BPJS Ungkap Biaya Perawatan Gagal Ginjal Lebih Mahal dari Penyakit Jantung 2025

Mar 12, 2026 - 04:00
 0  4
BPJS Ungkap Biaya Perawatan Gagal Ginjal Lebih Mahal dari Penyakit Jantung 2025

BPJS Kesehatan mengungkapkan bahwa biaya penanganan penyakit gagal ginjal pada 2025 mencapai sekitar Rp13 triliun, yang secara per pasien jauh lebih mahal dibandingkan biaya penanganan penyakit jantung. Data ini menjadi sorotan utama dalam peringatan World Kidney Day 2026 yang digelar di Jakarta.

Ad
Ad

Biaya Gagal Ginjal vs Penyakit Jantung

Tiffany Monica, Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa meskipun biaya total penanganan penyakit jantung lebih tinggi, yaitu sekitar Rp17 triliun pada 2025, jumlah pasien penyakit jantung jauh lebih banyak dibandingkan gagal ginjal.

“Jadi walaupun secara nominal dampaknya lebih besar pada jantung, tetapi secara pembiayaan per orang, penyakit ginjal membutuhkan biaya yang jauh lebih besar,” ujar Tiffany.

Data BPJS menunjukkan ada sekitar 640 ribu pasien gagal ginjal pada 2025, sementara pasien penyakit jantung mencapai sekitar 3 juta jiwa. Artinya, Rp13 triliun pembiayaan gagal ginjal hanya untuk ratusan ribu pasien, sedangkan Rp17 triliun untuk penyakit jantung disebar ke jutaan pasien.

Penyebab Tingginya Biaya Perawatan Gagal Ginjal

Menurut Tiffany, tingginya biaya pengobatan gagal ginjal disebabkan oleh terapi yang kompleks dan berlangsung terus-menerus. Pasien umumnya menjalani hemodialisis atau cuci darah dua sampai tiga kali seminggu serta terapi lain seperti transplantasi ginjal yang membutuhkan obat-obatan mahal setiap bulannya.

  • Pada 2025, tercatat 147 ribu kunjungan klaim hemodialisis, naik 7 persen dari tahun sebelumnya.
  • Total biaya layanan hemodialisis sejak 2021 diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.
  • Pasien menjalani hemodialisis antara 9 sampai 12 kali per bulan.

Kondisi Pasien dan Terapi Lain

BPJS juga mencatat peningkatan kasus gagal ginjal pada kelompok usia muda, termasuk pada usia belasan hingga 20-an tahun, meski mayoritas pasien berada di rentang usia 50-60 tahun.

Selain hemodialisis, terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) juga digunakan. Pada 2025, ada sekitar 3.247 pasien CAPD dengan pembiayaan Rp210 miliar. Sedangkan transplantasi ginjal dilaporkan dilakukan pada 135 pasien, naik sedikit dari 130 pasien tahun sebelumnya.

Pentingnya Pendekatan Preventif

Tiffany menekankan perlunya perubahan strategi dari penanganan kuratif menuju pendekatan preventif. Deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi kesehatan di masa depan tanpa mengurangi kualitas pelayanan pasien.

"Deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat perlu dioptimalkan agar dapat mengurangi beban ekonomi di masa depan," tambahnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data BPJS ini mengungkapkan fakta krusial bahwa meskipun penyakit gagal ginjal jumlah pasiennya lebih sedikit, beban biaya per pasien jauh lebih berat daripada penyakit jantung. Hal ini menggambarkan bahwa penyakit ginjal menuntut terapi intensif dan berkelanjutan yang secara langsung berdampak pada keuangan sistem kesehatan nasional.

Fenomena peningkatan kasus pada usia produktif menambah kekhawatiran karena potensi kehilangan produktivitas dan biaya sosial yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa upaya preventif dan edukasi kesehatan harus segera diperkuat untuk menekan angka kejadian gagal ginjal.

Ke depan, pemerintah dan BPJS perlu mengembangkan program pencegahan yang lebih agresif serta memperluas akses terapi yang terjangkau. Jika tidak, pembiayaan kesehatan nasional bisa semakin terbebani dan kualitas hidup pasien gagal ginjal serta keluarganya akan terus terancam.

Simak terus perkembangan kebijakan dan inovasi penanganan gagal ginjal di Indonesia untuk memahami langkah-langkah strategis yang akan diambil demi masa depan kesehatan yang lebih baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad