Domino Demokrasi 2026 di Malang: Ajang Guyub Lintas Partai dan Forkopimda
- Golkar Kota Malang dan Persiapan Kompetisi Domino Demokrasi
- Tujuan Utama: Kebersamaan dan Kegembiraan
- Domino Demokrasi sebagai Ruang Guyub Lintas Partai dan Forkopimda
- Sinergi Media, Partai Politik, dan Pemerintah untuk Pembangunan Kota Malang
- Partisipasi dan Dukungan Luas dalam Domino Demokrasi 2026
- Analisis Redaksi
Kompetisi Domino Demokrasi 2026 di Malang bukan sekadar pertandingan strategi permainan domino, melainkan juga menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi antarpartai politik dan unsur Forkopimda di wilayah Malang Raya. Acara ini diselenggarakan oleh TIMES Indonesia bersama Tugu Jatim dan diikuti oleh berbagai partai serta pejabat pemerintahan, yang menunjukkan bahwa olahraga juga dapat menjadi media efektif dalam membangun kebersamaan lintas institusi.
Golkar Kota Malang dan Persiapan Kompetisi Domino Demokrasi
Djoko Prihatin, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, menjelaskan bahwa partainya mengirimkan dua tim untuk ambil bagian dalam kompetisi ini. Meskipun persiapannya terbilang sederhana, Golkar rutin mengadakan sesi mabar (main bareng) domino dua kali seminggu, yakni pada hari Rabu dan Sabtu, sebagai sarana latihan kader-kadernya.
“Persiapan kita sebenarnya enggak spesial-spesial banget. Kita mengajak teman-teman kader untuk berlatih. Kita punya namanya mabar, seminggu dua kali hari Rabu dan hari Sabtu teman-teman kita undang main,” ujar Djoko.
Dari latihan rutin tersebut, Golkar kemudian memilih kader yang memiliki kemampuan bermain domino cukup baik untuk berkompetisi dalam Domino Demokrasi 2026.
Tujuan Utama: Kebersamaan dan Kegembiraan
Meski kompetisi bersifat adu strategi, Djoko menegaskan bahwa target utamanya adalah menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan antar peserta. Ia berharap para peserta dapat menikmati permainan, merasakan semangat kompetisi, dan jika beruntung membawa pulang trofi.
“Harapan saya sih teman-teman yang penting enjoy mainnya, gembira, hasrat mereka terpenuhi. Dan kalau bisa bawa pulang tropinya,” tambahnya sambil tersenyum.
Domino Demokrasi sebagai Ruang Guyub Lintas Partai dan Forkopimda
Djoko menilai kompetisi ini merupakan ruang pertemuan yang jarang terjadi di luar agenda formal politik maupun pemerintahan. Kegiatan ini mempertemukan kader lintas partai, pengurus lama, anggota dewan, dan unsur Forkopimda dalam suasana santai yang penuh keakraban.
“Ini satu gerakan yang cukup bagus antara kami teman-teman partai yang selama ini mungkin kalau ketua-ketua kami ketemu ya, tapi kalau ornamen-ornamen di bawah ini kan kita jarang ketemu,” ujarnya.
Menurut Djoko, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga budaya kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Malang, yang dikenal dengan semboyan seduluran selawase (persaudaraan selamanya).
“Justru di sini kita bisa bertemu lagi dengan teman-teman lama, kita bertemu dengan kepengurusan yang lama, bahkan ketemu dengan beberapa anggota dewan yang ikutan bermain. Ini satu buah gerakan yang bagus karena ini bisa mempererat tali silaturahmi, tali persaudaraan kita, yang memang ciri khas dari Malang itu sendiri,” ungkapnya.
Sinergi Media, Partai Politik, dan Pemerintah untuk Pembangunan Kota Malang
Lebih jauh, Djoko berharap bahwa kolaborasi antara media, partai politik, dan pemerintah daerah melalui kegiatan seperti Domino Demokrasi dapat memperkuat sinergi pembangunan di Kota Malang.
“Dengan kolaborasi antara media, partai politik dan ada pemerintahan, harapan kita semua level daripada ornamen di Kota Malang ini benar-benar bisa menjadi satu buah unsur membangun bersama,” katanya.
Dia menekankan bahwa kompetisi domino tidak hanya hiburan semata, tetapi juga simbol bahwa perbedaan dapat dipertemukan dalam suasana hangat dan positif.
“Tidak hanya ribut di luar, tapi dengan kompetisi domino ini kita bisa dipersatukan dan kita bisa masuk ke arah pembangunan yang lebih baik,” pungkas Djoko.
Partisipasi dan Dukungan Luas dalam Domino Demokrasi 2026
Kompetisi ini mengusung tema "Mengasah Kecerdasan Berpikir" dan diikuti oleh puluhan tim dari Forkopimda, partai politik Malang Raya, bahkan masyarakat umum. Pimpinan dari Pemkab Malang, Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Polres Malang, Polres Batu, Kodim Malang/Batu, dan Kodim Kota Malang turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini.
Selain itu, acara ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Provinsi Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Jawa Timur, serta berbagai pihak seperti Pemerintah Kabupaten Malang, KONI Kota Malang, Lapas Kelas I Malang, Ocean Garden, BNI, Ini Baru Sport (Gajah Baru), AFR, dan Esto Coffee.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, Kompetisi Domino Demokrasi 2026 merupakan contoh nyata bagaimana kegiatan non-formal bisa menjadi medium efektif untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antar partai politik serta unsur pemerintahan. Dalam konteks politik yang seringkali diwarnai persaingan dan ketegangan, Domino Demokrasi memberikan ruang untuk menjalin persaudaraan yang tulus dan sinergi yang produktif.
Lebih jauh, kegiatan ini dapat menjadi model bagaimana olahraga dan permainan tradisional dapat difungsikan sebagai jembatan penghubung berbagai elemen masyarakat yang berbeda. Ini juga menunjukkan potensi besar dalam memanfaatkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk memperkuat kultur demokrasi yang sehat dan inklusif.
Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana sinergi yang terbangun dari kegiatan seperti ini dapat diterjemahkan ke dalam kolaborasi nyata dalam pembangunan daerah dan penyelesaian masalah bersama. Jika mampu dipertahankan dan dikembangkan, format seperti Domino Demokrasi dapat menjadi a game-changer dalam membangun politik yang lebih harmonis dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.
Untuk informasi lebih lengkap dan update kegiatan ini, kunjungi tautan sumber TIMES Indonesia dan pantau berita terkini dari media terpercaya lainnya seperti Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0