Pemkot Batam Bentuk 64 Kelurahan Siaga TB untuk Percepatan Penanganan Tuberkulosis

Mar 8, 2026 - 10:11
 0  3
Pemkot Batam Bentuk 64 Kelurahan Siaga TB untuk Percepatan Penanganan Tuberkulosis

Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau, mengambil langkah strategis dengan membentuk 64 Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB) untuk mempercepat penanganan penyakit menular ini. Inisiatif ini dirancang untuk menggerakkan peran aktif masyarakat di tingkat kelurahan dalam mendukung program eliminasi TB yang sedang dijalankan.

Ad
Ad

Peran Kelurahan Siaga TB dalam Penanggulangan Tuberkulosis

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa pembentukan Kelurahan Siaga TB bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat seperti RT, RW, kader, dan tokoh masyarakat dalam mendukung penanganan TB secara menyeluruh.

“Tugas Kelurahan Siaga TB di antaranya menggerakkan masyarakat untuk mendukung penanggulangan TB mulai dari pencegahan, penemuan kasus, hingga mendukung proses pengobatan hingga tuntas,” ujar Didi.

Kelurahan ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala TB, cara penularan, dan pentingnya menjalani pengobatan sampai selesai. Misalnya, jika ada warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, mereka diarahkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Proses investigasi kontak juga menjadi bagian dari tugas Kelurahan Siaga, yakni melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga dan orang serumah agar penularan TB tidak meluas.

Dukungan Masyarakat dan Pengurangan Stigma

Selain mengedukasi, kelurahan juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga sembuh. Hal ini sangat penting mengingat pengobatan TB biasanya berlangsung lama dan memerlukan konsistensi tinggi.

Didi menambahkan, Kelurahan Siaga TB juga berperan mengurangi stigma negatif yang sering dialami oleh penderita TB di masyarakat. Dengan peran aktif kelurahan, diharapkan masyarakat lebih terbuka dan mendukung pasien selama masa pengobatan.

“Kelurahan menjadi penggerak masyarakat dan pendukung program TB di tingkat wilayah, sementara pelayanan medis tetap dilakukan oleh puskesmas,” jelasnya.

Langkah Strategis Pemkot Batam dan Rekomendasi BPK

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pembentukan Kelurahan Siaga TB juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penanganan TB di Kota Batam.

“Rapat ini merupakan rencana percepatan penanganan TB sekaligus tindak lanjut atas hasil audit BPK mengenai pola penanganan TB yang selama ini dilakukan,” ujar Firmansyah.

BPK merekomendasikan Pemkot Batam untuk menyusun Rencana Aksi Daerah dalam bentuk Peraturan Wali Kota sebagai landasan kebijakan yang lebih kuat dalam penanggulangan TB.

Firmansyah berharap Dinas Kesehatan dapat menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan maksimal dan mengajak seluruh pemangku kepentingan turut mendukung program ini agar hasilnya optimal.

Data dan Target Penurunan Kasus TB di Batam

Berdasarkan data Dinkes Batam, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 4.650 warga terpapar TB. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus menekan penyebaran penyakit tersebut.

Dengan penguatan program Kelurahan Siaga TB, Pemkot Batam menargetkan penurunan signifikan kasus TB pada tahun 2026. Pendekatan berbasis masyarakat ini diyakini dapat mempercepat deteksi kasus baru dan memperbaiki kepatuhan pengobatan pasien.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pembentukan 64 Kelurahan Siaga TB oleh Pemkot Batam merupakan langkah progresif yang menempatkan masyarakat sebagai ujung tombak penanggulangan tuberkulosis. Pendekatan ini mengadopsi konsep community-based health intervention yang sudah terbukti efektif di berbagai negara dalam menekan penyebaran penyakit menular.

Selain sisi medis, aspek sosial seperti pengurangan stigma dan peningkatan kepatuhan pasien menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader, program ini dapat membangun kepercayaan dan dukungan komunitas yang selama ini belum optimal.

Namun, tantangan terbesar tetap pada konsistensi dan koordinasi antara kelurahan dan fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Ke depan, Pemkot Batam harus memastikan adanya monitoring dan evaluasi yang ketat agar program berjalan efektif dan target penurunan kasus dapat tercapai.

Pemantauan lebih lanjut terhadap implementasi Peraturan Wali Kota terkait Rencana Aksi Daerah juga menjadi hal yang penting agar kebijakan ini memiliki payung hukum yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan program ini, Batam tidak hanya memperkuat upaya kesehatan masyarakatnya tetapi juga memberikan contoh bagi daerah lain dalam mengelola penyakit menular secara terpadu dan partisipatif.

Untuk perkembangan terbaru dan implementasi program Kelurahan Siaga TB, masyarakat dan pemangku kepentingan disarankan untuk terus mengikuti informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kota Batam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad