Tim Keperawatan UPI Cegah Penyakit Kardiovaskular dengan Edukasi Diaspora di Thailand

May 1, 2026 - 17:26
 0  4
Tim Keperawatan UPI Cegah Penyakit Kardiovaskular dengan Edukasi Diaspora di Thailand

Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan langkah strategis dalam mencegah penyakit kardiovaskular yang kini tidak hanya menjadi masalah nasional, tetapi juga internasional. Pada Minggu, 19 April 2026, mereka menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Masjid Prasert Islam, Thailand, yang menyasar komunitas diaspora Indonesia serta warga lokal setempat.

Ad
Ad

Pengabdian Masyarakat UPI: Edukasi dan Deteksi Dini Hipertensi

Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, melainkan program edukasi yang dirancang untuk memutus mata rantai komplikasi hipertensi melalui pendekatan pemberdayaan komunitas. Sebanyak 30 peserta dari diaspora dan warga lokal mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai deteksi dini hipertensi dan pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan faktor risiko penyakit kardiovaskular, tanda-tanda awal hipertensi, dan pentingnya pemantauan tekanan darah serta kadar glukosa secara rutin. Tidak hanya teori, para peserta juga dilatih secara langsung melakukan pengukuran tekanan darah dan gula darah, sehingga mereka dapat melakukan praktik mandiri di lingkungan mereka.

"Alat hanyalah fasilitator. Inti dari kegiatan ini adalah mentransfer pengetahuan dan kemandirian. Ketika warga memahami cara membaca sinyal tubuh mereka sendiri, maka sistem pencegahan penyakit tidak menular akan berjalan lebih tangguh," ujar Ayu Prameswari Kusuma Astuti, M.Kep., ketua pelaksana kegiatan.

Pelatihan Kemandirian Kesehatan Komunitas

Salah satu aspek penting program ini adalah pelatihan teknis bagi pemuda lokal agar mampu melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Mereka dibekali keterampilan dalam penggunaan alat pengukur tekanan darah, cara membaca hasil pemeriksaan dengan tepat, serta kriteria untuk merujuk ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan indikasi risiko tinggi.

Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi komunitas di Masjid Prasert Islam untuk melakukan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan tanpa selalu bergantung pada tenaga medis dari luar. Pendekatan ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, yang menekankan pentingnya menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia.

Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa untuk Dampak Maksimal

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara dosen dan mahasiswa UPI. Selain Ayu Prameswari Kusuma Astuti, tim ini juga melibatkan dosen Ria Inriyana, M.Kep., serta mahasiswa aktif seperti Nur Wulandari. Kolaborasi ini memungkinkan pendekatan yang holistik, menggabungkan keunggulan akademik dengan pelaksanaan langsung di lapangan.

Program PKM-Luar Negeri UPI 2026 ini membuktikan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam memperluas dampak pendidikan kesehatan hingga ke luar negeri, khususnya bagi warga diaspora Indonesia yang rentan terhadap kesenjangan akses layanan kesehatan.

Detail Program Pengabdian Masyarakat UPI di Thailand

  • Lokasi: Masjid Prasert Islam, Thailand
  • Tanggal Pelaksanaan: Minggu, 19 April 2026
  • Peserta: 30 orang (diaspora Indonesia & warga lokal)
  • Materi Utama: Deteksi dini hipertensi dan cek glukosa
  • Skema Program: PKM-Luar Negeri UPI 2026

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif UPI yang memberdayakan diaspora Indonesia di Thailand merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan kesehatan global, khususnya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa edukasi dan keterampilan praktis, tetapi juga memperkuat konsep kemandirian kesehatan di komunitas diaspora yang selama ini sering kali kurang mendapat perhatian.

Salah satu potensi konsekuensi yang belum banyak dibahas adalah bagaimana pemberdayaan ini dapat menjadi model keberlanjutan bagi komunitas lain di luar negeri yang menghadapi masalah serupa. Dengan membekali warga lokal dan diaspora pada tingkat akar rumput, risiko komplikasi kesehatan yang memerlukan penanganan medis intensif di kemudian hari dapat dikurangi secara signifikan, sehingga mengurangi beban sistem kesehatan nasional dan internasional.

Ke depan, penting untuk melihat bagaimana sinergi serupa dapat diperluas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan organisasi kesehatan internasional. Penguatan literasi kesehatan dan kemandirian ini harus menjadi bagian dari strategi kesehatan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk informasi lengkap, lihat liputan asli di Media Indonesia dan update terbaru mengenai program pengabdian masyarakat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad