Hobi Nonton Video Mukbang Ternyata Bisa Bantu Diet, Ini Penjelasannya

May 3, 2026 - 20:51
 0  4
Hobi Nonton Video Mukbang Ternyata Bisa Bantu Diet, Ini Penjelasannya

Jakarta – Menonton video makanan seperti burger, cokelat, atau kue, yang selama ini dianggap sebagai godaan bagi mereka yang sedang menjalani diet, ternyata justru bisa memberikan manfaat. Penelitian terbaru menemukan bahwa hobi nonton video mukbang dan konten kuliner tinggi kalori dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung keberhasilan diet.

Ad
Ad

Penelitian Terbaru Ungkap Manfaat Visual Makanan untuk Diet

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Bristol di Inggris dan University at Buffalo di Amerika Serikat, paparan visual terhadap makanan tidak selalu memicu keinginan makan berlebih. Dilansir dari detikFood, studi yang dipublikasikan pada Maret 2026 di jurnal Computers in Human Behavior ini melibatkan 840 partisipan berusia 19 hingga 77 tahun.

Hasil studi menunjukkan bahwa peserta yang sedang menjalani diet menghabiskan waktu sekitar 30% lebih lama untuk menonton video makanan tinggi kalori dibandingkan mereka yang tidak diet. Namun, yang menarik adalah saat diberi kesempatan untuk makan, kelompok pelaku diet justru mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Konsep Cross-Modal Satiation yang Menarik

Dr. Esther Kang, peneliti utama dari University of Bristol, menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan dengan konsep cross-modal satiation. Ia menyatakan:

"Temuan kami menunjukkan bahwa individu yang sedang mengontrol pola makan dapat menggunakan konten visual makanan sebagai alat pengaturan diri."

Menurut Kang, melihat makanan secara visual dapat memberikan efek puas atau rasa kenyang sementara. Efek ini membantu mengurangi dorongan untuk benar-benar mengonsumsi makanan tersebut.

Motivasi penelitian ini berangkat dari maraknya konten makanan di media sosial seperti mukbang, ASMR, dan vlog kuliner yang selama ini dianggap mendorong perilaku makan berlebihan. Namun, hasil studi ini menegaskan bahwa efek tersebut tidak selalu negatif.

"Dalam kehidupan sehari-hari, paparan singkat menonton video makanan bisa membantu sebagian orang mengelola keinginan makan yang berlebihan," ujar Kang.

Perhatian Khusus untuk Individu dengan Kebiasaan Makan Impulsif

Meski hasil studi ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini masih terbatas pada pengamatan jangka pendek dalam kondisi terkontrol. Efek jangka panjang terhadap keberhasilan diet masih perlu diteliti lebih lanjut.

Lori Bohn, seorang praktisi kesehatan mental dari California, menambahkan bahwa motivasi sangat penting dalam kesuksesan diet seseorang. Ia menyatakan:

"Jika seseorang memang berniat diet, mereka bisa memanfaatkan rangsangan visual ini sebagai alat kontrol."

Akan tetapi, Bohn juga mengingatkan bahwa tidak semua orang akan mendapatkan manfaat yang sama. Bagi individu dengan kecenderungan makan impulsif atau binge eating, menonton video makanan justru bisa memperparah keinginan makan dan menjadi trigger buruk.

Oleh sebab itu, pendekatan ini harus diimbangi dengan pola makan seimbang dan kesadaran terhadap faktor emosional yang memicu makan berlebihan.

Tips Memanfaatkan Konten Mukbang untuk Diet

Berdasarkan temuan ini, berikut beberapa tips bagi pelaku diet yang ingin memanfaatkan hobi nonton video mukbang:

  • Tonton video makanan dalam durasi singkat untuk mendapatkan efek kenyang sementara.
  • Gunakan konten visual sebagai pengalih perhatian dari keinginan makan emosional.
  • Perhatikan sinyal tubuh dan jangan gunakan video makanan sebagai alasan untuk makan berlebihan.
  • Gabungkan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
  • Konsultasikan dengan ahli gizi atau psikolog jika memiliki riwayat binge eating atau gangguan makan lainnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, studi ini membuka paradigma baru dalam dunia diet dan pengelolaan nafsu makan. Selama ini, konten makanan tinggi kalori di media sosial dipandang sebagai ancaman bagi pelaku diet, namun kini diketahui bahwa konten tersebut bisa menjadi alat bantu kendali diri melalui mekanisme cross-modal satiation.

Namun, penting untuk diingat bahwa efek positif ini sangat bergantung pada niat dan kondisi psikologis individu. Mereka yang memiliki kontrol diri kuat bisa mengambil manfaat, sementara bagi yang rentan terhadap gangguan makan, stimulasi visual makanan justru bisa memperburuk kondisi. Jadi, strategi ini bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari pendekatan diet yang holistik.

Ke depan, penelitian lebih dalam dan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk memahami bagaimana konten makanan bisa diintegrasikan dalam program diet dan kesehatan mental. Sementara itu, masyarakat dan pelaku diet sebaiknya tetap kritis dan selektif dalam mengonsumsi konten makanan di media sosial agar tidak terjebak dalam pola makan tidak sehat.

Untuk informasi lebih lanjut dan update studi terkait, terus ikuti berita kesehatan terpercaya dan konsultasikan dengan profesional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad