Risiko Tidur Bersama Hewan Peliharaan: Penyakit dan Dampaknya pada Kualitas Tidur

Jun 30, 2026 - 13:21
 0  2
Risiko Tidur Bersama Hewan Peliharaan: Penyakit dan Dampaknya pada Kualitas Tidur

Tidur bersama hewan peliharaan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Menurut Dr. Josh Daniels, Dokter Hewan sekaligus Ahli Mikrobiologi dari Sekolah Kedokteran Hewan Colorado State University, kebiasaan ini dapat menjadi pintu masuk penularan berbagai penyakit dari hewan ke pemiliknya.

Ad
Ad

Dalam sebuah wawancara di Channel News Asia pada Senin (29/6) waktu setempat, Daniels menjelaskan bahwa hewan peliharaan dapat membawa serangga dan kuman berbahaya, seperti kutu, parasit, dan bakteri. Kutu adalah salah satu yang paling umum ditemukan dan berpotensi menularkan penyakit serius, termasuk penyakit Lyme.

Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Hewan Peliharaan

Risiko utama dari tidur bersama hewan peliharaan adalah paparan terhadap berbagai agen penyakit, terutama bagi hewan yang baru diadopsi dari penampungan atau masih berusia sangat muda. Beberapa penyakit dan kondisi yang harus diwaspadai meliputi:

  • Penyakit Lyme yang ditularkan melalui kutu;
  • Infeksi bakteri dari gigitan atau cakaran hewan;
  • Kurap atau infeksi kulit yang mudah menyebar melalui kontak langsung;
  • Parasit usus seperti cacing gelang yang bisa menyerang manusia jika tidak ada pengobatan rutin.

Dr. Daniels memberikan contoh kasus nyata untuk menggambarkan risikonya. Pada tahun 1991, seorang wanita berusia 81 tahun di Finlandia mengalami infeksi bakteri di kaki yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di mulut anjing dan kucing. Wanita tersebut rutin tidur bersama kucingnya yang sering menjilati kakinya.

Kasus lain pada tahun 2000 melibatkan seorang pria berusia 69 tahun yang mengalami infeksi setelah operasi pinggul, yang diduga disebabkan oleh bakteri dari mulut anjingnya yang sering tidur bersamanya. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi akibat kontak langsung seperti gigitan dan cakaran sangat mungkin terjadi.

Dampak Tidur Bersama Hewan Peliharaan pada Kualitas Tidur

Selain risiko kesehatan fisik, tidur bersama hewan peliharaan juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Brittany Lancaster, Asisten Profesor Psikologi Klinis di Mississippi State University, menyatakan bahwa penelitian terkait hal ini masih terbatas, tetapi ada indikasi bahwa keberadaan hewan di tempat tidur dapat menurunkan efisiensi tidur.

Dalam penelitian tahun 2017, 40 pemilik anjing (didominasi wanita) yang dipantau selama tujuh malam menunjukkan bahwa tidur dengan anjing mengakibatkan tidur yang kurang efisien dibandingkan saat anjing hanya berada di kamar tetapi tidak di tempat tidur. Anehnya, gangguan tersebut sering kali tidak disadari oleh pemiliknya.

Penelitian tahun 2020 juga menguatkan temuan ini, di mana 12 wanita yang tidur dengan anjingnya mengalami gangguan tidur akibat aktivitas anjing, walaupun mereka jarang mengakuinya.

Manfaat Emosional dan Kesehatan dari Tidur Bersama Hewan Peliharaan

Meski ada risiko, tidur bersama hewan peliharaan juga memiliki sisi positif. Dr. Douglas Wallace, Dokter Tidur dan Profesor Neurologi Klinis di Universitas Miami Miller, menyoroti manfaat dukungan emosional yang diberikan hewan peliharaan, yang bisa lebih besar daripada efek negatifnya terhadap kualitas tidur.

Hewan peliharaan juga dapat mendorong aktivitas fisik pemiliknya, seperti jalan pagi bersama anjing yang secara tidak langsung meningkatkan kualitas tidur karena olahraga teratur dan pola bangun tidur yang konsisten.

Langkah Pencegahan untuk Meminimalkan Risiko

Untuk mengurangi risiko penyakit dan gangguan tidur, para ahli menyarankan agar pemilik hewan peliharaan:

  1. Memberikan perawatan dan pemeriksaan kesehatan rutin pada hewan peliharaan, termasuk obat cacing dan anti-kutu;
  2. Menghindari tidur bersama hewan yang baru diadopsi atau memiliki riwayat kesehatan yang kurang jelas;
  3. Menjaga kebersihan tempat tidur dan lingkungan tidur;
  4. Memantau kesehatan pribadi dan segera konsultasi jika muncul gejala infeksi atau alergi.

Menurut laporan ANTARA, penerapan langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pemilik dan hewan peliharaan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, berita ini mengingatkan kita bahwa meskipun hewan peliharaan memberikan kegembiraan dan kenyamanan emosional, interaksi fisik seperti tidur bersama harus dipertimbangkan dengan hati-hati dari sisi kesehatan. Risiko penularan penyakit zoonosis (penyakit hewan ke manusia) seringkali diremehkan oleh masyarakat, padahal dampaknya bisa serius terutama bagi kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah.

Selain itu, gangguan kualitas tidur akibat aktivitas hewan peliharaan perlu menjadi perhatian karena tidur yang buruk bisa menurunkan fungsi kognitif dan imunitas tubuh. Namun, manfaat emosional hewan peliharaan tidak bisa diabaikan dan justru harus menjadi pertimbangan dalam pengaturan kebiasaan tidur bersama.

Ke depan, pemilik hewan perlu lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan serta menciptakan batasan yang sehat agar manfaat emosional tetap didapat tanpa mengorbankan kesehatan fisik. Edukasi publik terkait zoonosis dan perilaku tidur sehat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan manfaat memiliki hewan peliharaan.

Untuk informasi lebih lanjut dan update kesehatan terkait hewan peliharaan, pembaca dapat mengunjungi sumber resmi seperti ANTARA dan situs kesehatan hewan terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad