Kakorlantas Dorong Kolaborasi dengan Taksi Green SM untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

May 5, 2026 - 11:01
 0  6
Kakorlantas Dorong Kolaborasi dengan Taksi Green SM untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho baru-baru ini melakukan audiensi dengan manajemen Taksi Green SM guna membahas upaya peningkatan keselamatan dan tata kelola transportasi di Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum penting setelah beberapa insiden kecelakaan yang menarik perhatian publik terkait layanan transportasi umum.

Ad
Ad

Fokus Kolaborasi dan Pendekatan Komunikatif

Dalam pertemuan tersebut, Irjen Agus menegaskan bahwa penegakan hukum bukan satu-satunya jawaban untuk masalah keselamatan transportasi. Ia lebih mengedepankan kerja sama dan komunikasi dengan para pelaku usaha transportasi sebagai jalan terbaik untuk perbaikan berkelanjutan.

Tidak bangga melakukan penegakan hukum, tapi akan senang ketika bisa kolaborasi dan komunikasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik,

tegas Irjen Agus pada Selasa, 5 Mei 2026. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan perusahaan transportasi dalam menciptakan sistem yang lebih aman dan tertib.

Penyebab Kecelakaan dan Evaluasi Menyeluruh

Irjen Agus menambahkan bahwa setiap kejadian kecelakaan harus dianalisis secara menyeluruh, bukan hanya menyalahkan pengemudi. Faktor lain seperti kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, hingga lingkungan dan infrastruktur jalan juga berperan signifikan.

Tidak absolut kesalahan ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,

jelasnya. Hal ini menjadi dasar bagi Korlantas untuk melakukan evaluasi mendalam, termasuk insiden yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api.

Evaluasi tersebut nantinya akan digunakan untuk memperbaiki pengawasan dan tata kelola perusahaan transportasi, sehingga keselamatan dapat lebih terjamin.

Sistem Traffic Attitude Record dan Pelatihan Ulang Pengemudi

Lebih lanjut, Kakorlantas mendorong penerapan sistem traffic attitude record yang terintegrasi, termasuk data pelanggaran dari sistem tilang elektronik (ETLE). Sistem ini bertujuan untuk memantau perilaku pengemudi secara menyeluruh dan memastikan kompetensi serta disiplin berkendara.

Selain itu, Irjen Agus menawarkan program pelatihan ulang melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC) untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas para pengemudi.

Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh,

ujarnya.

Respons dan Komitmen Taksi Green SM

Menanggapi inisiatif tersebut, Direktur Taksi Green SM Denny Gunawan menyambut baik rencana kolaborasi dan menegaskan keseriusan perusahaan dalam meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,

kata Denny.

Ia mengakui masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, khususnya dalam pembinaan dan pelatihan pengemudi agar budaya keselamatan menjadi prioritas utama.

Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,

tambahnya.

Kendala dalam pelaksanaan pelatihan selama ini menjadi tantangan, sehingga kolaborasi dengan Korlantas diharapkan dapat menghadirkan edukasi yang lebih terstandar dan efektif.

Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran,

jelasnya.

Ke depan, Taksi Green SM akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, terutama saat pengembangan armada baru.

Model Sinergi untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara Korlantas Polri dan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan angkutan umum.

Menurut laporan detikNews, langkah ini merupakan upaya strategis untuk menekan angka kecelakaan sekaligus memperbaiki tata kelola transportasi secara menyeluruh.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, audiensi antara Kakorlantas dan Taksi Green SM bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah strategis yang dapat mengubah paradigma keselamatan transportasi di Indonesia. Pendekatan kolaboratif yang menitikberatkan pada evaluasi menyeluruh dan pelatihan ulang pengemudi membuka peluang untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini menjadi momok bagi layanan transportasi umum.

Lebih jauh, implementasi sistem traffic attitude record terintegrasi dengan ETLE dapat menjadi game-changer dalam pengawasan perilaku pengemudi, sekaligus mendorong budaya tertib berlalu lintas yang selama ini sulit diwujudkan. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal membangun kesadaran kolektif.

Namun, tantangan terbesar terletak pada konsistensi dan keberlanjutan program pelatihan serta kolaborasi. Perusahaan transportasi dan aparat perlu memastikan komitmen ini tidak berhenti pada pertemuan, melainkan diterjemahkan dalam tindakan nyata yang berdampak positif pada keselamatan publik. Publik wajib mengawasi dan mendukung inisiatif ini agar menjadi contoh bagi sektor transportasi lain di Indonesia.

Ke depan, penting untuk terus mengikuti perkembangan kolaborasi ini dan dampaknya terhadap keselamatan transportasi nasional. Upaya bersama seperti ini bisa menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju transportasi yang lebih aman dan terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad