Harga Minyak Dunia Merosot Setelah Donald Trump Klaim Perang Timur Tengah Segera Usai

Mar 10, 2026 - 11:30
 0  5
Harga Minyak Dunia Merosot Setelah Donald Trump Klaim Perang Timur Tengah Segera Usai

Harga minyak dunia mengalami fluktuasi ekstrem dalam beberapa hari terakhir, dengan penurunan signifikan setelah sempat melonjak tajam akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pada Selasa pagi, 10 Maret 2026, harga minyak Brent tercatat US$98,96 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$94,77 per barel, turun dari lonjakan harga yang mencapai puncaknya awal pekan ini.

Ad
Ad

Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

Sejak akhir Februari, harga minyak Brent sudah mengalami kenaikan drastis dari US$70,75 per barel pada 26 Februari menjadi US$92,69 pada 6 Maret. Lonjakan ini berlanjut hingga awal pekan ini, didorong oleh ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengkhawatirkan pasokan energi global. Jalur vital Selat Hormuz, yang menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, menjadi fokus kekhawatiran pasar setelah gangguan pengiriman selama lebih dari seminggu.

Gangguan ini memaksa beberapa produsen minyak di kawasan Teluk, seperti Irak dan Kuwait, melakukan pemangkasan produksi. Irak bahkan menurunkan produksi ladang minyak utamanya hingga sekitar 70%, sementara Kuwait menyatakan kondisi force majeure dan Arab Saudi juga menyesuaikan output produksi.

Harga Minyak Capai Level Tertinggi Sejak 2022

Akibat ketidakpastian geopolitik dan gangguan produksi, harga minyak Brent dan WTI menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2022, yaitu sekitar US$119 per barel. Lonjakan ini merupakan kombinasi dari kekhawatiran pasokan, penurunan produksi, dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memanas.

Penurunan Harga Setelah Pernyataan Donald Trump

Namun, pasar minyak kemudian berbalik arah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dalam wawancara dengan CBS bahwa operasi militer terhadap Iran sudah "sangat mendekati selesai". Trump memperkirakan perang ini akan berakhir jauh lebih cepat dari estimasi awal yang mencapai empat hingga lima minggu.

"Operasi militer terhadap Iran sudah sangat mendekati selesai," ujar Trump.

Pernyataan ini secara langsung meredakan ketakutan pasar dan menekan harga minyak yang sebelumnya melonjak tinggi. Selain itu, kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan opsi untuk menekan harga minyak seperti melonggarkan sanksi energi terhadap Rusia dan melepas cadangan minyak strategis AS turut menguatkan sentimen positif di pasar.

Kondisi Pasokan dan Risiko Geopolitik Masih Menghantui

Meski ada tanda-tanda mereda, ketidakpastian geopolitik tetap membayangi pasar minyak dunia. Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan "satu liter pun minyak keluar dari kawasan" jika serangan Amerika Serikat dan Israel berlanjut. Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko gangguan pasokan masih sangat nyata dan dapat kembali mengguncang pasar energi kapan saja.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak Saat Ini

  • Ketegangan militer di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran
  • Gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz
  • Pengurangan produksi oleh negara-negara Teluk seperti Irak, Kuwait, dan Arab Saudi
  • Pernyataan optimistis Donald Trump mengenai cepatnya akhir perang
  • Potensi pelonggaran sanksi energi terhadap Rusia dan pelepasan cadangan minyak strategis AS

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Donald Trump yang menyebut perang di Timur Tengah akan segera berakhir menjadi pemicu utama penurunan harga minyak yang tajam setelah lonjakan ekstrem. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi global terhadap isu geopolitik dan pernyataan pejabat tinggi negara adidaya.

Namun, pasar tidak bisa terlalu cepat merasa aman. Ancaman dari Garda Revolusi Iran dan potensi berlanjutnya konflik tetap menjadi faktor risiko yang bisa menimbulkan volatilitas harga lagi. Selain itu, keputusan pemerintah AS terkait sanksi dan cadangan minyak strategis akan menjadi penentu besar dalam stabilitas pasokan minyak di bulan-bulan mendatang.

Ke depan, para pelaku pasar dan pengamat harus memantau perkembangan medan perang serta kebijakan energi global dengan seksama. Perubahan kebijakan secara tiba-tiba atau eskalasi konflik dapat dengan cepat mengubah dinamika harga minyak dunia, yang berpengaruh besar pada ekonomi global dan harga bahan bakar di Indonesia.

Dengan situasi yang masih fluktuatif, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menyiapkan strategi mitigasi risiko agar dampak fluktuasi harga minyak tidak terlalu berat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad