Serangan Iran Hancurkan Radar THAAD Amerika Senilai Rp5 Triliun di Yordania

Mar 8, 2026 - 11:01
 0  5
Serangan Iran Hancurkan Radar THAAD Amerika Senilai Rp5 Triliun di Yordania

Serangan Iran berhasil menghancurkan radar sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat yang dioperasikan di Yordania, menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan kawasan Teluk dan efektivitas sistem pertahanan udara regional.

Ad
Ad

Radar THAAD senilai Rp5 triliun hancur di Pangkalan Udara Yordania

Radar AN/TPY-2 buatan RTX Corp, yang merupakan komponen kunci dari sistem THAAD dan berharga sekitar USD 300 juta atau lebih dari Rp5 triliun, dilaporkan hancur total akibat serangan yang dilakukan Iran di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Foto satelit yang beredar memperlihatkan kerusakan parah pada radar dan peralatan pendukungnya selama hari-hari awal konflik.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi kehancuran radar tersebut dan menilai insiden ini sebagai salah satu serangan paling berhasil yang pernah dilakukan Iran terhadap aset pertahanan Amerika.

Dampak serangan terhadap pertahanan kawasan Teluk

Menurut data yang dikumpulkan oleh lembaga think tank Foundation for Defense of Democracies, terdapat dua serangan Iran yang dilaporkan di Yordania, pada tanggal 28 Februari dan 3 Maret 2026. Meski klaim awal menyatakan kedua serangan berhasil dicegat, data satelit dan konfirmasi pejabat AS menunjukkan bahwa radar THAAD tetap hancur.

"Jika berhasil, serangan Iran terhadap radar THAAD akan menandai salah satu serangan Iran yang paling sukses sejauh ini," ujar Ryan Brobst, Wakil Direktur Center on Military and Political Power di Foundation for Defense of Democracies.

Namun, Brobst menambahkan bahwa militer AS dan sekutunya masih memiliki radar lain yang dapat memberikan perlindungan, sehingga hilangnya satu radar tidak akan langsung melumpuhkan pertahanan udara kawasan.

Latar belakang sistem pertahanan THAAD dan pentingnya radar AN/TPY-2

Sistem THAAD adalah bagian dari pertahanan rudal balistik yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal yang masuk pada ketinggian tinggi. Radar AN/TPY-2 merupakan "mata" utama sistem ini, yang memungkinkan deteksi dini dan pelacakan target secara presisi.

Keberadaan radar ini di Yordania sangat strategis untuk mengamankan wilayah Timur Tengah, khususnya kawasan Teluk yang kerap menjadi titik panas konflik antara berbagai negara dan kelompok militan.

Reaksi dan konsekuensi geopolitik

  • Kerusakan radar ini dapat memperlemah kemampuan pertahanan Amerika dan sekutunya dalam menghadapi serangan rudal di kawasan Teluk.
  • Serangan ini memperlihatkan kemampuan militer Iran dalam menargetkan aset strategis musuh di luar perbatasan negaranya.
  • Kejadian ini berpotensi memperburuk ketegangan antara AS, Iran, dan sekutu regional, meningkatkan risiko eskalasi militer di Timur Tengah.

Selain itu, serangan ini menjadi sinyal bahwa Iran semakin agresif dalam mempertahankan kepentingannya dan menantang kehadiran militer AS di kawasan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hancurnya radar THAAD ini bukan sekadar kerugian materi, tetapi simbol krusial dari pergeseran kekuatan militer di Timur Tengah. Kemampuan Iran menyerang secara presisi di wilayah Yordania mengindikasikan peningkatan kapasitas militer dan intelijen yang patut diwaspadai Amerika dan sekutunya.

Walaupun militer AS masih memiliki radar lain, hilangnya satu radar utama tetap melemahkan efektivitas pertahanan udara secara signifikan, terutama dalam skenario serangan massal atau serangan berlapis. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kerentanan pangkalan militer AS di wilayah yang sangat bergejolak.

Ke depan, publik dan pengamat geopolitik harus mengamati bagaimana AS merespons serangan ini, apakah akan meningkatkan perlindungan, mengganti radar yang hilang, atau bahkan mengubah strategi militernya di Timur Tengah. Langkah Iran ini juga bisa memicu reaksi keras dari aliansi internasional, yang berpotensi menambah ketegangan global.

Situasi ini menandai babak baru dalam konflik yang sudah kompleks, menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan masih sangat rentan terhadap konflik bersenjata dan persaingan geopolitik.

Terus pantau perkembangan terbaru untuk mengetahui langkah-langkah strategis yang diambil oleh AS, Iran, dan negara-negara terkait di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad