Pemesanan Properti Sewa Jangka Pendek di AS Naik 58% Sambut Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tinggal menghitung bulan. Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam pemesanan properti sewa jangka pendek di kota-kota tuan rumah di AS, dengan beberapa kota mencatat kenaikan hingga 58 persen pada Juni dan Juli 2026.
Kenaikan Pemesanan Properti Sewa Jangka Pendek di Kota Tuan Rumah
Berdasarkan data dari perusahaan analisis AirDNA yang dikutip dari Liputan6.com, tingkat pemesanan properti sewa jangka pendek di kota-kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia di AS melonjak hingga 58 persen. Secara nasional, pemesanan di bulan Juni 2026 naik 15,2 persen dan Juli meningkat 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Bram Gallagher, Direktur Ekonomi dan Proyeksi di AirDNA, "Piala Dunia AS mungkin merupakan momen sewa jangka pendek terbesar yang pernah terjadi". Hal ini karena adanya lonjakan permintaan yang luar biasa dari penggemar sepak bola domestik maupun internasional yang ingin menyaksikan langsung pertandingan terbesar dunia ini.
Kota-kota Tuan Rumah dan Tren Pemesanan
FIFA menunjuk sebelas kota di AS sebagai tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026, yaitu Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, dan Seattle. Dari kesebelas kota tersebut, sepuluh kota mengalami lonjakan pemesanan properti sewa jangka pendek selama bulan Juni dan Juli, dengan rata-rata kenaikan mencapai 66 persen selama pertandingan berlangsung.
- Miami mencatat peningkatan tertinggi hingga 58,4% YoY.
- Fort Worth, Texas naik 58,2%.
- Kansas City, Missouri bertambah 48,5%.
- Houston naik 45,2%.
- Dallas naik 44,3%.
- Jersey City/Newark, New Jersey naik 39,7%.
- Fort Lauderdale, Florida bertambah 33,4%.
- Philadelphia naik 32,9%.
- Atlanta naik 31,5%.
- Los Angeles naik 31,4%.
Lonjakan ini semakin mencuat pada hari pertandingan besar. Misalnya, pada laga Brasil versus Skotlandia tanggal 24 Juni 2026, pemesanan di Miami meningkat drastis hingga 244 persen. Kansas City juga menunjukkan tren unik dengan 11 persen daftar penyewaan liburan baru yang terkait langsung dengan turnamen Piala Dunia.
Anomali di New York dan Pergeseran Permintaan
Menariknya, New York tidak menunjukkan kenaikan signifikan dalam pemesanan sewa jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh kebijakan penertiban penyewaan jangka pendek di bawah 30 hari yang membatasi aktivitas tersebut. Akibatnya, permintaan sewa bergeser ke kota-kota yang berdekatan seperti Jersey City dan Newark yang justru mencatat lonjakan pemesanan hingga 125 persen pada hari pertandingan tertentu.
Pada final Piala Dunia yang akan digelar 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, Rutherford, New Jersey, Jersey City dan Newark mencatat peningkatan pemesanan sebesar 108 persen. Salah satu area yang paling populer adalah Paterson, dengan lonjakan pemesanan sewa jangka pendek hingga 175 persen.
Faktor Pendukung Lain dan Proyeksi Pasar
Selain Piala Dunia, musim panas yang hangat dan tren perjalanan tahunan juga mendukung pertumbuhan pemesanan properti sewa. Secara nasional, pemesanan pada April dan Mei 2026 naik masing-masing 2,8 persen dan 2,9 persen, sedikit lebih tinggi dari bulan Maret.
Editorial Take
Menurut pandangan redaksi, lonjakan pemesanan properti sewa jangka pendek di kota-kota Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026 bukan hanya menunjukkan antusiasme global terhadap sepak bola, tetapi juga mempertegas potensi ekonomi signifikan dari event olahraga internasional bagi sektor hospitality dan real estate. Lonjakan 58 persen bahkan lebih di beberapa kota adalah indikasi kuat bagaimana turnamen tersebut akan menggerakkan pasar sewa jangka pendek dan pariwisata secara keseluruhan.
Fenomena anomali di New York menggambarkan bagaimana regulasi lokal dapat mempengaruhi dinamika pasar properti sewa jangka pendek dan mengarahkan permintaan ke wilayah sekitar. Ini juga membuka peluang baru bagi kota-kota tetangga untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari event besar tersebut. Namun, pihak pengelola kota dan pemilik properti harus tetap waspada terhadap potensi overpricing dan masalah ketersediaan yang bisa berdampak negatif pada wisatawan.
Ke depan, para pelaku industri properti dan pariwisata di AS harus mengantisipasi dan memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan strategi yang tepat agar dapat memaksimalkan peluang bisnis sekaligus menjaga kualitas layanan. Perkembangan pasar sewa jangka pendek ini juga akan menjadi indikator penting bagi event-event olahraga internasional lain di masa depan.
Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam seputar Piala Dunia 2026 dan dampaknya terhadap industri terkait, tetap ikuti liputan kami.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0