IHSG Turun 3%, Investor Asing Net Buy Rp1 T, Saham Energi Jadi Favorit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 3,27% pada perdagangan 9 Maret 2026, menandai tekanan jual yang cukup besar di pasar saham domestik. Meski demikian, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp1,11 triliun, dengan fokus pada saham-saham sektor energi dan komoditas yang menjadi incaran utama mereka.
Investor Asing Catat Net Buy Rp1,11 Triliun
Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatat nilai beli sebesar Rp8,758 triliun dan nilai jual Rp7,648 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp1,11 triliun. Ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG turun cukup dalam, investor global masih optimistis terhadap beberapa saham unggulan, terutama yang berbasis sumber daya alam.
Minat investor asing terhadap saham energi dan komoditas meningkat di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi mendorong harga komoditas global dan menguntungkan emiten terkait.
10 Saham Favorit Investor Asing
Pacific Strategic Financial (APIC) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni mencapai Rp463,2 miliar. Disusul oleh Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dengan pembelian bersih Rp152,1 miliar dan Bumi Resources (BUMI) Rp137,8 miliar. Saham-saham lain yang juga mendapat perhatian investor asing antara lain:
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) - Rp463,2 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) - Rp152,1 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp137,8 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp134,6 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp121,1 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp91,7 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp88,4 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp83,6 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp81,8 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp69,6 miliar
IHSG Ambruk, Semua Sektor Melemah
Pergerakan IHSG pada 9 Maret 2026 sempat jatuh tajam hingga -5,2% ke level 7.156 sebelum akhirnya memperbaiki diri dan ditutup pada level 7.337,37, atau turun sebesar 248 poin (-3,27%). Sebanyak 708 saham turun dan hanya 68 saham yang naik, dengan 41 saham lainnya tidak bergerak. Hal ini menggambarkan tekanan jual yang cukup tinggi di pasar.
Nilai transaksi mencapai Rp23,77 triliun dengan volume sebanyak 46,64 miliar saham yang diperdagangkan dalam lebih dari 1,6 juta kali transaksi. Seluruh sektor mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur dan industri mencatat koreksi terdalam.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, aksi beli investor asing di tengah penurunan IHSG menunjukkan kepercayaan selektif terhadap sektor-sektor tertentu, khususnya energi dan komoditas yang dinilai sebagai aset defensif dalam kondisi pasar yang volatil. Geopolitik global yang memanas turut memengaruhi sentimen pasar, mendorong investor asing untuk mengakumulasi saham-saham yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas.
Namun, penurunan tajam IHSG mengindikasikan ketidakpastian makroekonomi dalam negeri dan global yang masih membayangi pasar saham. Investor domestik tampaknya lebih berhati-hati, sehingga aksi jual mendominasi. Hal ini menjadi sinyal penting bagi regulator dan pelaku pasar untuk memperkuat stabilitas dan memberikan sinyal positif agar kepercayaan investor dapat pulih.
Ke depan, pantauan ketat terhadap perkembangan geopolitik, harga komoditas global, serta kebijakan moneter dan fiskal domestik akan menentukan arah pergerakan IHSG dan aliran modal asing. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memilih saham dengan fundamental kuat serta potensi pertumbuhan yang jelas.
Terus ikuti perkembangan pasar saham dan berita terkini karena dinamika pasar dapat berubah dengan cepat, memengaruhi peluang dan risiko investasi Anda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0