Longsor Tebing 30 Meter di Brebes Hancurkan Bangunan Sekolah dan Jalan

Mar 10, 2026 - 00:30
 0  7
Longsor Tebing 30 Meter di Brebes Hancurkan Bangunan Sekolah dan Jalan

Peristiwa longsor tebing setinggi 30 meter mengguncang Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Minggu dini hari, 8 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah selatan Brebes, yang memicu erosi dan longsoran yang menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur dan fasilitas pendidikan di sekitar lokasi.

Ad
Ad

Longsor Tebing Sebabkan Bangunan Sekolah Terperosok Hilang

Longsoran tebing yang menggerus permukaan tanah terjadi di tepi Kali Longkrang, sungai yang meluap akibat hujan deras. Arus deras sungai ini mengikis tebing utara, tempat berdirinya sebuah bangunan sekolah dan jalan penghubung antar desa. Akibatnya, bangunan sekolah yang berada di pinggir tebing terperosok dan hilang tertimbun longsor.

"Kejadian Minggu, akibat hujan deras di wilayah selatan Brebes. Arus sungai banjir dan menggerus tanah tempat sekolah berdiri dan jalan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Dani Asmoro, Senin (9/3) seperti dikutip dari detikJateng.

Longsor ini memiliki panjang sekitar 20 meter dan tinggi mencapai 30 meter, sehingga dampaknya sangat signifikan terhadap akses dan fasilitas umum.

Kerusakan Jalan dan Longsor Susulan

Tak hanya bangunan sekolah, badan jalan kabupaten ruas Cilibur-Langkap yang memiliki lebar 3 meter dan panjang 50 meter juga tergerus longsor dan akhirnya putus total, sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan apapun untuk sementara waktu.

Beberapa jam setelah longsor awal, longsor susulan kembali terjadi pada pukul 08.30 WIB di lokasi yang sama. Longsor susulan ini merusak talud penahan tebing dan bangunan kamar mandi SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, yang berukuran 3x6 meter, terbawa longsor dan terjatuh ke jurang.

Dani Asmoro menambahkan, "Bangunan kamar mandi milik sekolah dan jalan kabupaten rusak. Bangunan terbawa longsor demikian juga ruas jalan kabupaten."

Penanganan dan Prioritas Pemerintah Daerah

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengatasi dampak longsor.

"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah mendapatkan informasi pertama kali. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah," ujar Paramitha.

Selain itu, Bupati juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, dimana Gubernur berencana menurunkan tim khusus untuk membantu penanganan dan relokasi penduduk terdampak.

Menurut Paramitha, langkah penanganan harus dilakukan secara cermat mengingat kondisi lapangan yang memiliki risiko tinggi. Pemerintah juga memfokuskan perhatian pada fasilitas pendidikan yang rusak atau berada di lokasi rawan longsor.

"Kita tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah yang berada di atas tebing. Setiap langkah yang kami lakukan harus memastikan keamanan seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang belajar di sana," katanya.

Faktor Penyebab dan Dampak Longsor

Longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Kali Longkrang. Meluapnya sungai tersebut menimbulkan erosi pada tebing yang tidak mampu menahan tekanan air sehingga longsor terjadi. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai dan penguatan lereng untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa longsor di Brebes ini menjadi peringatan serius tentang risiko bencana alam yang semakin meningkat di wilayah rawan longsor, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi seperti Jawa Tengah. Kerusakan fasilitas pendidikan dan infrastruktur vital tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak dan warga sekitar.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah perlu memperkuat mitigasi bencana jangka panjang, seperti pembangunan talud penahan longsor yang lebih kuat, reboisasi, dan pemantauan intensif terhadap kondisi tebing dan sungai. Upaya relokasi penduduk dan sekolah yang berada di zona bahaya juga harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak berulang.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi meningkatkan kesadaran mitigasi bencana serta menyiapkan sistem tanggap cepat yang efektif. Pembelajaran dari bencana ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan pengelolaan risiko bencana yang lebih komprehensif di Brebes dan wilayah sekitarnya.

Kesimpulan

Longsor tebing setinggi 30 meter di Brebes telah menyebabkan kerusakan parah pada bangunan sekolah dan jalan penghubung antar desa, memutus akses transportasi dan mengancam keselamatan warga. Pemerintah daerah bersama provinsi bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan perencanaan relokasi untuk mengatasi dampak bencana ini. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah rawan longsor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad