Penolakan Geothermal di Toraja Diabaikan, Warga Ekspresikan Protes Lewat Spanduk Partai

Mar 10, 2026 - 10:30
 0  2
Penolakan Geothermal di Toraja Diabaikan, Warga Ekspresikan Protes Lewat Spanduk Partai

Masyarakat Toraja kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap rencana pengembangan pertambangan geothermal yang dinilai mengancam lingkungan dan kehidupan lokal. Meski sudah melakukan aksi unjuk rasa yang melibatkan pejabat daerah, aspirasi warga tampaknya belum mendapat respons serius dari pemangku kebijakan setempat.

Ad
Ad

Merasa suara mereka diabaikan, warga kini memilih cara yang lebih unik dan mencolok untuk menyampaikan protes, yakni dengan membubuhkan coretan di spanduk-spanduk partai politik yang tersebar di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara. Coretan ini berupa pesan tegas bertuliskan "Toraja Tolak Tambang Geothermal" yang disemprotkan dengan cat piloks hitam dan putih.

Penolakan Masyarakat dan Aksi Unjuk Rasa

Sebelumnya, masyarakat telah menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Tana Toraja. Aksi ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk komunikasi langsung antara warga dan pemerintah daerah. Namun, pertemuan tersebut dianggap tidak menghasilkan keputusan atau solusi konkret yang mendukung penolakan masyarakat terhadap rencana tambang geothermal.

Warga merasa aspirasi mereka tidak diindahkan, sehingga memunculkan rasa frustrasi yang kemudian diekspresikan melalui aksi coret spanduk partai politik sebagai simbol protes yang lebih keras dan tidak konvensional.

Kritik dari LMND Sulsel terhadap Pemangku Kebijakan

Fenomena ini mendapatkan perhatian dari Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Selatan. Ketua EW-LMND Sulsel, Adry Fadhli, menilai aksi corat-coret spanduk partai adalah puncak dari keresahan masyarakat akibat terhambatnya ruang komunikasi dengan pejabat publik.

"Risiko menjadi pejabat publik, khususnya yang dipilih langsung oleh rakyat, adalah wajib mendengarkan suara masyarakat,"

Adry juga menyesalkan sikap dingin para penguasa yang terkesan lebih mengutamakan kepentingan investasi daripada aspirasi warga lokal.

"Sangat tidak elok melihat sikap dingin penguasa. Jangan sampai terkesan hanya tunduk pada oligarki partai maupun investor tambang, sementara suara rakyat diabaikan," tegasnya.

Implikasi dan Dampak Penolakan Geothermal di Toraja

Rencana pertambangan geothermal di Toraja memang menyimpan potensi besar untuk energi terbarukan, namun juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak sosial dan lingkungan. Berikut beberapa implikasi yang menjadi perhatian masyarakat:

  • Kerusakan lingkungan yang bisa mengancam kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Toraja.
  • Gangguan pada kehidupan masyarakat adat yang selama ini menjaga tradisi dan budaya yang erat dengan alam.
  • Risiko sosial dan ekonomi seperti konflik lahan dan perubahan mata pencaharian warga.
  • Ketimpangan pengambilan keputusan yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan investor.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ketidakseriusan pemangku kebijakan dalam menanggapi penolakan masyarakat Toraja terhadap proyek geothermal ini mencerminkan masalah klasik dalam tata kelola pembangunan yang mengabaikan suara rakyat. Langkah warga yang memilih menyuarakan aspirasi melalui coretan di spanduk partai politik adalah bentuk kegelisahan yang patut diperhatikan, bukan sekadar tindakan vandalisme.

Ini menunjukkan bahwa komunikasi politik dan mekanisme partisipasi publik di daerah masih perlu diperbaiki agar aspirasi masyarakat bisa tersalurkan dengan baik tanpa harus berujung pada tindakan protes yang kontra-produktif. Selanjutnya, pemerintah daerah dan investor harus membuka dialog yang lebih transparan dan inklusif untuk mencari solusi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tapi juga menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana respons para pemimpin daerah dan partai politik terhadap protes ini. Apakah mereka akan mengambil sikap tegas memperjuangkan kepentingan rakyat atau justru mengabaikan aspirasi yang bisa berujung pada konflik berkepanjangan di Toraja.

Masyarakat dan stakeholder terkait harus terus memperjuangkan dialog terbuka dan solusi berkelanjutan demi masa depan Toraja yang lebih adil dan lestari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad