem Pertahanan Drone

Dalam perkembangan terkait, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa AS telah meminta dukungan Kyiv dalam menghadapi ancaman drone serang satu arah yang berasal dari Iran. Hal ini menunjukkan dimensi global dari konflik drone dan bagaimana teknologi ini menjadi faktor utama dalam peperangan modern.

Ketika ditanya mengenai upaya AS memperkuat sistem pencegat drone dengan bantuan mitra internasional, Laksamana Cooper mengonfirmasi bahwa kemampuan baru telah diterapkan, meskipun ia enggan membeberkan detail lebih lanjut. Ini mengindikasikan bahwa AS berusaha memperbaiki sistem pertahanan udara mereka agar lebih efektif dan efisien dalam menanggulangi ancaman drone murah yang makin marak.

Kritik dan Imbalan Biaya Pertahanan Drone

Selama bertahun-tahun, pertahanan AS terhadap serangan drone dari Iran dan kelompok proksi telah disorot karena penggunaan rudal berbiaya tinggi untuk menembak jatuh drone yang relatif murah. Namun, Cooper membantah pandangan bahwa AS mengalami kerugian besar dalam biaya pertahanan ini.

"Saya ingat dulu kita selalu mendengar bahwa kita menembak jatuh drone seharga USD50.000 dengan rudal seharga USD2 juta," kata Cooper. "Saat ini, kami berada di sisi lain ketidakseimbangan biaya tersebut."

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa AS kini telah mengembangkan metode dan teknologi yang lebih hemat biaya, sekaligus mampu meningkatkan efektivitas dalam menghadapi ancaman drone yang terus berkembang.

Implikasi dan Prospek Ke Depan

Pengakuan resmi dari Laksamana Cooper ini tidak hanya mengungkap fakta bahwa AS secara aktif meniru dan mengembangkan teknologi drone Iran, tetapi juga menunjukkan betapa seriusnya AS dalam mempertahankan dominasi militer di kawasan Timur Tengah yang strategis. Penggunaan drone LUCAS yang merupakan hasil rekayasa ulang drone Shahed menandai era baru dalam peperangan drone yang semakin canggih dan terintegrasi.

Ke depan, kita dapat mengantisipasi peningkatan eskalasi teknologi drone dalam konflik regional, serta kemungkinan serangan dramatis yang dijanjikan Pentagon sebagai respons terhadap ancaman dari Iran. Ini juga menjadi tanda bahwa perang drone akan menjadi aspek kunci dalam strategi pertahanan nasional AS dan sekutunya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan Laksamana Brad Cooper menegaskan bahwa persaingan teknologi militer antara AS dan Iran bukan hanya soal kekuatan konvensional, tetapi juga inovasi di bidang drone. Langkah AS untuk merekayasa drone Iran dan menggunakannya kembali di medan perang memperlihatkan game-changer dalam pendekatan perang modern yang mengedepankan teknologi sebagai kunci utama kemenangan.

Selain itu, janji Pentagon untuk melakukan serangan dramatis bisa menjadi sinyal peringatan terhadap Iran dan proksinya, sekaligus upaya AS untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan menghadapi ancaman yang terus berkembang. Namun, ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik.

Publik dan pengamat internasional perlu memperhatikan perkembangan teknologi drone ini, karena dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga pada keamanan regional dan diplomasi global. Perkembangan selanjutnya harus terus dipantau agar kita dapat memahami bagaimana teknologi ini mempengaruhi dinamika geopolitik dan strategi pertahanan negara-negara besar di dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad