Fakta Hari Ke-8 Perang Iran-AS: Trump Rugi Rp62 T, Rusia Raup Untung Besar

Mar 7, 2026 - 06:50
 0  4
Fakta Hari Ke-8 Perang Iran-AS: Trump Rugi Rp62 T, Rusia Raup Untung Besar

Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari kedelapan pada Sabtu, 7 Maret 2026, tanpa tanda-tanda mereda. Konflik ini terus memanas dengan serangan rudal dan drone yang dilakukan kedua belah pihak secara intensif, bahkan Iran masih melakukan serangan balasan terbaru di wilayah perairan Teluk dan kilang minyak di Bahrain.

Ad
Ad

Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional

Israel menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, adalah tindakan yang sah menurut hukum internasional yang mengatur konflik bersenjata. Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menegaskan bahwa Khamenei sebagai pemimpin tertinggi sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran merupakan target militer yang sah dalam situasi perang.

"Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran," ujar Shoshani, menegaskan posisi ayatollah sebagai pengambil keputusan utama dalam operasi militer Iran.

Iran Klaim Hancurkan 20 Aset Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan UEA

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah berhasil menghancurkan sekitar 20 aset militer Amerika Serikat di wilayah Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, IRGC juga melaporkan serangan terhadap kapal tanker milik perusahaan AS di perairan Teluk yang menyebabkan kerusakan signifikan.

"Angkatan Laut Iran sukses menargetkan kapal tanker Amerika," kata pernyataan IRGC kepada media pemerintah Iran IRNA.

AS dan Israel Habiskan Rp62 Triliun dalam 100 Jam Pertama Perang

Lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington melaporkan bahwa AS dan Israel menghabiskan sekitar US$3,7 miliar atau setara dengan Rp62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama peperangan melawan Iran, yang berlangsung selama sekitar empat hari. Biaya tersebut termasuk pengeluaran operasional, penggantian amunisi, serta perbaikan infrastruktur militer yang rusak akibat konflik.

  • Pengeluaran operasional: US$196 juta (sekitar Rp3,3 triliun)
  • Penggantian amunisi: US$3,1 miliar (sekitar Rp52,2 triliun)
  • Perbaikan kerugian tempur dan infrastruktur: US$350 juta (sekitar Rp5,9 triliun)

Meski sebagian dana ini telah dianggarkan, sekitar US$3,5 miliar belum masuk dalam anggaran resmi, menandakan potensi pembengkakan biaya yang terus berlanjut.

Rusia Raup Keuntungan Besar dari Konflik Iran-AS

Ironisnya, perang yang berlangsung antara Iran dan AS-Israel justru memberikan keuntungan besar bagi Rusia. Kremlin menyatakan bahwa permintaan terhadap produk energi Rusia meningkat pesat sejak perang ini terjadi. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan bahwa perang di Iran telah memicu peningkatan signifikan terhadap kebutuhan energi Rusia.

"Kami melihat ada peningkatan yang signifikan dalam permintaan terhadap sumber energi Rusia seiring dengan perang yang terjadi di Iran," ujar Peskov.

Serangan Balasan Iran Sasar Kapal Tanker AS dan Kilang Minyak Bahrain

Dalam gelombang serangan terbaru, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan sejumlah aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk kapal tanker minyak di lepas pantai Kuwait serta kilang minyak milik Bahrain. Radio pemerintah Iran melaporkan kapal tanker AS tersebut mengalami serangan dan terbakar.

Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penggunaan "rudal generasi baru" yang berhasil menghantam pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk serta beberapa lokasi di Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.

Serangan drone juga dilaporkan mengenai Camp Udairi di Kuwait, yang merupakan pangkalan militer AS di wilayah tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, konflik yang kini telah memasuki hari kedelapan ini menunjukkan eskalasi yang berbahaya dan berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sementara kerugian finansial AS dan sekutunya begitu besar, mencapai lebih dari Rp62 triliun hanya dalam beberapa hari, keuntungan yang diraih Rusia menandai dinamika geopolitik yang kompleks di balik konflik ini.

Konflik ini tidak hanya berdampak pada aspek militer dan politik, tetapi juga berimplikasi besar pada pasar energi global, dengan Rusia memanfaatkan situasi untuk meningkatkan pengaruh dan pendapatannya. Hal ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi dan politik di dunia dalam jangka panjang.

Ke depan, yang perlu diwaspadai adalah potensi meluasnya konflik yang dapat menyeret negara-negara lain dan memperburuk kondisi keamanan regional serta global. Masyarakat internasional harus terus memantau perkembangan ini, terutama upaya diplomasi yang dapat mengakhiri konflik sebelum lebih banyak kerugian terjadi.

Perang yang sedang berjalan ini menjadi pengingat bahwa stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi kestabilan ekonomi dan politik dunia secara keseluruhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad