Banjir Rendam 115 RT di Jakarta Akibat Luapan Kali, Ini Sebarannya

May 5, 2026 - 11:23
 0  5
Banjir Rendam 115 RT di Jakarta Akibat Luapan Kali, Ini Sebarannya

Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta akibat luapan beberapa kali utama setelah curah hujan tinggi melanda Ibu Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat total 115 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan masih terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi mulai dari 15 cm hingga 2,4 meter.

Ad
Ad

Penyebab Banjir dan Daerah Terdampak

Kepala Pelaksana BPBD DKI, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi pada Senin (4/5) menyebabkan beberapa sungai utama meluap. Kali-kali yang meluap antara lain Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung. Luapan kali tersebut mengakibatkan permukiman warga di beberapa wilayah tergenang.

"Penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang mengakibatkan beberapa kali meluap sehingga merendam permukiman warga," ujar Marulitua di Jakarta, Selasa.

Menurut data BPBD, terdapat juga empat ruas jalan di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan yang masih terendam banjir hingga Selasa pagi.

Titik Pos Siaga dan Ketinggian Muka Air

Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya menyebabkan kenaikan muka air di berbagai pos pengamatan banjir, dengan status siaga yang berbeda-beda, sebagai berikut:

  • Pos Pesanggrahan (Siaga 3) pukul 16.00 WIB
  • Pintu Air Pasar Ikan (Siaga 2) pukul 19.00 WIB
  • Pos Depok (Siaga 3) pukul 17.00 WIB
  • Pos Angke Hulu (Siaga 3 dan Siaga 2 pada pukul 17.00 dan 18.00 WIB)
  • Pos Karet (Siaga 3) pukul 19.00 WIB
  • Pos Cipinang Hulu (Siaga 3) pukul 20.00 WIB
  • Pos Sunter Hulu (Siaga 3) pukul 20.00 WIB
  • Pos Angke Hulu (Siaga 1) pukul 20.00 WIB

Kondisi ini menyebabkan terjadinya genangan air dengan ketinggian bervariasi dari 15 cm hingga 240 cm di sejumlah daerah.

Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD

Untuk mengatasi banjir, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan air dan memastikan sistem tali air berjalan dengan baik.

"BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112 yang beroperasi 24 jam nonstop dan layanan ini gratis," kata Marulitua.

Sebaran RT Terdampak Banjir

Berikut distribusi 115 RT yang masih terendam banjir berdasarkan wilayah administrasi:

  • Jakarta Barat (15 RT):
    • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 3 RT
    • Kelurahan Rawa Buaya: 2 RT
    • Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT
    • Kelurahan Joglo: 1 RT
    • Kelurahan Kembangan Selatan: 5 RT
  • Jakarta Selatan (78 RT):
    • Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT
    • Kelurahan Pondok Labu: 1 RT
    • Kelurahan Tanjung Barat: 2 RT
    • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT
    • Kelurahan Petogogogan: 37 RT
    • Kelurahan Bangka: 1 RT
    • Kelurahan Pela Mampang: 9 RT
    • Kelurahan Rawajati: 4 RT
    • Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT
    • Kelurahan Pejaten Timur: 8 RT
    • Kelurahan Bintaro: 6 RT
    • Kelurahan Pesanggrahan: 2 RT
    • Kelurahan Ulujami: 1 RT
  • Jakarta Timur (22 RT):
    • Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
    • Kelurahan Kampung Melayu: 8 RT
    • Kelurahan Cawang: 7 RT
    • Kelurahan Cililitan: 3 RT

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang merendam 115 RT di Jakarta ini kembali menegaskan tantangan serius pengelolaan tata air dan sistem drainase di Ibu Kota yang masih perlu perhatian khusus. Curah hujan tinggi yang menjadi pemicu utama luapan kali mencerminkan kebutuhan peningkatan kapasitas sungai dan sistem pengendalian banjir yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Selain itu, penyebaran banjir yang cukup luas di tiga wilayah administrasi Jakarta memperlihatkan bahwa penanganan dan mitigasi bencana harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, dinas teknis, serta peran aktif masyarakat. Jangan sampai penanganan bersifat insidental tanpa solusi jangka panjang yang efektif.

Ke depan, masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi dan informasi terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir, sedangkan pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir serta revitalisasi sungai yang berkelanjutan. Pantauan BPBD dan koordinasi antar dinas juga harus ditingkatkan agar respons cepat terhadap kondisi banjir dapat meminimalkan dampak kerugian bagi warga.

Untuk informasi terbaru dan perkembangan terkait banjir di Jakarta, masyarakat dapat mengakses laporan resmi melalui situs resmi BPBD DKI Jakarta atau berita terkini di media terpercaya seperti Antara Megapolitan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad