Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Longsor Bolmong, Tunggu Anjing Pelacak Polda Sulut
Tim SAR Gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban kedua longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bolmong pada Rabu, 1 Juli 2026. Keputusan ini diambil guna menunggu kedatangan tim K-9 (anjing pelacak) dari Polda Sulawesi Utara yang diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses evakuasi korban.
Penghentian Pencarian untuk Menunggu Tim K-9
Abdul Muin Paputungan, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, menjelaskan bahwa penghentian penggunaan alat berat dilakukan untuk menjaga kondisi material longsoran agar tidak semakin keras dan padat. Hal ini penting agar anjing pelacak dapat bekerja secara optimal dalam mendeteksi keberadaan korban.
"Pencarian menggunakan alat berat kami hentikan sementara agar bongkaran material longsoran tidak semakin keras dan padat," ujar Abdul Muin.
Dalam kondisi medan yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, personel SAR tetap siaga di lokasi sambil memantau situasi. Hingga pukul 16.20 WITA, Tim SAR masih menunggu kepastian kepulangan tim K-9 untuk segera memulai operasi pencarian kembali.
Proses Pencarian Korban Longsor di Bolmong
Operasi pencarian ini berfokus pada Rivaldo Kandow, korban kedua yang tertimbun longsor sejak insiden terjadi. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan korban pertama, Alif Tamimu, dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu, 28 Juni 2026.
Dalam rapat evaluasi bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tim Rescue PT BDL, keluarga korban, relawan, dan masyarakat setempat, disepakati untuk menghentikan seluruh aktivitas pencarian menggunakan alat berat maupun manual hingga kedatangan tim K-9.
Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan tim dan efektivitas pencarian korban. Setelah tim anjing pelacak tiba, strategi pencarian akan disesuaikan agar evakuasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan cepat.
Faktor Medan dan Tantangan Pencarian
- Medan labil dan berisiko longsor susulan mengharuskan tim SAR ekstra hati-hati dalam melakukan pencarian.
- Penggunaan alat berat dihentikan sementara untuk mencegah pengerasan material longsoran, yang dapat menyulitkan deteksi oleh anjing pelacak.
- Koordinasi antar lembaga seperti Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri sangat penting dalam mengatur strategi pencarian.
- Peran masyarakat dan relawan juga krusial dalam membantu pemantauan dan keamanan lokasi.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penghentian sementara pencarian korban longsor untuk menunggu kedatangan tim K-9 adalah langkah strategis yang tepat. Penggunaan anjing pelacak dapat menjadi game-changer dalam operasi SAR di medan longsor yang sulit dan berbahaya seperti di Bolmong.
Selain itu, keputusan untuk menghentikan penggunaan alat berat menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kondisi medan agar pencarian tidak semakin rumit. Ini memperlihatkan koordinasi yang matang antara berbagai lembaga dan pihak terkait.
Kedepannya, publik harus tetap memantau perkembangan karena faktor cuaca dan kondisi tanah sangat menentukan keberhasilan operasi pencarian. Apabila tim K-9 sudah tiba dan mulai bekerja, diharapkan pencarian dapat berjalan lebih cepat dan efektif, membawa harapan bagi keluarga korban dan masyarakat.
Untuk informasi terbaru dan perkembangan selanjutnya, masyarakat dapat mengikuti laporan resmi dari Totabuan News serta update dari BPBD dan Basarnas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0