BNI RUPST Setujui Dividen Rp13 T dan Buyback Saham Rp905 M untuk Perkuat Modal
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Besaran dividen ini setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian BNI yang mencapai Rp20,04 triliun.
Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menyatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai optimal kepada para pemegang saham sekaligus menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.
"Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan," ujar Okki dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia.
Alokasi Laba Ditahan untuk Ekspansi dan Modal
Selain membagikan dividen, RUPST BNI juga menyetujui alokasi 35% laba bersih atau sekitar Rp7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat kapasitas permodalan BNI, yang sangat penting di tengah dinamika persaingan industri perbankan saat ini.
Rencana Buyback Saham Sebesar Rp905,48 Miliar
RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai transaksi maksimal Rp905,48 miliar termasuk biaya transaksi. Buyback akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan regulasi pasar modal yang berlaku.
Okki menjelaskan bahwa buyback saham merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga saham BNI dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal perusahaan.
"Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan," tambah Okki.
Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) yang dapat dijual kembali di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa. Selain itu, saham treasury ini dapat digunakan untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dan/atau Pengurus Perseroan, sebagai bagian dari insentif karyawan.
Perubahan Anggaran Dasar dan Kepatuhan Regulasi
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna sebanyak 223.783.877 lembar saham. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Okki menegaskan bahwa penyesuaian ini adalah bagian dari kepatuhan BNI terhadap regulasi terbaru sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan sebagai BUMN.
"Penyesuaian ini merupakan bagian dari kepatuhan Perseroan terhadap regulasi yang berlaku sekaligus memastikan tata kelola perusahaan tetap berjalan optimal," jelasnya.
Agenda Lain dalam RUPST BNI
Selain agenda pembagian dividen, buyback saham, dan perubahan Anggaran Dasar, RUPST BNI juga menyetujui beberapa mata acara penting lainnya, antara lain:
- Pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025
- Penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026
- Penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026
- Pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027
- Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Sustainability Bond Tahap I Tahun 2025
- Penegasan pelimpahan wewenang RUPS kepada Dewan Komisaris terkait perubahan peraturan Dana Pensiun Perseroan
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keputusan BNI untuk membagikan dividen sebesar 65% dari laba bersih dan menjalankan buyback saham dengan nilai hampir Rp1 triliun menunjukkan kepercayaan penuh manajemen terhadap kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan jangka panjang bank tersebut. Langkah buyback bukan hanya menjaga harga saham agar tetap stabil, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada investor mengenai nilai perusahaan yang masih undervalued di pasar modal.
Selain itu, alokasi laba ditahan yang cukup besar untuk ekspansi bisnis dan penguatan modal menjadi strategi tepat untuk menghadapi persaingan ketat di industri perbankan yang terus berubah cepat, terutama dalam era digitalisasi dan inovasi layanan keuangan. Penyesuaian Anggaran Dasar sesuai regulasi BUMN terbaru juga memperlihatkan komitmen BNI menjaga tata kelola yang sehat dan adaptif.
Ke depan, publik dan pemegang saham perlu memantau bagaimana realisasi ekspansi dan pemanfaatan buyback ini dapat meningkatkan kinerja BNI, serta dampaknya terhadap harga saham dan nilai perusahaan secara keseluruhan. Jika dijalankan optimal, kombinasi dividen besar, buyback, dan penguatan modal ini bisa menjadi model keberhasilan BUMN dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang fluktuatif.
Dengan fondasi yang semakin kuat, BNI diprediksi akan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah ketatnya persaingan sektor keuangan nasional dan global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0