Banjir Situbondo 2026: Dua Warga Hilang dan Ribuan Terendam Luapan Air
Banjir besar melanda wilayah barat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sejak 7 Maret 2026, menyebabkan kondisi darurat di enam kecamatan dan membuat dua warga hilang terseret arus. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu sore dan menyebabkan debit air sungai meluap, merendam ribuan permukiman warga.
Banjir Meluas di Enam Kecamatan Situbondo
Menurut keterangan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, banjir mulai terjadi pada pukul 18.00 WIB setelah hujan deras selama beberapa jam. Kecamatan yang terdampak meliputi:
- Banyuglugur: Desa Lubawang dan Kalianget terendam.
- Besuki: Desa Besuki dan Kalimas terdampak banjir.
- Jatibanteng: Dampak paling luas terjadi di desa-desa Jatibanteng, Wringinanom, Patemon, dan Sumberanyar.
- Mlandingan: Desa Sumberpinang, Selomukti, dan Mlandingan Kulon kebanjiran.
- Kendit: Enam desa terdampak, yakni Kendit, Klatakan, Kukusan, Rajekwesi, Tambak Ukir, dan Bugeman.
- Situbondo: Desa Kotakan dan Lugundang juga terendam.
Dua Warga Hilang Terseret Arus, Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Dua warga Kecamatan Jatibanteng dilaporkan hilang, yaitu Tohari (40) dari Desa Patemon dan Jaelani dari Desa Sumberanyar. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih fokus melakukan pencarian korban sambil membersihkan sisa-sisa material banjir.
"Desa Patemon orang dalam pencarian 1 jiwa, di Desa Sumberanyar orang dalam pencarian 1 jiwa," kata Satriyo Nurseno, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur.
Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial
Banjir juga menimbulkan kerusakan infrastruktur cukup signifikan. Di Kecamatan Jatibanteng, akses transportasi terganggu akibat putusnya jalan penghubung. Empat warung di Desa Wringinanom rusak parah. Secara keseluruhan, kerusakan yang tercatat meliputi:
- 3 unit rumah rusak
- 9 unit toko dan warung terdampak
- 4 titik Tembok Penahan Tanah (TPT) mengalami kerusakan
- 2 jembatan di Kecamatan Kendit rusak
Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi atau bertahan di rumah dengan kondisi terendam air.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
Memasuki hari kedua pascabencana, kondisi banjir sudah mulai surut sejak pukul 03.00 WIB pada Minggu (8/3). Tim gabungan dari BPBD dan unsur terkait kini memfokuskan pada pembersihan lumpur dan material banjir agar akses jalan kembali lancar. Cuaca di lokasi saat ini dilaporkan cerah berawan, yang membantu percepatan pemulihan.
Selain pembersihan, tim juga terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Kegiatan kerja bakti di lingkungan warga yang terdampak sedang digencarkan untuk mempercepat normalisasi.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir di Situbondo ini menegaskan pentingnya pengelolaan tata ruang dan sistem drainase yang lebih baik terutama di daerah rawan banjir. Intensitas hujan yang tinggi akibat perubahan iklim global menjadi faktor pemicu utama, namun mitigasi lokal masih sangat kurang. Kerusakan infrastruktur yang cukup luas juga menunjukkan lemahnya kesiapan daerah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
Upaya pencarian korban yang masih berlangsung harus mendapat dukungan penuh dengan penyediaan alat dan tenaga yang memadai. Selain itu, pemerintah daerah dan pusat perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini dan rencana evakuasi guna mengurangi risiko korban jiwa di masa depan.
Ke depan, masyarakat dan pemangku kebijakan harus memperhatikan potensi banjir susulan dan tetap waspada, mengingat curah hujan masih bisa berfluktuasi. Peningkatan koordinasi antar instansi dan edukasi mitigasi bencana kepada warga juga menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak bencana serupa.
Terus ikuti perkembangan berita ini untuk informasi terkini dan langkah penanganan banjir di Situbondo.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0