Kurang Tidur 4 Malam Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan, Ini Penjelasannya
Bunda sering mengalami kurang tidur selama beberapa malam berturut-turut? Waspada, karena kurang tidur selama 4 malam bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Penelitian terbaru mengungkap bagaimana kurang tidur berdampak langsung pada cara tubuh menyimpan lemak dan mengatur energi.
Penelitian Terbaru: Kurang Tidur Sebabkan Kenaikan Berat Badan
Sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari Pennsylvania State University mengamati 15 pria sehat berusia 20-an selama 17 hari. Pada minggu pertama, para peserta tidur selama 10 jam setiap malam di rumah. Kemudian, mereka dibatasi tidur maksimal 5 jam selama 4 malam berturut-turut di pusat penelitian sambil mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan perubahan signifikan pada respons tubuh terhadap makanan, yang berujung pada peningkatan penyimpanan lemak dan potensi kenaikan berat badan.
Produksi Insulin Meningkat dan Penyimpanan Lemak Bertambah
Peneliti menemukan bahwa tubuh memproduksi insulin dalam kadar lebih tinggi saat mengalami kurang tidur. Insulin adalah hormon penting yang mengatur kadar gula darah dan membantu menyimpan lemak.
"Kadar insulin yang meningkat membuat lemak dari makanan lebih cepat disimpan dalam tubuh, bukan dibakar sebagai energi," jelas peneliti.
Akibatnya, lemak yang masuk ke tubuh lebih banyak disimpan daripada dibakar, sehingga berat badan berpotensi naik meskipun pola makan tidak berubah drastis.
Rasa Kenyang Berkurang Saat Kurang Tidur
Selain perubahan hormon, kurang tidur juga memengaruhi sensasi kenyang. Peserta yang kurang tidur merasa kurang puas setelah makan makanan tinggi kalori dibandingkan saat tidur cukup. Ini dapat membuat Bunda merasa lapar dan cenderung makan lebih banyak, terutama saat berbuka puasa.
Kebiasaan ini meningkatkan asupan kalori harian dan mempercepat penambahan berat badan dalam jangka panjang.
Risiko Penyakit Kronis Meningkat Akibat Kurang Tidur
Kurang tidur tidak hanya berdampak pada berat badan tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan bahkan kanker. Hal ini disebabkan gangguan hormonal, stres oksidatif, dan regulasi nafsu makan yang tidak optimal.
"Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta penyakit metabolik lainnya," kata Kelly Ness, penulis utama penelitian.
Peneliti menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebiasaan tidur buruk, yang sama pentingnya dengan kampanye pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?
Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa idealnya tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Durasi ini membantu menjaga kesehatan jantung, fungsi otak, dan keseimbangan metabolisme tubuh.
Bagi Bunda yang sering tidur kurang dari 6 jam, sudah saatnya mengevaluasi pola tidur. Mengatur jadwal tidur konsisten, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Kesimpulan, kurang tidur selama 4 malam saja cukup mengubah cara tubuh mengelola kalori dan menyimpan lemak, sehingga berisiko menaikkan berat badan. Oleh karena itu, menjaga kualitas dan durasi tidur sangat penting demi kesehatan dan berat badan yang ideal.
Terus pantau informasi kesehatan terbaru dan jangan abaikan pentingnya tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat Bunda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0