Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi Rusia untuk Stabilkan Pasar

Mar 10, 2026 - 08:31
 0  4
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi Rusia untuk Stabilkan Pasar

Harga minyak dunia meroket ke level tertinggi sejak Juli 2022, menyentuh angka US$119 per barel pada Senin (9/3/2026). Lonjakan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan perang antara AS dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Dalam situasi yang semakin memanas ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan pencabutan sanksi minyak terhadap Rusia. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga minyak yang berdampak langsung pada bisnis dan konsumen AS, terutama menjelang pemilihan umum paruh waktu pada November 2026 yang krusial bagi nasib Partai Republik di Kongres.

Pertimbangan Trump Cabut Sanksi Rusia

Berdasarkan informasi dari tiga sumber yang berbicara kepada Reuters, salah satu opsi yang sedang dibahas Trump adalah mengizinkan negara-negara tertentu membeli minyak Rusia tanpa ancaman sanksi AS. Hal ini menunjukkan kekhawatiran Gedung Putih terhadap dampak negatif kenaikan harga minyak terhadap ekonomi domestik.

"Kami memberlakukan sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai Selat [Hormuz] dibuka," kata Trump dalam pernyataan kepada wartawan di Florida pada Senin (9/3).

Pelonggaran sanksi ini dapat meningkatkan pasokan minyak dunia di tengah gangguan distribusi minyak yang signifikan di Timur Tengah akibat konflik. Namun, langkah tersebut juga berpotensi melemahkan upaya AS untuk menekan pendapatan Rusia yang digunakan dalam perang di Ukraina.

Konflik di Selat Hormuz dan Dampaknya pada Harga Minyak

Selat Hormuz adalah jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dan bertanggung jawab atas sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Iran menutup selat ini sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, yang menyebabkan gangguan besar dalam pengiriman minyak global.

Upaya Gedung Putih untuk mengawal kapal tanker di Selat Hormuz belum berhasil meningkatkan arus kapal secara signifikan. Para analis menilai bahwa opsi yang tersedia bagi AS terbatas, mulai dari langkah simbolis hingga yang berisiko tinggi secara strategis.

Langkah Lain yang Dipertimbangkan Gedung Putih

Selain pencabutan sanksi, Trump juga mempertimbangkan intervensi di pasar berjangka minyak (oil futures market), penghapusan sebagian pajak federal, dan pencabutan Undang-Undang Jones yang membatasi pengangkutan bahan bakar domestik hanya menggunakan kapal berbendera AS.

AS juga tengah menggodok opsi untuk melepaskan cadangan minyak mentah yang dimiliki oleh negara-negara G7. Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi bahwa koordinasi penjualan dari cadangan strategis G7 sedang dipertimbangkan, meski keputusan final belum diambil.

  • Lonjakan harga minyak dunia ke US$119 per barel.
  • Pencabutan sanksi minyak Rusia sebagai opsi stabilisasi pasar.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan gangguan pasokan minyak global.
  • Intervensi di pasar minyak berjangka dan kebijakan pajak sebagai alternatif.
  • Diskusi tentang pelepasan cadangan minyak strategis G7.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Presiden Trump mempertimbangkan pencabutan sanksi minyak terhadap Rusia menunjukkan pragmatisme politik yang kuat menjelang Pemilu AS 2026. Lonjakan harga minyak yang berdampak langsung pada inflasi dan biaya hidup masyarakat Amerika menjadi tekanan besar bagi pemerintahan yang ingin mempertahankan dukungan publik.

Namun, keputusan ini juga menghadirkan dilema strategis. Di satu sisi, pelonggaran sanksi bisa menurunkan harga minyak dunia dan meringankan beban ekonomi AS. Di sisi lain, hal ini dapat mengurangi tekanan ekonomi terhadap Rusia, yang masih menjadi lawan utama AS dalam konflik Ukraina.

Selain itu, konflik di Selat Hormuz menggarisbawahi kerentanan rantai pasokan energi global. Jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut, pasar minyak dunia akan tetap tidak stabil, memaksa negara-negara konsumen utama untuk mencari solusi darurat, termasuk kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis dan perubahan kebijakan sanksi.

Ke depan, publik dan pelaku pasar harus terus mengamati perkembangan kebijakan AS serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Bagaimana langkah Trump dan administrasi AS dapat menyeimbangkan tekanan politik domestik dengan strategi geopolitik global akan menjadi kunci dalam menentukan stabilitas pasar minyak dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad