Imunisasi Rutin Kunci Cegah KLB Penyakit Menular, IDAI Tegaskan

May 3, 2026 - 20:54
 0  4
Imunisasi Rutin Kunci Cegah KLB Penyakit Menular, IDAI Tegaskan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa imunisasi rutin merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Cirebon, Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan dalam momentum puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026 yang digelar di Universitas Gunung Jati, Cirebon.

Ad
Ad

Imunisasi dan Pencegahan KLB Penyakit Menular

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyatakan bahwa berbagai kasus wabah penyakit sebenarnya bisa dicegah apabila cakupan imunisasi di masyarakat tinggi dan merata. Ia menambahkan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa cakupan imunisasi yang luas dapat mengendalikan penyebaran penyakit dengan tingkat penularan tinggi.

“Kita masih melihat bagaimana Indonesia masih disibukkan dengan berbagai KLB atau wabah penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi,”

Piprim juga menegaskan bahwa pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efisien dibandingkan dengan penanganan wabah yang sudah terjadi. Program respons wabah seperti Outbreak Response Immunization (ORI) membutuhkan biaya dan sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan imunisasi rutin.

“Kalau terjadi KLB itu biayanya jauh lebih mahal daripada apabila kita melakukan imunisasi rutin,”

Dampak Pandemi COVID-19 pada Cakupan Imunisasi

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Imunisasi IDAI, Hartono Gunardi, menyampaikan bahwa cakupan imunisasi sempat menurun akibat pandemi COVID-19. Meski tanpa menyebutkan angka spesifik, Hartono menjelaskan bahwa pandemi tidak hanya mengganggu layanan imunisasi di Indonesia, namun juga di berbagai negara di dunia.

Selain gangguan layanan, keraguan terhadap vaksin di masyarakat menjadi tantangan tambahan dalam meningkatkan kembali cakupan imunisasi. Hartono memberi contoh negara-negara di Eropa yang sebelumnya bebas campak, kini kembali mengalami KLB akibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.

Imbauan IDAI untuk Orang Tua

IDAI mengimbau para orang tua untuk secara aktif memeriksa kelengkapan imunisasi anak melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan segera melengkapinya. Hal ini penting bukan hanya untuk melindungi anak dari penyakit menular, tetapi juga menjaga kesehatan anggota keluarga dan komunitas sekitar.

“Dengan melengkapi imunisasi anak, bukan hanya melindungi anak, tetapi juga melindungi anggota keluarga lain,”

Kondisi KLB Campak di Kota Cirebon

Data dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat bahwa KLB campak telah ditetapkan sejak 20 Februari 2026 menyusul peningkatan kasus di wilayah tersebut. Hingga minggu ke-13 atau per 4 April 2026, tercatat 150 kasus suspek campak dengan sembilan kasus terkonfirmasi positif laboratorium.

  • KLB campak resmi diumumkan sejak 20 Februari 2026
  • Jumlah suspek campak mencapai 150 kasus per 4 April 2026
  • 9 kasus di antaranya terkonfirmasi positif

Situasi ini menjadi bukti nyata bahwa penyakit menular masih menjadi ancaman serius dan bahwa imunisasi rutin adalah solusi utama yang harus diperkuat pemerintah dan masyarakat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan IDAI ini sangat penting sebagai pengingat bahwa imunisasi bukan hanya soal perlindungan individu, melainkan juga soal menjaga kesehatan publik secara menyeluruh. Dalam konteks pandemi COVID-19 yang telah mengganggu layanan kesehatan, penurunan cakupan imunisasi berpotensi memicu wabah penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah.

Lebih jauh, biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk penanganan KLB jauh lebih besar ketimbang melakukan imunisasi rutin secara konsisten. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan harus terus meningkatkan sosialisasi dan akses imunisasi, serta menangani keraguan masyarakat terhadap vaksin secara serius.

Ke depan, masyarakat diimbau untuk aktif mengecek dan melengkapi imunisasi anak agar risiko KLB dapat ditekan secara signifikan. Peristiwa KLB campak di Cirebon harus menjadi peringatan supaya upaya imunisasi tidak terhenti dan terus diperkuat di seluruh Indonesia.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada sumber asli ANTARA serta update dari Kementerian Kesehatan RI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad