Pemkab Bartim Tingkatkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial untuk Anak Usia Dini
Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Pemkab Bartim), Kalimantan Tengah, kembali menggelar kegiatan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial sebagai upaya strategis untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan anak usia dini ke perpustakaan. Inisiatif ini dijalankan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bartim yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui literasi yang inklusif dan menyeluruh.
Program Literasi Berbasis Inklusi Sosial di Barito Timur
Dalam kegiatan yang berlangsung di Tamiang Layang pada Rabu, 22 April 2026, Pelaksana Tugas Kepala DPK Barito Timur, Ari Panan P Lelo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda rutin DPK untuk mengembangkan literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.
"Kami secara konsisten menggelar kursus bahasa Inggris dan kursus komputer gratis khususnya bagi anak-anak dan masyarakat umum," ujar Ari Panan. Tujuannya adalah menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Langkah ini juga mendukung peningkatan skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Inovasi Layanan Perpustakaan dan Variabel Penilaian Literasi
Ari Panan menjelaskan bahwa terdapat tujuh variabel penilaian dan tiga dimensi utama yang menjadi tolok ukur dalam pengembangan literasi masyarakat. Oleh sebab itu, DPK terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadi program kunci dalam mendorong perpustakaan lebih dari sekedar tempat membaca. Perpustakaan kini berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat yang dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan.
- Perpustakaan desa didorong aktif memberikan layanan komunitas
- Melibatkan pendidikan usia dini dan pelatihan keterampilan
- Menjadi sarana pemberdayaan masyarakat berbasis literasi
Sinergi dengan Program Prioritas Bupati dan Harapan Masa Depan
Langkah DPK Bartim ini sejalan dengan program prioritas Bupati Barito Timur yang fokus pada penguatan sumber daya manusia serta pemberdayaan masyarakat berbasis literasi. Ari Panan menekankan pentingnya momentum seperti Hari Kartini untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa.
"Melalui momentum Hari Kartini, DPK Bartim berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di masyarakat, terutama untuk generasi muda," ujarnya.
Menurut laporan resmi dari ANTARA News Kalteng, kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Barito Timur melalui literasi.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di Barito Timur bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan membaca, melainkan juga menjadi fondasi penting dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan mengintegrasikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas sosial, program ini memecahkan paradigma lama yang memandang perpustakaan hanya sebagai ruang baca.
Transformasi ini akan berdampak luas pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan global, terutama di era digitalisasi. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat. Nantinya, kita perlu mengamati bagaimana model inklusi sosial ini dapat direplikasi di daerah lain, sekaligus memantau dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan dan penurunan kesenjangan sosial di Barito Timur.
Selanjutnya, pembaca diharapkan tetap mengikuti perkembangan program literasi ini karena dapat menjadi game-changer bagi kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah di Kalimantan Tengah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0