Raja Charles III Hentikan Tradisi 2 Abad Tinggal di Istana Buckingham

Jun 26, 2026 - 19:11
 0  3
Raja Charles III Hentikan Tradisi 2 Abad Tinggal di Istana Buckingham

Raja Charles III resmi menghentikan tradisi hampir dua abad tinggal di Istana Buckingham sebagai tempat tinggal utama monarki Inggris. Keputusan ini diambil setelah rampungnya renovasi besar-besaran yang menelan biaya hingga 369 juta pounds sterling atau sekitar Rp8,7 triliun selama sepuluh tahun terakhir.

Ad
Ad

Renovasi Besar Istana Buckingham

Istana Buckingham, ikon bersejarah di pusat London, menjalani pemeliharaan menyeluruh yang mencakup penggantian instalasi listrik, pipa, serta sistem pemanas yang sudah usang. Renovasi ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi bangunan agar tetap berfungsi sebagai markas besar monarki dan menjadi daya tarik wisatawan. Setiap tahunnya, bangunan ini dikunjungi oleh sekitar 700.000 orang.

Meski demikian, Raja Charles III dan keluarganya memilih untuk tidak lagi menjadikan Istana Buckingham sebagai tempat tinggal pribadi. Sebagai gantinya, mereka akan menempati Clarence House, kediaman resmi yang telah digunakan Charles sejak lama. Namun, Istana Buckingham tetap akan menyimpan kamar-kamar pribadi untuk Raja yang dapat digunakan saat diperlukan.

Istana Buckingham Jadi Tempat Acara Resmi

Menurut Bendahara Raja dan pengelola dana pribadi, James Chalmers, Istana Buckingham akan tetap menjadi "permata mahkota bangunan nasional" dan pusat acara resmi atau seremonial kerajaan. Chalmers menegaskan:

"Bangunan ini akan tetap menjadi markas besar monarki, permata mahkota dari bangunan nasional kita, dengan panji raja berkibar dengan bangga dari atap setiap kali Yang Mulia berada di London."

Keputusan ini menandai akhir dari tradisi hampir 200 tahun di mana Istana Buckingham menjadi tempat tinggal utama para raja dan ratu Inggris.

Keterbukaan Pajak Raja Charles dan Pangeran William

Selain pengumuman terkait tempat tinggal, kerajaan Inggris juga merilis secara sukarela tagihan pajak pribadi Raja Charles III dan Pangeran William untuk tahun fiskal 2024-2025. Raja Charles membayar pajak sebesar £12,9 juta (sekitar Rp305 miliar), menjadikannya salah satu pembayar pajak terbesar di Inggris. Sementara itu, Pangeran Wales membayar pajak sebesar £7,76 juta (sekitar Rp183 miliar) dalam periode yang sama.

Pengungkapan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas yang ingin ditunjukkan oleh kerajaan kepada publik. Pernyataan resmi kerajaan menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong pemahaman lebih luas tentang tanggung jawab keuangan mereka.

Sejarah dan Makna Tradisi Istana Buckingham

Istana Buckingham telah menjadi kediaman resmi monarki Inggris sejak tahun 1837 saat Ratu Victoria naik tahta. Selama hampir dua abad, istana ini menjadi simbol kekuasaan dan pusat kegiatan kerajaan. Namun, sejak tahun 2019, Raja Charles III dan mendiang Ratu Elizabeth II jarang menginap di istana tersebut, lebih memilih kediaman lain seperti Clarence House.

Keputusan Raja Charles untuk tidak tinggal di Istana Buckingham secara permanen sekaligus menunjukkan perubahan modernisasi dalam tata kelola monarki dan penggunaan aset negara yang lebih efisien.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Raja Charles III yang menghentikan tradisi tinggal di Istana Buckingham mencerminkan upaya monarki Inggris untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan ekspektasi publik terhadap transparansi serta efisiensi. Meski renovasi besar-besaran telah dilakukan, penggunaan Istana Buckingham yang kini hanya untuk acara resmi menunjukkan perubahan paradigma dalam peran istana sebagai simbol kekuasaan sekaligus ruang hidup pribadi.

Selain itu, keterbukaan dalam pengungkapan pajak pribadi Raja dan Pangeran William merupakan langkah yang penting untuk membangun kepercayaan publik di tengah kritik terhadap biaya pemeliharaan monarki yang tinggi. Ini juga menandai transisi monarki ke arah yang lebih modern dan bertanggung jawab secara finansial.

Ke depan, publik dan pengamat perlu mengamati bagaimana Raja Charles III akan memimpin monarki dengan pendekatan yang lebih adaptif, serta bagaimana Istana Buckingham akan terus berperan sebagai simbol budaya dan sejarah yang tetap relevan di era kontemporer.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca liputan asli di CNN Indonesia serta berita internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad