Dinkes Mataram Siapkan Layanan Penyakit Kronis di Posyandu untuk Lansia
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan layanan pengobatan penyakit kronis bagi kalangan lanjut usia (lansia) melalui posyandu. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah akses kesehatan lansia dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat yang saat ini mencapai 75,29 tahun.
Layanan Penyakit Kronis di Posyandu: Memudahkan Lansia
Kepala Dinkes Kota Mataram, dr Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa selama ini lansia harus mengunjungi puskesmas untuk pengambilan obat rutin, yang seringkali merepotkan karena harus menempuh jarak jauh dan mengantri lama. Dengan adanya layanan obat-obatan kronis di posyandu, lansia kini bisa mendapatkan layanan lebih dekat dan cepat.
"Selama ini lansia harus ke puskesmas, menunggu antrean dan mencari orang yang mengantar. Sekarang, kami dekatkan layanan obat-obatan kronis langsung di posyandu," ujar dr Emirald di Mataram, Senin.
Dinkes juga mengoptimalkan program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis, dengan melibatkan laboratorium kesehatan untuk melakukan pengecekan rutin kondisi kesehatan lansia. Selain itu, puskesmas didorong aktif menggerakkan lansia agar tetap produktif dan bahagia melalui kegiatan seperti senam bersama setiap Sabtu di wilayah masing-masing.
Tantangan Penyakit Tidak Menular pada Lansia dan Usia Produktif
Meski angka harapan hidup di Mataram sudah mencapai 75,29 tahun yang merupakan prestasi tersendiri, Dinkes menghadapi tantangan baru yakni penyakit tidak menular yang sering menyerang lansia dan usia produktif, seperti hipertensi dan diabetes. Oleh karena itu, penguatan layanan kesehatan bagi lansia menjadi fokus utama.
Untuk mengatasi hal ini, Dinkes Mataram mengoptimalkan peran posyandu keluarga yang beroperasi di tingkat lingkungan dan melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia. Transformasi posyandu ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dan melaporkan masalah kesehatan di tempat terdekat.
Transformasi Posyandu Sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024
Menurut dr Emirald, pengembangan posyandu kini mengalami transformasi besar sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, melainkan berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam pilar utama:
- Layanan kesehatan
- Pendidikan
- Sosial
- Pekerjaan umum atau perumahan rakyat
- Ketenteraman dan perlindungan masyarakat
- Pelayanan dasar di tingkat kelurahan hingga lingkungan
Dengan enam pilar tersebut, posyandu menjadi pusat pelayanan terintegrasi yang dapat memperkuat layanan dasar sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik.
Program Pendukung dan Kegiatan Lansia
Dinkes juga mencatat bahwa melalui program ini, lansia tidak hanya mendapatkan pengobatan rutin, tetapi juga didorong untuk tetap aktif dan produktif. Kegiatan seperti senam bersama menjadi sarana sosial yang membantu lansia menjaga kesehatan fisik dan mental.
Menurut laporan ANTARA News Mataram, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia di Kota Mataram secara signifikan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif Dinkes Mataram untuk mengintegrasikan layanan penyakit kronis bagi lansia ke dalam posyandu merupakan langkah strategis yang sangat tepat. Mengingat tren peningkatan angka harapan hidup, maka kebutuhan layanan kesehatan yang mudah diakses dan menyeluruh menjadi sangat penting. Dengan layanan langsung di posyandu, beban perjalanan dan antrean panjang bagi lansia dapat diminimalkan, yang selama ini menjadi kendala utama.
Lebih jauh, transformasi posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membuka peluang posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang bukan hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan pendidikan. Ini akan memperkuat peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat lingkungan.
Kedepannya, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa fasilitas dan SDM posyandu mendapatkan dukungan memadai agar layanan ini benar-benar terimplementasi dengan baik. Masyarakat juga perlu diberi edukasi agar aktif memanfaatkan layanan baru ini demi kesehatan lansia yang lebih baik.
Secara keseluruhan, program ini bisa menjadi model yang layak direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa terkait penyakit kronis dan lansia.
Untuk mendapatkan informasi terbaru tentang layanan kesehatan lansia dan program posyandu, pembaca disarankan terus mengikuti update resmi dari Dinas Kesehatan Kota Mataram serta berita terpercaya lainnya seperti CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0