3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya Tapi Salah Total

May 5, 2026 - 12:30
 0  5
3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya Tapi Salah Total

Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga tidak mengherankan apabila banyak mitos beredar di masyarakat terkait kondisi ini. Namun, benarkah semua mitos tersebut? Menurut dr. Siska Suridanda Danny, SpJP(K), beberapa kepercayaan umum ternyata tidak berdasar secara ilmiah dan bahkan bisa berbahaya jika dipercaya tanpa pengetahuan yang tepat.

Ad
Ad

Mitos 1: Telapak Tangan Berkeringat Tanda Jantung Tidak Sehat

Banyak orang percaya bahwa telapak tangan berkeringat merupakan pertanda ada masalah pada jantung. Padahal, dr. Siska menegaskan bahwa kondisi ini belum terbukti secara ilmiah sebagai indikator kesehatan jantung. Berkeringat pada telapak tangan lebih sering dikaitkan dengan faktor lain seperti stres, kecemasan, atau kondisi fisiologis lainnya.

Mitos 2: Minum Kopi Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kopi sering dianggap buruk bagi kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang khawatir terhadap risiko penyakit jantung. Namun, menurut dr. Siska, mengonsumsi kopi secukupnya justru tidak membahayakan jantung. Konsumsi 1-2 gelas kopi tanpa gula per hari tidak berdampak negatif pada fungsi jantung. Bahkan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam kopi bisa memberikan efek stimulasi yang aman jika dikonsumsi dengan benar.

Mitos 3: "Kena Angin Duduk, Dikerik Saja"

Ini adalah salah satu mitos yang paling berbahaya dan mesti diluruskan dengan tegas. Masyarakat sering menyebut gejala serangan jantung sebagai "kena angin duduk" dan menganggap mengerik sebagai solusi. Dr. Siska sangat menyayangkan pemahaman keliru ini karena dapat menyebabkan keterlambatan penanganan medis yang sangat krusial.

"Sejak serangan pertama dirasakan, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama - dan bukan dikerik. Potensi kematian pasien serangan jantung akan meningkat 2-3 kali lipat jika tidak segera dibawa ke rumah sakit dalam 12 jam," tegasnya.

Penyakit jantung bukanlah penyakit ringan. Sekali jantung mengalami kerusakan, fungsi jantung tidak akan kembali normal sepenuhnya. Oleh karena itu, lebih baik waspada dan memeriksakan diri meski ternyata bukan penyakit berbahaya daripada meremehkan gejala serius.

Pentingnya Mengenal Fakta Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi momok bagi banyak orang, terutama karena gejala awalnya sering tidak spesifik dan mudah disalahartikan. Kesadaran akan fakta dan mitos yang benar sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam penanganan yang salah.

  • Kenali gejala sesak napas, nyeri dada, dan mudah lelah sebagai tanda yang perlu diwaspadai.
  • Jangan ragu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Jaga pola hidup sehat dengan olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan hindari stres berlebihan.
  • Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala serangan jantung untuk mengurangi risiko fatal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, mitos seputar penyakit jantung yang masih dipercaya luas ini menunjukkan lemahnya edukasi kesehatan di masyarakat. Mitos seperti "telapak tangan berkeringat" atau "kena angin duduk cukup dikerik" dapat berakibat fatal karena menghambat tindakan medis yang cepat dan tepat. Pemerintah dan tenaga kesehatan perlu meningkatkan sosialisasi yang berbasis bukti ilmiah agar masyarakat lebih paham risiko dan penanganan penyakit jantung.

Selain itu, mitos soal kopi yang selama ini sering dianggap berbahaya, sebenarnya sudah banyak dibantah oleh penelitian terkini. Ini menjadi contoh bagaimana informasi yang ketinggalan zaman masih beredar dan memengaruhi kebiasaan masyarakat. Pembaruan edukasi kesehatan secara berkala menjadi hal yang penting untuk mencegah kesalahpahaman.

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi kesehatan dan tidak mudah percaya mitos tanpa verifikasi. Pengetahuan yang tepat akan membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung yang masih tinggi di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap dan terpercaya, Anda dapat mengunjungi sumber resmi seperti Tabloid Bintang atau situs kesehatan pemerintah.

Jangan abaikan gejala yang dirasakan dan selalu prioritaskan pemeriksaan medis untuk menjaga kesehatan jantung Anda dan keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad