Israel Diduga Gunakan Senjata Fosfor Putih Terlarang di Lebanon, Ini Dampaknya

Mar 9, 2026 - 21:40
 0  3
Israel Diduga Gunakan Senjata Fosfor Putih Terlarang di Lebanon, Ini Dampaknya

Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) melaporkan dugaan penggunaan senjata amunisi fosfor putih oleh militer Israel di wilayah pemukiman di Lebanon selatan pada awal Maret 2026. Praktik tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional karena senjata ini digunakan di area yang padat dengan warga sipil.

Ad
Ad

Penggunaan Fosfor Putih dan Dampaknya pada Warga Sipil

Ramzi Kaiss, peneliti HRW untuk Lebanon, menyatakan bahwa penggunaan fosfor putih di daerah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi keselamatan warga sipil.

"Penggunaan fosfor putih secara tidak sah oleh militer Israel di atas daerah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil," ujar Kaiss dalam laporan HRW yang dirilis pada 9 Maret 2026.

Fosfor putih merupakan bahan kimia yang mudah menyala saat bersentuhan dengan oksigen. Senjata ini biasanya digunakan untuk menciptakan asap tebal sebagai tabir, tetapi jika digunakan di wilayah padat penduduk, dapat menyebabkan kebakaran hebat yang membakar rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur sipil lainnya. Efek pembakaran dari fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera parah yang berdampak seumur hidup bagi korban.

Verifikasi Bukti dan Analisis HRW

HRW mengkonfirmasi dugaan tersebut melalui verifikasi tujuh foto yang menunjukkan amunisi fosfor putih ditembakkan di atas kawasan permukiman di Yohmor, Lebanon selatan, pada 3 Maret 2026. Foto-foto tersebut memperlihatkan ledakan di udara yang memicu kebakaran pada setidaknya dua rumah warga.

Organisasi ini juga melakukan geolokasi terhadap gambar yang diunggah oleh media lokal Lebanon pada pagi hari kejadian. Hasil analisis memperlihatkan adanya setidaknya dua proyektil artileri yang meledak di udara, menghasilkan awan asap khas dari amunisi fosfor putih seri M825 kaliber 155 mm.

Selain itu, foto yang diunggah oleh tim pertahanan sipil Komite Kesehatan Islam di Yohmor menunjukkan petugas memadamkan api di atap rumah dan sebuah mobil yang terbakar. HRW menyimpulkan bahwa kebakaran ini kemungkinan disebabkan oleh potongan kain felt yang terendam fosfor putih dari amunisi yang meledak.

Seruan Human Rights Watch dan Situasi Ketegangan di Lebanon

HRW mendesak Israel untuk segera menghentikan penggunaan amunisi fosfor putih di wilayah pemukiman dan mengingatkan negara-negara pemasok senjata untuk menangguhkan bantuan militer kepada Israel.

"Negara-negara yang memasok senjata ke Israel, termasuk amunisi fosfor putih, harus segera menangguhkan bantuan militer dan penjualan senjata," tegas Kaiss.

Sementara itu, ketegangan militer di Lebanon terus meningkat. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangkaian serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, termasuk wilayah Ghobeiry dan Haret Hreik. Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan fasilitas milik kelompok bersenjata Hizbullah.

Sejak eskalasi konflik terbaru, lebih dari setengah juta orang mengungsi akibat perintah evakuasi di Lebanon. Serangan Israel juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 394 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang luka-luka di negara tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tuduhan penggunaan senjata fosfor putih oleh Israel di Lebanon bukan hanya soal pelanggaran hukum internasional, tetapi juga menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius. Senjata ini, yang sifatnya sangat berbahaya dan sulit dikendalikan, jika digunakan di daerah padat penduduk, berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Lebanon.

Lebih jauh, penggunaan senjata jenis ini dapat meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, mengingat Lebanon merupakan negara yang sudah lama menjadi arena konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Pengabaian terhadap hukum humaniter internasional oleh salah satu pihak dalam konflik ini bisa memicu kecaman internasional yang lebih luas dan menekan negara-negara penyedia senjata untuk mengambil sikap tegas.

Ke depan, penting untuk terus mengawasi perkembangan situasi di Lebanon, termasuk respon Israel dan komunitas internasional terhadap tuduhan ini. Keseriusan dunia internasional dalam menindaklanjuti pelanggaran semacam ini menjadi kunci untuk mencegah eskalasi kekerasan dan melindungi warga sipil yang rentan.

Catatan: Situasi di Lebanon dan keterlibatan senjata terlarang ini harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat global agar tragedi kemanusiaan yang lebih besar bisa dihindari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad