OpenAI dan Anthropic Hadapi Tantangan Baru di Era AI Berbiaya Efisien
Seiring perusahaan-perusahaan mulai mengendalikan pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI), OpenAI dan Anthropic menghadapi kenyataan baru yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan pertumbuhan yang lebih lambat. Perubahan ini sejalan dengan pergeseran fokus dari penggunaan token secara masif (tokenmaxxing) ke efisiensi biaya dalam pemanfaatan AI.
Perubahan Strategi Pengeluaran AI di Perusahaan
CEO startup AI, Lindy, Flo Crivello, baru-baru ini mengambil langkah drastis dengan memindahkan seluruh trafik AI perusahaannya dari model Claude milik Anthropic ke DeepSeek, perusahaan asal China yang menawarkan alternatif model AI terbuka dengan harga lebih murah. "Kami melakukannya dan kurva biaya langsung turun drastis," kata Crivello dalam wawancara dari kantor pusatnya di San Francisco. Ia memperkirakan langkah ini akan menghemat jutaan dolar dalam beberapa bulan ke depan, meski pengeluaran AI perusahaan masih lebih tinggi daripada gaji pegawainya.
"Ini soal kelangsungan bisnis," tambahnya, menggambarkan bagaimana pengeluaran AI yang tak terkendali sudah menjadi masalah serius.
Fenomena Tokenmaxxing dan Respon Perusahaan
Sejak ChatGPT dari OpenAI menarik perhatian Wall Street pada 2022, perusahaan-perusahaan berlomba-lomba mengadopsi AI untuk meningkatkan layanan seperti dukungan pelanggan, pemasaran, hingga keuangan. Namun, peningkatan biaya terutama terlihat dalam penggunaan AI untuk pengkodean, yang mendorong para pengembang menggunakan token AI secara berlebihan tanpa memperhatikan efisiensi hasil.
Uber, misalnya, telah menerapkan batasan pengeluaran untuk beberapa alat AI, dengan tingkat dasar sebesar $1.500 per bulan dan pilihan akses lebih tinggi atas permintaan. CTO Uber mengungkapkan bahwa perusahaan menghabiskan seluruh anggaran AI tahunannya hanya dalam empat bulan saja, memperlihatkan betapa cepatnya pengeluaran membengkak.
OpenAI dan Anthropic Siap Menuju IPO di Tengah Ketatnya Anggaran AI
OpenAI dan Anthropic menikmati pertumbuhan pesat berkat mentalitas "habiskan apa pun demi pertumbuhan" yang kini mulai memudar. Kedua perusahaan ini tengah mempersiapkan Initial Public Offering (IPO) yang berpotensi menjadi momen bersejarah, dengan pengajuan rahasia dilakukan pada awal Juni 2026.
"Tingkat pertumbuhan saat ini bagi Anthropic dan OpenAI adalah yang tercepat dalam sejarah mereka, yang sebagian besar soal matematika dasar," kata Gil Luria, analis ekuitas di D.A. Davidson. "Ini alasan kuat untuk segera go public, karena beberapa pelanggan perusahaan terbesar mereka mungkin mulai membatasi pengeluaran token yang tidak terkendali."
Anthropic mencatatkan perkiraan pendapatan tahunan sebesar $47 miliar pada Mei, naik tajam dari sekitar $10 miliar sepanjang tahun sebelumnya. Sedangkan OpenAI melaporkan perkiraan pendapatan mendekati $25 miliar di awal tahun ini, naik dari $13,1 miliar pada 2025.
Luria menambahkan, "Akan ada masa depan di mana pengeluaran oleh perusahaan harus lebih rasional dan itu mungkin menjadi masa sulit bagi Anthropic dan OpenAI," menekankan urgensi mereka untuk melantai di bursa sekarang.
Tekanan dan Alternatif Model AI Murah
Meski Crivello mengaku penggemar Anthropic, biaya yang "tidak berkelanjutan" memaksanya beralih ke alternatif yang lebih murah. Ia tetap membuka peluang untuk kembali menggunakan model Claude jika harga turun lagi.
Jeff Henry, presiden konsultasi di Highspring, menyatakan beberapa kliennya menahan pengeluaran AI sampai mereka dapat membuktikan pengembalian investasi (ROI), sementara yang lain memilih menunggu 12-18 bulan ke depan sebelum mengucurkan dana besar.
Di sisi lain, CEO AISquared Darren Kimura menyoroti bagaimana penggunaan model AI tercanggih untuk tugas-tugas sederhana sudah mencapai puncak dan tidak efisien. Banyak perusahaan mulai memakai teknik model routing yang menyesuaikan tugas dengan model AI yang paling tepat dan hemat biaya.
Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menerangkan bahwa saat ini harga di pasar masih "belum canggih" namun OpenAI dan Anthropic telah meluncurkan kontrol pengeluaran baru untuk membantu perusahaan mengelola biaya token secara lebih efektif.
Persaingan dari Raksasa Teknologi dan Tantangan Pasar Modal
Seiring dengan meningkatnya kesadaran biaya, OpenAI dan Anthropic harus bersaing dengan raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan Google yang mengembangkan model AI dengan biaya lebih rendah. Microsoft, misalnya, baru-baru ini memperkenalkan rangkaian model berbiaya rendah dan menekankan pendekatan routing untuk produk AI-nya, GitHub Copilot.
CEO Microsoft Satya Nadella menulis bahwa industri harus menghindari kekuasaan terpusat hanya pada beberapa model besar yang menguasai seluruh nilai pasar.
Amazon juga optimistis akan mampu bersaing dengan model-model frontier OpenAI dan Anthropic dengan mengandalkan chip internal mereka untuk menekan biaya, sementara Google mempromosikan Gemini 3.5 Flash, model ringan dengan harga sekitar sepertiga dari model frontier serupa.
Analis PitchBook Harrison Rolfes menyebutkan, "Microsoft dan Google memiliki seluruh ekosistem infrastruktur yang memungkinkan mereka untuk menantang dominasi OpenAI dan Anthropic, menunggu kesempatan mereka dengan sabar."
Di tengah persaingan dan kebutuhan modal yang tinggi, pasar IPO menjadi salah satu opsi terbaik untuk mendanai ekspansi mereka, terutama ketika dana dari modal ventura dan private equity semakin terbatas.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fase baru pengeluaran AI yang lebih efisien menandai titik balik penting bagi industri AI. OpenAI dan Anthropic tidak bisa lagi mengandalkan strategi pertumbuhan agresif tanpa batas, karena perusahaan pengguna kini menuntut hasil nyata dan biaya yang dapat dikontrol. Ini membuka peluang bagi penyedia model AI alternatif yang lebih terjangkau dan inovasi dalam pengelolaan penggunaan AI, seperti model routing.
Kedua perusahaan juga menghadapi tantangan modal dengan semakin ketatnya dana investasi, yang membuat IPO sebagai jalan strategis untuk mendapatkan suntikan modal segar. Namun, pasar investor akan semakin selektif, menuntut bukti keberlanjutan bisnis yang jelas.
Pengguna AI harus mengawasi bagaimana perusahaan AI besar ini menyesuaikan harga dan layanan mereka ke depan. Mereka yang berhasil menawarkan solusi AI yang efisien dan terjangkau akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar yang mulai matang ini.
Untuk informasi lebih lengkap dan sumber asli, Anda dapat membaca artikel CNBC di sini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0