Biaya Penanganan Gagal Ginjal 2025 Lampaui Penyakit Jantung, Ini Faktanya

Mar 12, 2026 - 14:40
 0  6
Biaya Penanganan Gagal Ginjal 2025 Lampaui Penyakit Jantung, Ini Faktanya

Biaya penanganan gagal ginjal pada tahun 2025 tercatat lebih tinggi secara per pasien dibandingkan penyakit jantung. Hal ini diungkapkan oleh Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, drg. Tiffany Monica, dalam diskusi kesehatan memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Ad
Ad

Biaya Penanganan Gagal Ginjal dan Penyakit Jantung di 2025

Tiffany Monica memaparkan bahwa sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mengeluarkan dana sekitar Rp13 triliun untuk penanganan penyakit gagal ginjal. Angka ini menempatkan gagal ginjal sebagai pembiayaan tertinggi kedua setelah penyakit jantung yang mencapai Rp17 triliun.

Meski nominal total biaya gagal ginjal lebih rendah, jika dihitung berdasarkan jumlah pasien, biaya per pasien gagal ginjal jauh lebih besar dibandingkan biaya per pasien penyakit jantung. Data BPJS menunjukkan ada sekitar 640 ribu pasien gagal ginjal, sedangkan pasien penyakit jantung mencapai 3 juta jiwa.

“Jadi walaupun secara nominal damage-nya lebih besar jantung, tapi secara pembiayaan per orang ini sebenarnya di ginjal banyak sekali pembiayaannya,” – drg. Tiffany Monica

Penyebab Biaya Gagal Ginjal yang Tinggi

Pembiayaan penyakit ginjal yang besar disebabkan oleh terapi yang kompleks dan berkelanjutan. Terapi tersebut meliputi hemodialisis atau cuci darah yang harus dilakukan dua hingga tiga kali per minggu, serta transplantasi ginjal yang membutuhkan obat-obatan dengan biaya tinggi setiap bulannya.

  • Hemodialisis: Pada 2025, terdapat 147 ribu kunjungan klaim hemodialisis dengan biaya sekitar Rp7 triliun sejak 2021. Pasien menjalani terapi ini sebanyak 9-12 kali per bulan.
  • CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis): Terapi cuci darah ini diakses oleh sekitar 3.247 pasien dengan pembiayaan mencapai Rp210 miliar pada 2025.
  • Transplantasi ginjal: Jumlah peserta yang menjalani transplantasi pada 2025 meningkat menjadi 135 pasien dari 130 pasien pada 2024.

Demografi Pasien dan Tren Kasus Gagal Ginjal

BPJS Kesehatan mencatat bahwa kasus gagal ginjal paling banyak ditemukan pada pasien laki-laki berusia 50 hingga 60 tahun. Namun, yang menjadi perhatian adalah munculnya kasus gagal ginjal pada kelompok usia produktif, bahkan pada remaja dan usia belasan hingga 20-an tahun.

“Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal. Walaupun mungkin belum diketahui stadiumnya, tapi secara besar sudah termasuk pada stage 3, 4, 5,” – drg. Tiffany Monica

Urgensi Pergeseran Paradigma Penanganan Gagal Ginjal

Menurut Tiffany, tingginya biaya penanganan gagal ginjal menuntut adanya pergeseran paradigma dari pendekatan kuratif yang mahal ke strategi preventif yang lebih efektif dan efisien. Langkah ini penting agar pembiayaan tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan bagi pasien.

Strategi yang diusulkan meliputi:

  1. Optimalisasi deteksi dini gangguan ginjal.
  2. Edukasi gaya hidup sehat untuk mitigasi risiko gagal ginjal.
  3. Pengelolaan efisiensi pembiayaan layanan kesehatan jangka panjang.

Dengan langkah preventif ini, diharapkan beban ekonomi akibat penyakit gagal ginjal dapat diminimalisir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data biaya penanganan gagal ginjal yang tinggi ini menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional, terutama BPJS Kesehatan. Biaya per pasien yang jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit jantung menunjukkan kompleksitas dan intensitas perawatan gagal ginjal yang belum banyak disadari publik. Hal ini juga mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk memperkuat program skrining dini dan pencegahan, terutama pada kelompok usia produktif yang mulai menunjukkan peningkatan kasus.

Selanjutnya, tren peningkatan klaim hemodialisis dan pergeseran pasien ke terapi CAPD harus menjadi perhatian bagi pengelola kesehatan dalam mengatur sumber daya secara optimal dan mengembangkan inovasi terapi yang lebih hemat biaya dan efektif.

Ke depan, pemerintah dan BPJS Kesehatan perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk edukasi masyarakat dan kebijakan kesehatan yang mendukung gaya hidup sehat. Jika tidak, beban ekonomi dan sosial akibat gagal ginjal akan semakin membebani anggaran kesehatan nasional dan menurunkan produktivitas masyarakat.

Pemantauan tren klaim dan peningkatan kualitas layanan preventif merupakan kunci agar pembiayaan kesehatan tetap berkelanjutan dan pasien mendapatkan penanganan yang optimal.

Terus ikuti perkembangan informasi kesehatan terkini dan kebijakan BPJS Kesehatan agar Anda lebih siap menghadapi risiko penyakit ginjal dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad