Gibran Terima Deputi PM Laos, Bahas Investasi Pupuk dan Pemberantasan Scam

May 5, 2026 - 16:50
 0  5
Gibran Terima Deputi PM Laos, Bahas Investasi Pupuk dan Pemberantasan Scam

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kunjungan resmi Deputi Perdana Menteri Laos, Thongsavan Phomvihane, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari investasi di sektor pupuk hingga upaya pemberantasan kejahatan siber dan penipuan (scam) yang semakin marak.

Ad
Ad

Deputi PM Laos tiba sekitar pukul 13.20 WIB di Jalan Medan Merdeka Selatan dan disambut dengan Tari Pendhet khas Bali serta alunan musik tradisional sasando dari Nusa Tenggara Timur, menandai kehormatan dalam kunjungan kenegaraan tersebut. Ia didampingi oleh Duta Besar Laos untuk Indonesia, Khamfeuang Phanthaxay.

Kerja Sama Keamanan dan Pemberantasan Kejahatan Siber

Dalam pertemuan tertutup selama 30 menit, Wapres Gibran dan Deputi PM Laos membahas secara intensif penguatan kerja sama bilateral, terutama di bidang keamanan. Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Anis Matta, menyampaikan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi dalam memberantas kejahatan internasional, khususnya penipuan dan kejahatan siber yang melibatkan warga negara Indonesia di Laos.

"Selain Kamboja, ada Laos yang juga banyak WNI terlibat dalam kasus ini, sehingga pengembangan kerja sama intelijen dan keamanan ini sangat penting untuk kita tingkatkan," ujar Anis Matta dalam konferensi pers usai pertemuan.

Kerja sama ini bukan hanya penting untuk keamanan nasional kedua negara, tetapi juga sebagai langkah preventif menghadapi tren kejahatan siber yang terus berkembang secara global.

Defisit Perdagangan dan Investasi di Sektor Pupuk

Di sektor ekonomi, terjadi defisit perdagangan Indonesia terhadap Laos sebesar US$57 juta dari total nilai perdagangan sebesar US$83,8 juta. Indonesia lebih banyak mengimpor dari Laos, khususnya potas sebagai bahan baku pupuk.

Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia berencana melakukan investasi strategis melalui PT Pupuk di Laos, dengan tujuan melakukan hilirisasi pupuk untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Untuk mengurangi ketergantungan bahan baku yang ada di Laos, mungkin salah satu peluang investasi yang perlu kita jajaki adalah pendirian pabrik pupuk di sana untuk mengurangi biaya bahan baku," jelas Aminuddin Ma'ruf.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menyeimbangkan neraca perdagangan, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja dan transfer teknologi antara kedua negara.

Memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Laos

Selain aspek keamanan dan ekonomi, kedua negara juga menyiapkan agenda diplomatik penting menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Laos pada 2027. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak tengah merumuskan bentuk kerja sama yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Memperkuat hubungan politik dan diplomasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan sinergi di berbagai bidang ke depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pertemuan antara Wapres Gibran dan Deputi PM Laos ini mencerminkan pentingnya kerja sama regional yang semakin erat di Asia Tenggara, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang lintas negara. Indonesia dan Laos, meski memiliki skala ekonomi berbeda, menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah bersama seperti scam dan kejahatan siber yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi.

Investasi di sektor pupuk juga menandai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku, yang selama ini menyebabkan defisit perdagangan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kedaulatan pangan yang menjadi prioritas nasional. Pemerintah harus memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menguntungkan secara bisnis, namun juga berdampak positif bagi masyarakat di kedua negara.

Ke depan, publik dan pelaku usaha harus mengawasi bagaimana implementasi kerja sama ini berjalan, terutama menjelang perayaan 70 tahun hubungan diplomatik yang dapat menjadi momentum mempererat kolaborasi politik, ekonomi, dan keamanan. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi bagi kemajuan bersama yang saling menguntungkan.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber asli di CNBC Indonesia serta mengikuti update terbaru dari situs resmi pemerintah dan media terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad