Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan Semua, Operasi SAR Ditutup Resmi

Mar 10, 2026 - 10:30
 0  4
Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan Semua, Operasi SAR Ditutup Resmi

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Tragedi yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) ini menimbulkan duka mendalam dengan total 7 korban meninggal dunia dan 6 orang selamat.

Ad
Ad

Seluruh Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa operasi SAR yang melibatkan 336 personel gabungan ini berakhir pada Selasa (10/3/2026) setelah tidak ada lagi laporan korban hilang.

"Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup," ujar Desiana Kartika Bahari.

Upaya pencarian yang berlangsung selama tiga hari ini menghadapi tantangan medan sulit di lokasi yang penuh dengan tumpukan sampah setinggi puluhan meter. Tim SAR menggunakan berbagai metode modern seperti alat berat, anjing pelacak (K9), dan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun.

Evakuasi Korban Terakhir dan Identitas Lengkap

Menjelang hari terakhir pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi tiga korban terakhir dalam waktu dekat, yaitu:

  1. Jussova Situmorang (38) ditemukan meninggal pukul 16.00 WIB.
  2. Hardianto ditemukan meninggal di pinggir kali pukul 17.50 WIB dalam kondisi tertimbun sampah.
  3. Riki Supriadi (40) ditemukan meninggal dunia pukul 23.30 WIB.

Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

Berikut daftar lengkap korban meninggal dunia dalam tragedi ini:

  • Enda Widayanti (25) – Pemilik warung
  • Sumine (60) – Pemilik warung
  • Dedi Sutrisno – Sopir truk
  • Irwan Supriatin – Sopir truk
  • Jussova Situmorang (38)
  • Hardianto
  • Riki Supriadi (40)

Sementara itu, korban selamat berjumlah enam orang, yakni Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir. Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran terhadap Ato dan Dofir yang dilaporkan hilang, namun pihak kepolisian telah memastikan keduanya berada di rumah dalam keadaan baik.

Kronologi dan Dampak Longsor di TPST Bantargebang

Longsor terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 14.30 WIB di Zona 4 TPST Bantargebang. Ambrolnya tumpukan sampah yang sangat besar tidak hanya menimbun korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah truk sampah dan warung milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

TPST Bantargebang sendiri merupakan salah satu fasilitas pengolahan sampah terbesar di Jabodetabek, yang setiap hari menampung ribuan ton sampah. Kondisi tumpukan sampah yang tinggi dan kurangnya pengawasan menjadi faktor risiko terjadinya longsor seperti ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tragedi longsor di TPST Bantargebang ini menggarisbawahi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di kawasan padat penduduk seperti Bekasi. Insiden ini bukan hanya masalah keselamatan kerja bagi petugas dan warga sekitar, tapi juga mencerminkan tantangan lingkungan yang serius akibat penumpukan sampah tidak terkelola dengan baik.

Kemudian, penggunaan teknologi canggih seperti drone thermal dan anjing pelacak dalam operasi SAR menunjukan kemajuan yang signifikan dalam proses evakuasi bencana, yang harus terus dioptimalkan. Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama.

Ke depan, pemerintah daerah dan pengelola TPST perlu memperketat standar keamanan dan melakukan perawatan rutin terhadap stabilitas tumpukan sampah. Selain itu, edukasi masyarakat soal pengelolaan sampah dan pengurangan limbah menjadi langkah penting untuk mencegah bencana serupa.

Waspada dan kesiapsiagaan terhadap potensi longsor harus menjadi perhatian bersama agar tragedi ini tidak terulang kembali. Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari SAR dan pihak berwenang terkait kondisi TPST Bantargebang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad