Morgan Stanley Koreksi Harga Minyak Brent Jadi USD75/Barel, Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia

Jul 1, 2026 - 18:20
 0  2
Morgan Stanley Koreksi Harga Minyak Brent Jadi USD75/Barel, Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia

Pasar minyak mentah global mengalami perubahan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sebelumnya dilanda ketakutan akan kelangkaan energi akibat konflik geopolitik, kini pasar bersiap menghadapi potensi banjir pasokan minyak dunia yang sangat besar. Kondisi ini memicu Morgan Stanley, salah satu lembaga keuangan terkemuka di Wall Street, untuk melakukan koreksi tajam pada prediksi harga minyak Brent.

Ad
Ad

Koreksi Harga Minyak Brent oleh Morgan Stanley

Dalam laporan analisis terbaru yang dikutip dari Bloomberg, Morgan Stanley memangkas prediksi harga minyak mentah Brent untuk kuartal III tahun 2026 sebesar USD15 menjadi hanya USD75 per barel. Ini merupakan pemangkasan kedua kalinya dalam dua minggu terakhir. Langkah ini diikuti oleh Goldman Sachs yang turut memangkas proyeksi menjadi USD80 per barel.

Normalisasi Jalur Pelabuhan Selat Hormuz

Penyebab utama dari koreksi tajam ini adalah normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur laut tersibuk dan terpenting untuk pengangkutan minyak dunia. Pemulihan jalur ini jauh lebih cepat dari perkiraan akibat penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis Morgan Stanley mengungkapkan bahwa aktivitas kapal tanker minyak dan gas sudah kembali ke tingkat normal. Pada akhir pekan lalu, sebanyak 35 kapal tanker melewati Selat Hormuz, angka yang sudah mendekati rentang normal sebelum konflik yaitu 30 hingga 40 kapal per hari.

Kembalinya pasokan minyak dari Timur Tengah ini langsung berdampak pada pasar internasional, dengan jumlah kargo minyak mentah yang tidak terjual atau unsold cargoes melonjak melebihi batas normal sehingga memicu kekhawatiran akan surplus pasokan.

Siklus Pasar Minyak: Dari Krisis ke Surplus

Pasar komoditas minyak mentah berputar cepat dalam siklus yang berlawanan. Ketika Selat Hormuz sempat tertutup, pasokan minyak dunia mengalami defisit signifikan. Namun, begitu jalur ini dibuka kembali, dunia sudah memiliki alternatif pasokan lain yang kuat sehingga pasokan menjadi berlebih.

Surplus pasokan diperkirakan akan semakin besar memasuki tahun 2027, yang berpotensi menurunkan harga minyak secara signifikan jika permintaan global tidak meningkat sejalan.

  • Koreksi harga Brent menjadi USD75/barel oleh Morgan Stanley
  • Goldman Sachs ikut memangkas proyeksi ke USD80/barel
  • Normalisasi cepat lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz
  • Lonjakan kargo minyak tidak terjual di pasar internasional
  • Potensi banjir pasokan minyak tahun 2027

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, koreksi harga minyak Brent oleh Morgan Stanley mencerminkan dinamika pasar energi dunia yang sangat cepat dan kompleks. Perubahan geopolitik dan diplomasi antar negara besar seperti AS dan Iran menjadi faktor kunci yang dapat mengubah arah pasar secara drastis dalam hitungan minggu.

Kemungkinan banjir pasokan minyak dunia ini juga menandai bahwa ketergantungan pasar terhadap jalur Selat Hormuz masih sangat tinggi. Jika pasokan kembali melimpah sementara permintaan global belum pulih signifikan, harga minyak bisa tertekan lebih dalam, yang berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi negara-negara penghasil minyak.

Ke depan, pasar harus mengawasi perkembangan geopolitik dan kebijakan produksi OPEC+ yang akan sangat menentukan keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar global. Investor dan pelaku industri harus siap dengan volatilitas harga yang mungkin terus terjadi sepanjang tahun 2026 dan 2027.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru soal dinamika pasar minyak dunia, simak terus berita dari sumber terpercaya dan analisis mendalam di media ekonomi terkemuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad